Pembangunan Huntara Berlanjut, Warga Terdampak Bencana di Lima Puluh Kota Mulai Bernapas Lega

- Editor

Minggu, 21 Desember 2025 - 10:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lima Puluh Kota|| Pembangunan rumah hunian sementara (huntara) oleh Satgas TNI di Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunuang Omeh, Kabupaten Lima Puluh Kota, memberi secercah harapan bagi warga terdampak bencana alam yang selama ini bertahan di tempat tinggal darurat, Minggu (21/12/2025).

Sejak pagi, puluhan personel TNI bersama BPBD terlihat bekerja memotong rangka baja ringan, menggali lubang septic tank, meratakan lahan dengan alat berat, serta mendistribusikan material bangunan ke lokasi huntara. Aktivitas itu disaksikan langsung oleh warga yang berharap segera memiliki tempat tinggal sementara yang lebih layak.

Baca Juga :  BPOM Payakumbuh Dukung dan Kawal MBG Di Enam Sekolah Kota Payakumbuh

“Sejak bencana, kami tinggal berpindah-pindah dan serba terbatas. Melihat rumah ini mulai dibangun, kami merasa lebih tenang dan punya harapan untuk kembali hidup normal,” kata Yusri (45), salah seorang warga terdampak bencana di Nagari Koto Tinggi.

Danramil 03/Suliki Kapten Inf Sil Suandi mengatakan, percepatan pembangunan huntara merupakan bentuk kepedulian TNI bersama pemerintah daerah terhadap kondisi warga yang kehilangan tempat tinggal.

“Kami berupaya agar huntara ini segera selesai dan bisa ditempati. Ini bukan hanya soal bangunan, tetapi soal memastikan warga memiliki ruang hidup yang aman dan manusiawi,” ujarnya.

Baca Juga :  Ungkap Kasus Curanmor, Sat Reskrim Polres Payakumbuh Ringkus Dua Orang Tersangka

Satgas TNI yang terlibat terdiri atas personel Kodim 0306/50 Kota, Yon 131/Brs, Denzipur 2/PS, serta didukung BPBD Kabupaten Lima Puluh Kota. Seluruh unsur bekerja secara terpadu meski cuaca dan medan di lokasi pembangunan cukup menantang.

Bagi warga Nagari Koto Tinggi, huntara menjadi simbol awal pemulihan pascabencana—tempat keluarga bisa kembali berkumpul, anak-anak beristirahat dengan aman, dan kehidupan sosial perlahan pulih setelah masa sulit.(rio)

Berita Terkait

Dukungan ke Aspon Dedi Menguat! Hery Muklis dan Sardi Nefri Dorong Dua Periode
Pelajar 18 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia di Rumahnya di Andaleh, Polisi Pastikan Tidak Ada Tanda Kekerasan
Dandim 0306/50 Kota Pererat Sinergi dengan Insan Pers, Kunjungi Balai Wartawan Luak Limopuluah
Tangis Ibu Madinah Menggema: Tak Ada Anggaran atau Tak Ada Kepedulian?
Puluhan Tahun Diabaikan, Warga dan Pelajar Pertaruhkan Nyawa di Jembatan Gantung Sawahgadang, Di Mana Peran Pemerintah dan DPRD?
Indra Suriani: Prestasi Siswa SLB A Payakumbuh Bukti Keterbatasan Bukan Halangan Meraih Kesuksesan
Tangis Pecah Saat Rumah Dibongkar, 6 Rumah dan 27 Makam Dieksekusi Pengadilan di Sungai Kamuyang
Usai Diaudit BPK, PT ATC Tercatat sebagai Penunggak Pajak Tambang Terbesar di Lima Puluh Kota, Nilainya Tembus Rp1,2 Miliar

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 15:33 WIB

Dukungan ke Aspon Dedi Menguat! Hery Muklis dan Sardi Nefri Dorong Dua Periode

Selasa, 23 Juni 2026 - 10:03 WIB

Pelajar 18 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia di Rumahnya di Andaleh, Polisi Pastikan Tidak Ada Tanda Kekerasan

Minggu, 21 Juni 2026 - 19:53 WIB

Tangis Ibu Madinah Menggema: Tak Ada Anggaran atau Tak Ada Kepedulian?

Sabtu, 20 Juni 2026 - 17:07 WIB

Puluhan Tahun Diabaikan, Warga dan Pelajar Pertaruhkan Nyawa di Jembatan Gantung Sawahgadang, Di Mana Peran Pemerintah dan DPRD?

Sabtu, 20 Juni 2026 - 16:51 WIB

Indra Suriani: Prestasi Siswa SLB A Payakumbuh Bukti Keterbatasan Bukan Halangan Meraih Kesuksesan

Berita Terbaru