PAYAKUMBUH – Suhu politik organisasi di tubuh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Perwakilan Payakumbuh-Limapuluh Kota mulai memanas menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) yang akan memilih Ketua PWI masa bakti 2026-2029.
Berakhirnya masa kepengurusan periode 2023-2026 pada Mei lalu menjadi penanda dimulainya kontestasi baru untuk menentukan arah organisasi wartawan terbesar di daerah tersebut. Sejumlah nama mulai diperbincangkan, namun perhatian publik wartawan kini tertuju pada potensi pertarungan antara petahana Aspon Dedi dan wartawan senior Syamsir Wandi.
Di tengah dinamika yang mulai berkembang, dukungan terhadap Aspon Dedi untuk kembali memimpin organisasi dua periode terus mengalir dari berbagai kalangan anggota PWI.
Salah satunya datang dari wartawan senior Hery Muklis. Saat diwawancarai, Hery secara tegas menyatakan kesiapannya mendukung Aspon Dedi kembali memimpin PWI Payakumbuh-Limapuluh Kota untuk periode kedua.
Menurut Hery, selama berada di bawah kepemimpinan Aspon Dedi, PWI Payakumbuh-Limapuluh Kota mengalami banyak kemajuan dan perkembangan yang signifikan.
“Selama dipimpin Aspon Dedi, banyak perubahan positif yang dirasakan anggota. Berbagai agenda organisasi berjalan dengan baik dan sukses. Ini menunjukkan kemampuan beliau dalam memimpin serta menjaga soliditas organisasi,” ujar Hery.
Ia menilai keberhasilan sejumlah program kerja, kegiatan peningkatan kapasitas wartawan, hingga hubungan harmonis dengan berbagai pihak menjadi bukti nyata keberhasilan kepemimpinan Aspon Dedi selama tiga tahun terakhir.
Tak hanya itu, Hery juga melihat sosok Aspon Dedi mampu menjadi pemersatu di tengah keberagaman latar belakang anggota PWI yang berasal dari berbagai media.
“Organisasi membutuhkan kesinambungan. Apa yang sudah baik harus dilanjutkan. Karena itu saya mendukung beliau melanjutkan kepemimpinan untuk periode kedua,” tegasnya.
Dukungan serupa juga disampaikan wartawan muda Sardi Nefri. Ia menilai kepemimpinan Aspon Dedi telah memberikan ruang yang luas bagi generasi muda wartawan untuk berkembang di dalam organisasi.
Menurut Sardi, selama ini berbagai kegiatan PWI tidak hanya berjalan sukses, tetapi juga mampu melibatkan seluruh anggota tanpa membedakan senior maupun junior.
“Kami melihat kepemimpinan Aspon Dedi cukup terbuka. Wartawan muda diberi kesempatan untuk belajar, terlibat dalam kegiatan organisasi, dan ikut membangun PWI bersama-sama. Karena itu saya siap mendukung beliau untuk dua periode,” kata Sardi.
Menguatnya dukungan dari berbagai kalangan anggota menjadi sinyal bahwa posisi petahana masih memiliki basis dukungan yang cukup kuat menjelang Musda.
Meski demikian, kontestasi diperkirakan tetap berlangsung menarik. Nama Syamsir Wandi yang juga memiliki pengalaman panjang di dunia jurnalistik disebut-sebut berpotensi memberikan perlawanan serius apabila resmi maju sebagai calon ketua.
Dengan semakin dekatnya jadwal Musda, persaingan menuju kursi Ketua PWI Payakumbuh-Limapuluh Kota diprediksi akan semakin dinamis. Namun di atas segala dinamika politik organisasi, para anggota berharap siapa pun yang terpilih nantinya mampu menjaga marwah organisasi, meningkatkan profesionalisme wartawan, serta memperkuat peran PWI sebagai mitra strategis pembangunan daerah.
Musda kali ini tidak hanya menjadi ajang memilih pemimpin baru, tetapi juga menjadi momentum menentukan arah dan masa depan PWI Payakumbuh-Limapuluh Kota dalam menghadapi tantangan dunia jurnalistik yang semakin kompleks di era digital.(rio)









