Lima Puluh Kota – Semangat gotong royong masyarakat Nagari Ampalu, Kecamatan Lareh Sago Halaban, kembali terlihat melalui dukungan penuh terhadap pembangunan Gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Di sisi lain, pemerintah juga mendorong percepatan pembangunan infrastruktur, termasuk penggantian jembatan berlantai kayu yang kondisinya telah lapuk dan dinilai membahayakan masyarakat.
Komitmen tersebut ditandai dengan peninjauan lokasi pada Selasa (21/7/2026) yang dihadiri Danramil Luhak, Camat Lareh Sago Halaban Wahyu Marmora, S.H., Ketua Persatuan Wali Nagari Kabupaten Lima Puluh Kota (Perwanaliko) yang juga Wali Nagari Balai Panjang Idris, serta Wali Nagari Ampalu Asrizal.
Dalam peninjauan tersebut, rombongan memastikan kesiapan lahan yang akan digunakan sebagai lokasi pembangunan Gerai Koperasi Desa Merah Putih. Lahan itu merupakan tanah hibah dari Kaum Dt. Indomarajo Nan Kencong, yang secara sukarela menyerahkan tanah tersebut untuk mendukung program pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Wali Nagari Ampalu Asrizal menyampaikan apresiasi kepada kaum yang telah menghibahkan tanah tersebut. Menurutnya, dukungan masyarakat menjadi modal utama agar pembangunan gerai dapat segera direalisasikan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kaum Dt. Indomarajo Nan Kencong atas hibah tanah yang diberikan. Ini merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap kemajuan nagari. Semoga Gerai Koperasi Desa Merah Putih segera terbangun dan mampu meningkatkan pelayanan, memperkuat ekonomi desa, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Camat Lareh Sago Halaban Wahyu Marmora, S.H. mengatakan kesiapan lahan merupakan langkah awal yang sangat penting dalam merealisasikan program pemerintah.
“Kami mengapresiasi Pemerintah Nagari Ampalu beserta masyarakat yang telah menunjukkan komitmen melalui penyediaan lahan hibah. Sinergi seperti inilah yang diharapkan mampu mempercepat pembangunan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Ketua Perwanaliko Idris menegaskan bahwa keberhasilan Nagari Ampalu memperoleh lahan untuk pembangunan Gerai Koperasi Desa Merah Putih merupakan hasil kebersamaan seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, persoalan penyediaan lahan yang selama ini menjadi kendala akhirnya dapat diselesaikan berkat dukungan ninik mamak, tokoh masyarakat, pemerintah nagari, serta seluruh pihak yang terlibat.
“Selamat kepada Nagari Ampalu yang telah berhasil menyiapkan lokasi pembangunan Gerai Koperasi Desa Merah Putih. Kami berharap nagari-nagari lain juga dapat segera mengikuti langkah ini sehingga program pemerintah dapat berjalan merata di seluruh Kabupaten Lima Puluh Kota,” ujar Idris.
Tidak hanya meninjau lokasi pembangunan gerai, rombongan juga melihat langsung kondisi jembatan berlantai kayu yang telah digunakan masyarakat selama puluhan tahun. Kondisi lantai jembatan yang sudah lapuk dan mengalami kerusakan dinilai membahayakan pengguna serta menghambat aktivitas warga.
Idris berharap hasil peninjauan tersebut menjadi perhatian pemerintah sehingga pembangunan jembatan baru dapat segera direalisasikan.
“Kami berharap pembangunan jembatan ini dapat segera dilaksanakan. Infrastruktur yang layak sangat penting untuk menunjang mobilitas masyarakat sekaligus mendukung aktivitas ekonomi, termasuk nantinya akses menuju Gerai Koperasi Desa Merah Putih,” ungkapnya.

Danramil Luhak turut merespons positif aspirasi tersebut dan menyatakan siap berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta instansi terkait agar usulan pembangunan jembatan dapat ditindaklanjuti.
Dengan kesiapan lahan hibah, dukungan masyarakat, serta dorongan percepatan pembangunan infrastruktur, Nagari Ampalu optimistis Gerai Koperasi Desa Merah Putih segera berdiri dan menjadi pusat penguatan ekonomi masyarakat.
Di sisi lain, harapan akan hadirnya jembatan baru yang lebih aman diharapkan dapat melengkapi pembangunan sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh seluruh warga Nagari Ampalu.(rio)









