LIMA PULUH KOTA – Kondisi kualitas udara di Kabupaten Lima Puluh Kota yang dilaporkan memburuk akibat kabut asap mendapat perhatian dari kalangan DPRD. Anggota DPRD Kabupaten Lima Puluh Kota dari fraksi PKS, Beni Murdani, S.E., M.M., mendorong pemerintah daerah untuk mempertimbangkan meliburkan sementara kegiatan belajar mengajar tatap muka di sekolah.
Sebagai alternatif, pelajar disarankan mengikuti kegiatan pembelajaran dari rumah melalui sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) hingga kondisi kualitas udara kembali membaik.
Usulan tersebut disampaikan menyusul kondisi udara di Kabupaten Lima Puluh Kota yang dilaporkan berada pada kategori tidak sehat di tengah kabut asap yang diduga berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah.
“Berdasarkan pantauan indeks kualitas udara, Kabupaten Lima Puluh Kota berada di angka 166 atau masuk dalam kategori tidak sehat. Kami mendorong agar segera ada langkah antisipasi untuk melindungi kesehatan warga,” kata Beni Murdani, Senin (7/9/2026).
Menurutnya, kondisi kualitas udara yang tidak sehat perlu mendapat perhatian serius karena berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan. Kelompok yang dinilai paling rentan terdampak antara lain anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki sensitivitas terhadap polusi udara.
Beni menilai, pembatasan sementara aktivitas di luar ruangan, termasuk kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di sekolah, dapat menjadi salah satu langkah antisipatif untuk mengurangi paparan masyarakat terhadap kabut asap.
“Keselamatan dan kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas. Kebijakan pembelajaran dari rumah dapat menjadi langkah sementara untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan hingga kualitas udara kembali membaik,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait segera melakukan langkah-langkah mitigasi dan memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat mengenai perkembangan kualitas udara.
Selain mempertimbangkan penerapan pembelajaran jarak jauh bagi pelajar, Beni juga mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar rumah apabila tidak mendesak serta menggunakan perlindungan diri yang sesuai ketika harus beraktivitas di tengah kondisi kabut asap.
Menurutnya, langkah pencegahan perlu dilakukan sejak dini agar dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat dapat diminimalkan, terutama bagi kelompok rentan.
“Pemerintah dan seluruh pihak terkait harus bergerak cepat. Jangan sampai kondisi udara yang tidak sehat ini berdampak lebih luas terhadap kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak yang setiap hari harus beraktivitas dan mengikuti proses belajar di sekolah,” pungkasnya.(rio)









