LIMA PULUH KOTA — Warga Jorong Kubang Rasau, Nagari Balai Panjang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Lima Puluh Kota, dikejutkan dengan penemuan seorang perempuan berinisial NSH (41) dalam kondisi meninggal dunia di dalam warung miliknya, Senin (31/8/2026) sekitar pukul 06.30 WIB.
Korban yang sehari-hari berprofesi sebagai ibu rumah tangga dan berjualan di warung kecil tersebut diduga meninggal akibat gantung diri menggunakan tali tambang plastik.
Kapolsek Luhak IPTU Bambang Irawan, S.H., M.M., didampingi Kanit Reskrim Polsek Luhak Aiptu Efri, S.H., membenarkan adanya kejadian tersebut.
“Memang benar ditemukan mayat perempuan yang diduga gantung diri di dalam warung miliknya. Dari hasil visum luar yang dilakukan dokter Puskesmas Luak, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” ujar IPTU Bambang saat dikonfirmasi wartawan.
Menurut Kapolsek, kejadian bermula ketika keponakan korban hendak menggunakan setrika. Karena korban merupakan orang terakhir yang menggunakan setrika, keponakannya kemudian mencari korban ke warung yang berada tepat di depan rumah.
Saat masuk ke dalam warung, keponakan korban terkejut melihat korban sudah dalam kondisi tergantung. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada warga bernama Hendra Sosmon dan diteruskan kepada Jorong Kubang Rasau. Selanjutnya, informasi disampaikan kepada Bhabinkamtibmas hingga personel Polsek Luhak tiba di lokasi.
Pihak kepolisian kemudian berkoordinasi dengan keluarga korban yang berada di Kubang Rasau maupun keluarga korban di Jawa.
“Korban asalnya dari Jawa. Korban baru tinggal di Jorong Kubang Rasau bersama suaminya sekitar enam tahun. Suaminya bekerja di Kalimantan,” jelas Kapolsek.
Dari keterangan yang diperoleh kepolisian, korban dan suaminya menikah di Batam sebelum kemudian tinggal di Jorong Kubang Rasau. Setelah itu, sang suami merantau dan bekerja di Kalimantan serta disebut pulang sekitar satu hingga dua tahun sekali.
Terkait dugaan motif, Kapolsek menyebut persoalan ekonomi dan utang kepada pihak rentenir diduga menjadi salah satu faktor yang melatarbelakangi korban mengakhiri hidupnya. Namun, motif tersebut masih berdasarkan informasi yang diperoleh di lapangan.
“Diduga selama ditinggal di kampung, korban memiliki utang kepada rentenir dan diduga tidak kuat menghadapi persoalan penagihan utang,” ungkapnya.
Sementara itu, Wali Nagari Balai Panjang, Idris, S.H., juga membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyebut korban diketahui memiliki seorang anak, sedangkan suaminya bekerja di Kalimantan.
“Memang benar ada kejadian penemuan mayat yang diduga gantung diri dengan tali,” ujar Idris.
Menurut informasi yang berkembang di lokasi, korban diduga mengalami tekanan akibat persoalan ekonomi dan utang. Meski demikian, pihak terkait masih menekankan bahwa penyebab pasti tindakan tersebut tidak dapat disimpulkan hanya dari informasi yang beredar.
Peristiwa ini kini menjadi perhatian warga setempat. Pihak keluarga telah mengetahui kejadian tersebut dan proses penanganan korban dilakukan oleh pihak terkait.(*)









