Diduga Terlilit Utang, Perempuan 41 Tahun Ditemukan Meninggal di Warung di Lima Puluh Kota

- Editor

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LIMA PULUH KOTA — Warga Jorong Kubang Rasau, Nagari Balai Panjang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Lima Puluh Kota, dikejutkan dengan penemuan seorang perempuan berinisial NSH (41) dalam kondisi meninggal dunia di dalam warung miliknya, Senin (31/8/2026) sekitar pukul 06.30 WIB.

Korban yang sehari-hari berprofesi sebagai ibu rumah tangga dan berjualan di warung kecil tersebut diduga meninggal akibat gantung diri menggunakan tali tambang plastik.

Kapolsek Luhak IPTU Bambang Irawan, S.H., M.M., didampingi Kanit Reskrim Polsek Luhak Aiptu Efri, S.H., membenarkan adanya kejadian tersebut.

“Memang benar ditemukan mayat perempuan yang diduga gantung diri di dalam warung miliknya. Dari hasil visum luar yang dilakukan dokter Puskesmas Luak, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” ujar IPTU Bambang saat dikonfirmasi wartawan.

Menurut Kapolsek, kejadian bermula ketika keponakan korban hendak menggunakan setrika. Karena korban merupakan orang terakhir yang menggunakan setrika, keponakannya kemudian mencari korban ke warung yang berada tepat di depan rumah.

Baca Juga :  Limapuluh Kota Peringati Hari Jadi ke-184, Serukan Transformasi dan Kebangkitan Daerah

Saat masuk ke dalam warung, keponakan korban terkejut melihat korban sudah dalam kondisi tergantung. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada warga bernama Hendra Sosmon dan diteruskan kepada Jorong Kubang Rasau. Selanjutnya, informasi disampaikan kepada Bhabinkamtibmas hingga personel Polsek Luhak tiba di lokasi.

Pihak kepolisian kemudian berkoordinasi dengan keluarga korban yang berada di Kubang Rasau maupun keluarga korban di Jawa.

“Korban asalnya dari Jawa. Korban baru tinggal di Jorong Kubang Rasau bersama suaminya sekitar enam tahun. Suaminya bekerja di Kalimantan,” jelas Kapolsek.

Dari keterangan yang diperoleh kepolisian, korban dan suaminya menikah di Batam sebelum kemudian tinggal di Jorong Kubang Rasau. Setelah itu, sang suami merantau dan bekerja di Kalimantan serta disebut pulang sekitar satu hingga dua tahun sekali.

Terkait dugaan motif, Kapolsek menyebut persoalan ekonomi dan utang kepada pihak rentenir diduga menjadi salah satu faktor yang melatarbelakangi korban mengakhiri hidupnya. Namun, motif tersebut masih berdasarkan informasi yang diperoleh di lapangan.

Baca Juga :  Korban Bencana Gunuang Omeh Terima Bantuan Rumah Tangga

“Diduga selama ditinggal di kampung, korban memiliki utang kepada rentenir dan diduga tidak kuat menghadapi persoalan penagihan utang,” ungkapnya.

Sementara itu, Wali Nagari Balai Panjang, Idris, S.H., juga membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyebut korban diketahui memiliki seorang anak, sedangkan suaminya bekerja di Kalimantan.

“Memang benar ada kejadian penemuan mayat yang diduga gantung diri dengan tali,” ujar Idris.

Menurut informasi yang berkembang di lokasi, korban diduga mengalami tekanan akibat persoalan ekonomi dan utang. Meski demikian, pihak terkait masih menekankan bahwa penyebab pasti tindakan tersebut tidak dapat disimpulkan hanya dari informasi yang beredar.

Peristiwa ini kini menjadi perhatian warga setempat. Pihak keluarga telah mengetahui kejadian tersebut dan proses penanganan korban dilakukan oleh pihak terkait.(*)

Berita Terkait

Bukan Sekadar Pelihara Kambing! Idris dan Devi Kusmira Dorong Pincuran Gadang Jadi Kekuatan Ekonomi Nagari
Kecelakaan di Jalan Nasional Sumbar-Riau, Satu Orang Meninggal Dunia dan Dua Luka Ringan
Wali Nagari Balai Panjang Terima Penghargaan Juara I Nagari Berprestasi Tingkat Provinsi Sumatera Barat
Wali Nagari dan Bamus Se-Lareh Sago Halaban Bersatu, Semarakkan HUT RI ke-81
Alia Efendi Bacakan Teks Proklamasi pada Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di GOR Singa Harau
Kemerdekaan Bukan Sekadar Upacara, Tapi Tanggung Jawab Menjaga Masa Depan Bangsa
Beni Murdani Bawa Semangat Kemerdekaan dari Ranah Minang, Garuda dan Rumah Gadang Jadi Simbol Persatuan
Siswi SMA 5 Payakumbuh yang Sempat Hilang Ditemukan Selamat, Keluarga Lega

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:47 WIB

Diduga Terlilit Utang, Perempuan 41 Tahun Ditemukan Meninggal di Warung di Lima Puluh Kota

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:48 WIB

Bukan Sekadar Pelihara Kambing! Idris dan Devi Kusmira Dorong Pincuran Gadang Jadi Kekuatan Ekonomi Nagari

Selasa, 18 Agustus 2026 - 10:41 WIB

Kecelakaan di Jalan Nasional Sumbar-Riau, Satu Orang Meninggal Dunia dan Dua Luka Ringan

Senin, 17 Agustus 2026 - 18:15 WIB

Wali Nagari Balai Panjang Terima Penghargaan Juara I Nagari Berprestasi Tingkat Provinsi Sumatera Barat

Senin, 17 Agustus 2026 - 16:28 WIB

Wali Nagari dan Bamus Se-Lareh Sago Halaban Bersatu, Semarakkan HUT RI ke-81

Berita Terbaru