Reses Afviandi Serap Aspirasi Warga Padang Alai Bodi, Hama Tikus Jadi Ancaman Serius Petani

- Editor

Selasa, 25 Agustus 2026 - 19:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAYAKUMBUH — Persoalan pertanian kembali mencuat dalam kegiatan reses Anggota DPRD Kota Payakumbuh, Afviandi, S.Pt., Dt. Itam, di Kelurahan Padang Alai Bodi, Kecamatan Payakumbuh Timur, Selasa (25/8/2026).

Reses yang dihadiri berbagai lapisan masyarakat tersebut menjadi ruang bagi warga untuk menyampaikan langsung persoalan yang mereka hadapi. Salah satu keluhan paling serius datang dari sektor pertanian, khususnya terkait serangan hama tikus yang semakin mengancam produktivitas persawahan masyarakat.

Dalam pertemuan itu, warga mengungkapkan bahwa serangan hama tikus tidak lagi dianggap sebagai persoalan biasa. Sejumlah lahan persawahan bahkan mengalami gagal panen, sementara sebagian lainnya mulai tidak diolah karena petani khawatir biaya dan tenaga yang dikeluarkan tidak sebanding dengan hasil yang diperoleh.

Kondisi tersebut dinilai menjadi persoalan yang harus segera mendapat perhatian pemerintah. Jika dibiarkan, bukan hanya hasil panen yang terancam, tetapi juga keberlanjutan aktivitas pertanian masyarakat.

Baca Juga :  Erlindawati Buka Puasa Bersama Pengurus, DPC PKB Payakumbuh Matangkan Konsolidasi Menuju Muscab 2026

Selain persoalan hama, warga turut menyampaikan aspirasi terkait ketersediaan dan pengelolaan tanah pandam pekuburan yang menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat setempat.

Afviandi yang juga merupakan Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Payakumbuh dan ketua fraksi PKB DPRD Kota Payakumbuh sekaligus Ketua DPC PKB Kota Payakumbuh, hadir didampingi Anjasmara, Bendahara DPC PKB Kota Payakumbuh.

Dalam sambutannya, Afviandi menegaskan bahwa kegiatan reses bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi kesempatan untuk mendengar langsung persoalan yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Menurutnya, aspirasi warga akan menjadi bahan penting untuk diperjuangkan melalui lembaga DPRD, terutama persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat banyak.

“Persoalan yang disampaikan masyarakat hari ini harus kita lihat secara serius. Khususnya masalah pertanian, karena menyangkut penghidupan masyarakat. Kalau hama terus dibiarkan dan lahan semakin banyak tidak digarap, tentu ini harus menjadi perhatian bersama,” ujar Afviandi.

Ia menilai persoalan hama tikus tidak cukup hanya ditangani secara sporadis. Dibutuhkan langkah yang lebih terarah melalui sinergi antara petani, pemerintah daerah, penyuluh pertanian dan pihak terkait agar pengendalian hama dapat dilakukan secara efektif.

Baca Juga :  UNIDHA dan Universitas Riau Kepulauan Tandatangani MoU dan MoA: Perkuat Kolaborasi Tri Dharma Perguruan Tinggi

Warga pun berharap pemerintah tidak berhenti pada pendataan keluhan, tetapi menghadirkan solusi nyata di lapangan. Sebab, bagi petani, sawah bukan sekadar lahan produksi, melainkan sumber penghidupan keluarga.

Aspirasi tersebut menjadi catatan penting bagi Afviandi untuk dibawa dalam pembahasan di DPRD Kota Payakumbuh. Terlebih, jika persoalan hama tikus terus berlanjut, dikhawatirkan semakin banyak lahan pertanian masyarakat yang tidak produktif.

Reses di Padang Alai Bodi akhirnya bukan hanya menjadi forum menyerap aspirasi, tetapi juga memperlihatkan persoalan nyata yang tengah dihadapi masyarakat: ketika petani sudah berhadapan dengan hama, ancaman terbesar bukan hanya gagal panen, melainkan hilangnya semangat untuk kembali mengolah sawah.(rio)

Berita Terkait

Satu Tahun Tiga Bulan Belum Tuntas, Kuasa Hukum Wartawan Pertanyakan Penerapan Pasal Penghinaan di Media Sosial
Viral Konvoi Geng Motor Bawa Senjata Tajam, Afviandi Datuak Itam Minta Pemko Payakumbuh Turun Tangan
Perumda Tirta Sago Klarifikasi Isu Pelibatan Kejaksaan dalam Penagihan Tunggakan
Gienno Soundana Borong Empat Medali di Malaysia, Wali Kota Payakumbuh Instruksikan Disparpora Lebih Proaktif Dampingi Atlet
Lantik 114 Pejabat, Zulmaeta Tegaskan Trilogi Zuzema: Jujur, Loyal, dan Profesional Jadi Harga Mati Birokrasi Payakumbuh
Pemko Payakumbuh Dukung Operasi Patuh Singgalang 2026, Keselamatan Pengendara Jadi Sorotan
Tokoh Muda Eko Cahyadi Gabung PPP, Fitrayanto Sambut Hangat Momentum Baru Politik Payakumbuh
Hafis Alfarisi, S.H.: Menjadi Pengacara Bukan Sekadar Tarif Perkara, Moralitas dan Keadilan Harus Diutamakan

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 14:33 WIB

Satu Tahun Tiga Bulan Belum Tuntas, Kuasa Hukum Wartawan Pertanyakan Penerapan Pasal Penghinaan di Media Sosial

Rabu, 4 November 2026 - 00:45 WIB

Viral Konvoi Geng Motor Bawa Senjata Tajam, Afviandi Datuak Itam Minta Pemko Payakumbuh Turun Tangan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Perumda Tirta Sago Klarifikasi Isu Pelibatan Kejaksaan dalam Penagihan Tunggakan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:23 WIB

Gienno Soundana Borong Empat Medali di Malaysia, Wali Kota Payakumbuh Instruksikan Disparpora Lebih Proaktif Dampingi Atlet

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:19 WIB

Lantik 114 Pejabat, Zulmaeta Tegaskan Trilogi Zuzema: Jujur, Loyal, dan Profesional Jadi Harga Mati Birokrasi Payakumbuh

Berita Terbaru