LIMA PULUH KOTA — Pimpinan Cabang Persatuan Guru Republik Indonesia (PC PGRI) Kecamatan Harau melatih 130 guru untuk memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam proses pembelajaran. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya meningkatkan kompetensi digital tenaga pendidik di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.
Pelatihan pemanfaatan AI Gemini tersebut digelar di Aula SMAN 1 Harau, Sabtu (24/10/2026), dengan peserta berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas.
Ketua PC PGRI Kecamatan Harau, Afrizal, didampingi Wakil Ketua I Eli Marlina, mengatakan penguasaan teknologi menjadi kebutuhan bagi guru untuk mendukung proses belajar mengajar yang lebih efektif.
“Sudah menjadi tuntutan zaman, guru harus mengerti ataupun memahami pemanfaatan AI dalam pembelajaran. Teknologi ini nantinya akan mempermudah guru,” ujar Afrizal.
Sebanyak 130 peserta mengikuti pelatihan tersebut, terdiri atas guru dari 30 TK, 41 SD, lima SMP, dan dua SMA. Untuk mendukung kegiatan itu, PC PGRI Harau menghadirkan dua narasumber, yakni Ruri Nurul Hidayati dan Nanda Adisaputra, yang memiliki kompetensi di bidang teknologi informasi dan pemanfaatan AI Gemini.
Afrizal berharap pelatihan tersebut memberikan manfaat nyata bagi para guru dan turut mendorong peningkatan kualitas pendidikan di Kecamatan Harau.
Sementara itu, Ketua PD PGRI Kabupaten Lima Puluh Kota, Indrawati Munir, turut hadir dalam kegiatan tersebut. Kehadirannya menjadi bagian dari dukungan organisasi PGRI terhadap upaya peningkatan kemampuan tenaga pendidik dalam menghadapi perkembangan teknologi di dunia pendidikan.
Peningkatan kompetensi digital guru dinilai penting agar pemanfaatan teknologi tidak sekadar menjadi tren, tetapi benar-benar mendukung proses pembelajaran dan kebutuhan peserta didik.
Narasumber pelatihan, Ruri Nurul Hidayati, yang merupakan mentor AI Gemini Sumatera Barat, mengatakan tenaga pendidik perlu mulai memanfaatkan kemajuan teknologi kecerdasan buatan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.
Menurutnya, AI dapat membantu guru menyusun rencana pembelajaran mendalam, mengembangkan pembelajaran interaktif, hingga membuat materi multimedia yang lebih menarik bagi peserta didik.
Ruri juga menyebutkan adanya kerja sama Kementerian Pendidikan dengan pihak AI Gemini untuk mendukung proses pembelajaran. Karena itu, guru diharapkan mampu memahami dan memanfaatkan teknologi tersebut secara tepat di lingkungan sekolah.
“AI Gemini akan jauh lebih memudahkan guru dalam mengajar. Kami akan terus melakukan sosialisasi serta melatih guru-guru untuk mempelajari AI Gemini ini,” kata Ruri.
Meski menawarkan berbagai kemudahan, penggunaan AI tetap membutuhkan pengawasan dan penilaian kritis dari guru. Informasi yang dihasilkan teknologi tersebut perlu diperiksa kembali agar sesuai dengan kurikulum, kebutuhan pembelajaran, serta tingkat pemahaman peserta didik.
Di balik upaya mendorong transformasi digital pendidikan, persoalan kualitas jaringan internet masih menjadi tantangan bagi sejumlah sekolah di Kecamatan Harau.
Koordinator Wilayah Pendidikan Kecamatan Harau, Sofian Efendi, mengungkapkan bahwa tidak ada sekolah yang masuk kategori wilayah tanpa sinyal atau blank spot. Namun, sejumlah sekolah masih menghadapi kendala jaringan internet yang kurang memadai.
“Sekolah di kawasan blank spot tidak ada, tetapi sekolah dengan jaringan kurang bagus masih ada. Ini sangat memengaruhi pemanfaatan teknologi AI bagi guru di sekolah,” ujarnya.
Sofian berharap kualitas jaringan internet di seluruh sekolah dapat ditingkatkan sehingga guru tidak mengalami hambatan saat mengakses sumber belajar digital maupun menggunakan teknologi berbasis kecerdasan buatan.
Kondisi tersebut menjadi catatan penting dalam penerapan teknologi pendidikan. Pelatihan dan peningkatan keterampilan guru perlu diiringi dengan ketersediaan infrastruktur digital yang memadai agar pemanfaatan AI dapat berjalan secara optimal dan merata.
Kegiatan pelatihan tersebut turut dihadiri Ketua PD PGRI Kabupaten Lima Puluh Kota, Indrawati Munir, serta Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Aimel Nasra.
Melalui kegiatan ini, PGRI Harau berharap para guru semakin siap menghadapi perkembangan teknologi dan mampu memanfaatkan kecerdasan buatan secara bijak untuk mendukung pembelajaran yang lebih kreatif, interaktif, dan berkualitas.(rio)









