LIMA PULUH KOTA — Program Remaja Bernegara (RBN) perdana di Kabupaten Lima Puluh Kota menarik antusiasme tinggi dari kalangan generasi muda. Hanya dalam lima hari sejak pendaftaran dibuka, sebanyak 92 remaja mendaftar untuk memperebutkan 25 kuota peserta.
Kegiatan yang digelar DPD Partai NasDem Kabupaten Lima Puluh Kota pada Sabtu (24/10/2026) itu berlangsung di Kantor DPRD Kabupaten Lima Puluh Kota, mulai pukul 08.00 hingga 18.00 WIB. Pesertanya merupakan remaja berusia 16–19 tahun yang berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat, bahkan dari luar provinsi.
Tingginya jumlah pendaftar menunjukkan besarnya minat generasi muda untuk mengenal demokrasi, mengasah kemampuan komunikasi, serta memahami peran mereka dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Sepanjang kegiatan, para peserta mendapat kesempatan mengembangkan kemampuan berbicara di depan publik, menyusun argumen, berpikir kritis, hingga menunjukkan keterampilan berbahasa Inggris.
Dua peserta berhasil meraih penghargaan Best Speaker. Hanivah Salsabila dari SMA Negeri 1 Harau dinobatkan sebagai Best Speaker Putri, sedangkan Alviano Nur Ramadhan dari SMA Negeri 15 Padang meraih gelar Best Speaker Putra.
Rangkaian kegiatan RBN tidak hanya berlangsung di ruang sidang DPRD. Para peserta juga turun langsung ke Pasar Sarilamak untuk membagikan masker kepada masyarakat yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Aksi sosial tersebut menjadi bagian dari pembelajaran bahwa kepemimpinan tidak cukup hanya ditunjukkan melalui kemampuan berbicara atau menyampaikan gagasan. Kepedulian terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat juga perlu diwujudkan melalui tindakan nyata.
Melalui kegiatan ini, peserta diajak memahami bahwa persoalan lingkungan dan kesehatan merupakan kepentingan bersama. Generasi muda pun dapat mengambil peran sesuai kemampuan mereka untuk membantu masyarakat.
Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Lima Puluh Kota sekaligus Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lima Puluh Kota, Alia Efendi, S.H., Datuak Bijayo Nan Mudo, mengapresiasi semangat dan keberanian para peserta dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
“Yang membuat kami bangga bukan hanya siapa yang mendapat penghargaan Best Speaker, tetapi bagaimana seluruh peserta berani tampil dan menunjukkan kemampuan terbaiknya. Anak-anak muda ini punya potensi luar biasa. Tugas kita membuka ruang, memberi kesempatan, dan mendampingi mereka agar potensi itu berkembang,” ujar Alia Efendi.
Menurutnya, generasi muda perlu dibekali pemahaman demokrasi sekaligus didorong untuk mengembangkan pola pikir kritis, menghargai perbedaan pendapat, dan memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial di lingkungan sekitarnya.
Ia berharap RBN dapat menjadi wadah pembelajaran yang memberikan pengalaman langsung kepada remaja, sehingga mereka tidak hanya memahami demokrasi secara teori, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi DPD Partai NasDem Kabupaten Lima Puluh Kota, pelaksanaan RBN perdana menjadi langkah awal untuk memperluas kesempatan belajar dan pengembangan kapasitas bagi generasi muda melalui angkatan berikutnya.
Antusiasme 92 pendaftar untuk memperebutkan 25 kuota menjadi gambaran bahwa ruang pembelajaran yang memberi kesempatan kepada remaja untuk tampil, berpendapat, dan mengembangkan potensi masih sangat dibutuhkan.
“Generasi masa depan tidak cukup hanya pandai berbicara. Mereka juga harus berpikir kritis, menghargai perbedaan, dan peka terhadap persoalan masyarakat,” tutup Alia Efendi.
Melalui program ini, RBN diharapkan dapat melahirkan generasi muda yang berani menyampaikan gagasan, memahami nilai-nilai demokrasi, serta memiliki kepekaan sosial dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan.(rio)









