LIMA PULUH KOTA — 8 September 2026 Rangkaian bencana dalam beberapa bulan terakhir menjadi ujian nyata bagi Kabupaten Lima Puluh Kota. Mulai dari banjir dan longsor di Nagari Aia Angek, kebakaran rumah di sejumlah nagari, hingga angin kencang yang menumbangkan pohon dan merenggut nyawa di Nagari Pangkalan setiap peristiwa menuntut respons cepat, tepat, dan menyeluruh.
Di sinilah Dinas Sosial Kabupaten Lima Puluh Kota bersama instansi terkait membuktikan kehadirannya: dari saat bahaya mengancam, saat bencana terjadi, hingga saat warga mulai membangun kembali kehidupannya.
Satu Langkah Sebelum Bencana: Membangun Kesiapan di Tingkat Nagari
Penanganan bencana yang efektif dimulai jauh sebelum musibah datang. Dinas Sosial terus berkoordinasi dengan BPBD, pemerintah nagari, TNI, Polri, BAZNAS, TAGANA, dan relawan untuk mengurangi risiko di titik-titik rawan. Salah satu program unggulan yang terus diperluas adalah Kampung Siaga Bencana, yang membekali warga dengan kemampuan mandiri menghadapi bahaya, mulai dari mengenali tanda alam, cara evakuasi, pertolongan pertama, hingga siapa yang harus dihubungi saat darurat.
Data Kelompok Rentan Jadi Pegangan Utama

Dinas Sosial juga menyusun daftar kelompok yang paling membutuhkan perhatian khusus, lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil, anak-anak, dan keluarga kurang mampu. Data ini memastikan saat bencana terjadi, bantuan tidak hanya cepat datang, tetapi juga menjangkau mereka yang paling rentan.
Bencana Datang, Bantuan Langsung Tiba
Ketika banjir dan longsor melanda Nagari Aia Angek, Kecamatan Gunuang Omeh, Dinas Sosial dan BPBD langsung turun ke lokasi. Asesmen dilakukan, warga didata, dan kebutuhan dasar segera disalurkan, sembako, makanan siap saji, selimut, tikar, perlengkapan tidur, peralatan keluarga, perlengkapan anak, paket kebersihan, hingga pakaian layak pakai.
Pascabencana pun Dinas Sosial tidak pergi. Pendampingan sosial tetap berjalan agar warga dapat kembali menjalani kehidupan seperti sedia kala.
“Kehadiran kami tidak berakhir saat barang diserahkan. Kami memastikan warga terus didampingi hingga benar-benar pulih. Kerja sama antarlembaga menjadi pondasi agar proses pemulihan berjalan cepat,” ujar Kepala Dinas Sosial, Ir. Indra Suriani.
Kepedulian Juga Hadir di Tengah Duka
Saat kebakaran dan angin kencang melanda Sarilamak, Kubang, Guguak VIII Koto, dan Sungai Naniang, bantuan kembali disalurkan berkat sinergi Pemkab Lima Puluh Kota bersama Dinas Sosial, BPBD, dan BAZNAS. Bahkan ketika duka mendalam menyelimuti Jorong Sopang, Nagari Pangkalan — di mana seorang warga meninggal dunia akibat pohon tumbang, Bupati H. Safni Sikumbang beserta jajaran pimpinan daerah turun langsung menemui keluarga korban.
“Pemerintah wajib hadir di tengah duka maupun kesulitan masyarakat. Bantuan bukan sekadar barang, melainkan wujud kepedulian dan harapan agar warga tetap kuat dan bangkit kembali,” tegas Bupati.
Semua Bergerak Sebagai Satu
Kepala Pelaksana BPBD, Zaimar Hakim, S.H., menegaskan bahwa penanganan bencana bukan tugas satu lembaga saja. Dinas Sosial menjamin kebutuhan dasar dan perlindungan sosial, BPBD mengoordinasikan respons darurat, BAZNAS menopang dari sisi sosial-kemanusiaan, sementara TNI, Polri, TAGANA, relawan, dan masyarakat melengkapi di lapangan.
Dari kesiapsiagaan hingga pemulihan, satu hal yang tetap: bencana memang tak terduga, tetapi perlindungan terhadap masyarakat Lima Puluh Kota senantiasa berjalan, tak terputus, dari sebelum bahaya datang hingga kehidupan kembali normal.( MAHWEL )









