Petani Berdasi Mulai Bergerak, Pemko Payakumbuh Libatkan ASN Kendalikan Inflasi dari Halaman Kantor

- Editor

Jumat, 18 September 2026 - 21:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Payakumbuh – Pemerintah Kota Payakumbuh terus mempercepat langkah pengendalian inflasi dan penguatan ketahanan pangan daerah. Setelah resmi meluncurkan inovasi “Petani Berdasi” (Petani Bersama Pemerintah Daerah Mengendalikan Inflasi) pada pekan lalu, Pemko kini merealisasikan tahap eksekusi program tersebut.

Sebagai bentuk tindak lanjut, inovasi yang digagas berdasarkan arahan kebijakan Wali Kota (Wako) Zulmaeta ini langsung mendapat dukungan dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI.

Dukungan nyata itu ditandai dengan aksi penanaman serentak komoditas bawang merah dan cabai di halaman Balai Kota Payakumbuh, Jumat (18/9/2026).

Mewakili Wako Zulmaeta, Sekretaris Daerah (Sekda) Rida Ananda memimpin langsung kegiatan tersebut bersama Kepala Pusat Pelatihan Pertanian (Puslatan) Kementan RI, Dr. Tedy Dirhamsyah.

Dalam arahannya, Sekda Rida menegaskan bahwa penanganan inflasi bukan sekadar tugas pemerintah pusat atau Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) semata, melainkan tanggung jawab lintas sektoral.

“Petani Berdasi adalah gerakan kolaborasi. Sesuai visi Bapak Wali Kota, kita ingin Aparatur Sipil Negara (ASN) Payakumbuh menjadi role model. Tidak hanya disiplin dalam pelayanan publik yang berbasis Trilogi Zuzema (Jujur, Loyal, dan Profesional), tetapi juga memelopori kepedulian terhadap ketahanan pangan,” tegas Rida.

Baca Juga :  Selamat Ulang Tahun Media faktasumbar ke 3 Tahun

Sebagai langkah nyata eksekusi program, seluruh ASN yang berkantor di Balai Kota dibekali paket sarana tanam berupa polybag, media tanam, serta bibit bawang merah dan cabai untuk dipelihara di lingkungan kantor masing-masing.
Rida menambahkan, aksi ini membawa pesan edukatif dan keteladanan yang kuat bagi warga.

“Satu polybag adalah simbol. Ketika masyarakat melihat ASN mau turun tangan menanam, akan muncul kesadaran kolektif: ‘Kalau ASN saja mau menanam, kita di rumah pasti bisa.’ Kita tidak semata mengejar volume panen, melainkan membangun mentalitas kemandirian pangan,” urainya.

Kapuslatan Kementan RI, Dr. Tedy Dirhamsyah memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif cerdas Pemko Payakumbuh.

Baca Juga :  Wakil Walikota Dorong Kesadaran Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah

Tedy memberikan penguatan kapasitas teknis kepada para abdi negara melalui konsep “Urban Farming dalam Upaya Pemenuhan Pangan dan Peningkatan Pendapatan Keluarga”.

Ia memaparkan berbagai teknik efisien seperti hidroponik, vertikultur, hingga pemanfaatan polybag untuk menyulap pekarangan kantor dan rumah menjadi lahan produktif di tengah ancaman krisis iklim global.

“Pengeluaran rumah tangga untuk pemenuhan pangan cukup besar. Melalui urban farming, ASN dan masyarakat dapat menekan pengeluaran harian secara signifikan, sekaligus meningkatkan status gizi keluarga melalui konsumsi sayur sehat dari kebun sendiri,” jelas Tedy.

Rangkaian kegiatan ini ditutup dengan instruksi Sekda kepada seluruh Kepala Perangkat Daerah untuk memantau perkembangan tanaman secara berkala. Ke depan, gerakan “Petani Berdasi” diharapkan menjalar masif ke pekarangan warga, guna mewujudkan Payakumbuh sebagai kota yang mandiri pangan dan tangguh terhadap gejolak inflasi. (MC)

Berita Terkait

Hujan Iringi Pelepasan Jenazah Kadisnakerin Payakumbuh Yasril, Birokrat Senior Tutup Usia 57 Tahun
Kontrak PPPK Paruh Waktu Payakumbuh Tak Lagi Sekadar Formalitas, Kinerja Jadi Penentu
Tinggal Sepekan, Panitia Konfercab dan OKK PWI Payakumbuh–Lima Puluh Kota Gaspol Matangkan Persiapan
Zulmaeta Tegaskan ASN Bukan Pemburu Sertifikat: Kompetensi Harus Dibuktikan dengan Kinerja Nyata
BPK Soroti Tata Kelola Sampah Payakumbuh, Open Dumping dan Risiko Gas Metana Jadi Perhatian
Pemko Payakumbuh Bongkar Masalah Pupuk Bersubsidi: Data Bermasalah hingga Dugaan Pungutan Tambahan
Pemko Payakumbuh Perketat Pengawasan Dana Revitalisasi Pendidikan, 250 Pengelola Anggaran Diberi Peringatan
Defisit Rp44,83 Miliar, DPRD Payakumbuh Tegaskan Setiap Rupiah APBD Harus Berdampak bagi Masyarakat

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 22:03 WIB

Hujan Iringi Pelepasan Jenazah Kadisnakerin Payakumbuh Yasril, Birokrat Senior Tutup Usia 57 Tahun

Jumat, 18 September 2026 - 21:58 WIB

Kontrak PPPK Paruh Waktu Payakumbuh Tak Lagi Sekadar Formalitas, Kinerja Jadi Penentu

Jumat, 18 September 2026 - 21:50 WIB

Petani Berdasi Mulai Bergerak, Pemko Payakumbuh Libatkan ASN Kendalikan Inflasi dari Halaman Kantor

Kamis, 17 September 2026 - 21:51 WIB

Zulmaeta Tegaskan ASN Bukan Pemburu Sertifikat: Kompetensi Harus Dibuktikan dengan Kinerja Nyata

Kamis, 17 September 2026 - 21:49 WIB

BPK Soroti Tata Kelola Sampah Payakumbuh, Open Dumping dan Risiko Gas Metana Jadi Perhatian

Berita Terbaru