Fitrayanto: DPRD Bukan Stempel Pemko, Rakyat Jangan Jadi Korban Simplifikasi Perda

- Editor

Minggu, 5 Juli 2026 - 17:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Payakumbuh – Ketua Komisi C DPRD Kota Payakumbuh, Fitrayanto, SE., melontarkan peringatan keras terhadap rencana penyederhanaan (simplifikasi) tiga Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur perparkiran, pedagang kaki lima (PKL), dan pengelolaan pasar tradisional. Menurutnya, kebijakan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat tidak boleh diputuskan secara sepihak tanpa pembahasan yang terbuka.

Fitrayanto menegaskan, hingga saat ini DPRD Kota Payakumbuh belum menerima pembahasan resmi Ranperda dari Pemerintah Kota Payakumbuh. Karena itu, berkembangnya polemik di tengah masyarakat menjadi bukti bahwa komunikasi pemerintah belum berjalan sebagaimana mestinya.

“Kalau regulasi ini memang untuk kepentingan masyarakat, kenapa sejak awal sudah menimbulkan keresahan? Artinya ada yang harus dijelaskan secara terbuka. Jangan sampai istilah ‘simplifikasi’ hanya menjadi bungkus untuk kebijakan yang justru menyulitkan masyarakat,” tegas Fitrayanto usai mengikuti Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU), Minggu (5/7/2026).

Baca Juga :  Hurisna Jamhur Mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun Republik Indonesia Ke-80

Menurutnya, tiga perda tersebut bukan sekadar aturan administratif. Di dalamnya terdapat kepentingan ribuan pedagang, pengelola pasar, pelaku usaha kecil, masyarakat adat, hingga aktivitas ekonomi harian warga Kota Payakumbuh.

“Jangan menganggap persoalan ini hanya urusan administrasi. Di balik perda itu ada mata pencaharian masyarakat. Salah mengambil kebijakan, dampaknya bisa langsung dirasakan rakyat kecil,” katanya.

Fitrayanto menegaskan Komisi C tidak akan menyetujui pembahasan regulasi apabila substansinya berpotensi mengurangi hak masyarakat atau hanya menguntungkan segelintir pihak.

“DPRD bukan stempel pemerintah. Tugas kami menguji setiap kebijakan, memastikan tidak ada pasal yang merugikan masyarakat. Kalau ada yang tidak berpihak kepada rakyat, tentu akan kami koreksi,” ujarnya.

Ia juga meminta Pemerintah Kota Payakumbuh tidak membangun persepsi seolah-olah kebijakan tersebut sudah final sebelum dibahas bersama DPRD. Menurutnya, mekanisme pembentukan perda harus menghormati proses legislasi dan memberikan ruang seluas-luasnya bagi partisipasi publik.

Baca Juga :  Pokir 2025 Hj. Hurisna Jamhur Dorong Perbaikan Jalan Akses Kantor Kelurahan Balai Panjang

“Jangan sampai masyarakat merasa hanya menjadi penonton. Regulasi yang baik lahir dari dialog, bukan dari keputusan sepihak. Aspirasi masyarakat, niniak mamak, Kerapatan Adat Nagari, pedagang, dan seluruh pihak yang terdampak wajib didengar,” tegasnya.

Fitrayanto memastikan Komisi C akan mengawal pembahasan Ranperda secara ketat apabila nantinya diajukan oleh pemerintah daerah. Ia menegaskan kepentingan masyarakat akan menjadi tolok ukur utama dalam setiap keputusan DPRD.

“Komisi C berdiri di garis kepentingan masyarakat. Kami tidak ingin lahir perda yang memicu konflik, menekan pedagang kecil, mengabaikan hak masyarakat adat, atau menimbulkan persoalan baru. Regulasi harus menjadi solusi, bukan sumber masalah,” pungkasnya.(rio)

Berita Terkait

Satu Tahun Tiga Bulan Belum Tuntas, Kuasa Hukum Wartawan Pertanyakan Penerapan Pasal Penghinaan di Media Sosial
Viral Konvoi Geng Motor Bawa Senjata Tajam, Afviandi Datuak Itam Minta Pemko Payakumbuh Turun Tangan
Perumda Tirta Sago Klarifikasi Isu Pelibatan Kejaksaan dalam Penagihan Tunggakan
Gienno Soundana Borong Empat Medali di Malaysia, Wali Kota Payakumbuh Instruksikan Disparpora Lebih Proaktif Dampingi Atlet
Lantik 114 Pejabat, Zulmaeta Tegaskan Trilogi Zuzema: Jujur, Loyal, dan Profesional Jadi Harga Mati Birokrasi Payakumbuh
Pemko Payakumbuh Dukung Operasi Patuh Singgalang 2026, Keselamatan Pengendara Jadi Sorotan
Tokoh Muda Eko Cahyadi Gabung PPP, Fitrayanto Sambut Hangat Momentum Baru Politik Payakumbuh
Hafis Alfarisi, S.H.: Menjadi Pengacara Bukan Sekadar Tarif Perkara, Moralitas dan Keadilan Harus Diutamakan

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 14:33 WIB

Satu Tahun Tiga Bulan Belum Tuntas, Kuasa Hukum Wartawan Pertanyakan Penerapan Pasal Penghinaan di Media Sosial

Rabu, 4 November 2026 - 00:45 WIB

Viral Konvoi Geng Motor Bawa Senjata Tajam, Afviandi Datuak Itam Minta Pemko Payakumbuh Turun Tangan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Perumda Tirta Sago Klarifikasi Isu Pelibatan Kejaksaan dalam Penagihan Tunggakan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:23 WIB

Gienno Soundana Borong Empat Medali di Malaysia, Wali Kota Payakumbuh Instruksikan Disparpora Lebih Proaktif Dampingi Atlet

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:19 WIB

Lantik 114 Pejabat, Zulmaeta Tegaskan Trilogi Zuzema: Jujur, Loyal, dan Profesional Jadi Harga Mati Birokrasi Payakumbuh

Berita Terbaru