Mambangkik Tradisi Baadok-Adok, Ketua DPRD Payakumbuh Tegaskan Komitmen Lestarikan Adat Minangkabau

- Editor

Minggu, 28 Juni 2026 - 18:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Payakumbuh – Ketua DPRD Kota Payakumbuh, Wirman Putra, Dt. Mantiko Alam, secara resmi membuka kegiatan adat “Mambangkik Tradisi Adat Salingka Nagori Koto Nan Gadang” dengan tema Baadok-Adok Perkawinan di Kantor KAN Nagori Koto Nan Gadang, Minggu (28/6/2026).

Sebagai putra asli Nagori Koto Nan Gadang, kehadiran Wirman Putra tidak sekadar memenuhi undangan seremonial, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral dalam menjaga serta melestarikan warisan adat dan budaya Minangkabau.

Kegiatan yang digagas Panitia Pelaksana bersama Pengurus KAN Koto Nan Gadang tersebut merupakan bagian dari kalender event Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kota Payakumbuh melalui program unggulan “Satu Event Satu Nagari”, yang bertujuan mengangkat potensi budaya lokal sebagai daya tarik wisata sekaligus memperkuat identitas masyarakat.

Dalam sambutannya, Wirman menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, pengurus KAN, Bundo Kanduang, niniak mamak, serta masyarakat yang telah menyukseskan kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Sabtu hingga Minggu (27–28 Juni 2026).

Baca Juga :  Bagodang Momentum Penting, Perkuat Identitas Lokal dan Budaya Literasi

“Selaku Abak Nagori Koto Nan Gadang, saya bangga dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Panitia Pelaksana, Pengurus KAN Koto Nan Gadang, Bundo Kanduang, serta seluruh unsur anak nagori yang telah bekerja keras mengangkat kembali tradisi Baadok-Adok ke tengah masyarakat,” ujar Wirman.

Ia menilai masuknya kegiatan tersebut dalam kalender event resmi Pemerintah Kota Payakumbuh merupakan langkah strategis untuk memperkuat identitas budaya generasi muda di tengah derasnya arus modernisasi.

Menurutnya, tradisi Baadok-Adok Perkawinan bukan hanya sebuah pertunjukan adat, melainkan sarat dengan nilai pendidikan, etika bermusyawarah, tata krama berkomunikasi, hingga penyelesaian persoalan berdasarkan hukum adat yang perlu diwariskan kepada generasi penerus.

“Tradisi ini bukan sekadar tontonan, tetapi juga tuntunan yang mengandung nilai moral, etika, serta kearifan lokal yang harus terus dijaga agar generasi muda tidak kehilangan jati dirinya sebagai orang Minangkabau,” tegasnya.

Wirman juga menegaskan komitmen DPRD Kota Payakumbuh untuk terus mendukung berbagai program pelestarian budaya dan penguatan kelembagaan adat.

Baca Juga :  Duka Petani Korban Bencana di Limapuluh Kota,  Panen Padi Seminggu Lagi Tinggal Mimpi

“Kami akan terus mendukung program-program yang bertujuan memajukan kebudayaan daerah, memperkuat peran Kerapatan Adat Nagari (KAN), serta menjaga kelestarian hukum adat Salingka Nagari,” katanya.

Di akhir sambutannya, Wirman mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kolaborasi dalam menjaga adat dan budaya Minangkabau.

“Mari kita seluruh pemangku kepentingan, mulai dari niniak mamak, alim ulama, cadiak pandai, bundo kanduang, hingga generasi muda, terus bersinergi dengan pemerintah daerah demi mewujudkan Kota Payakumbuh yang maju tanpa meninggalkan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah,” tutupnya.

Pembukaan kegiatan ditandai dengan prosesi adat secara simbolis yang kemudian dilanjutkan dengan simulasi Baadok-Adok Perkawinan, pertunjukan talempong, pagelaran seni tradisional, foto bersama, serta makan bajamba yang diikuti tokoh masyarakat, niniak mamak, bundo kanduang, dan para tamu undangan.

Kegiatan ini diharapkan menjadi agenda budaya tahunan yang mampu menjaga eksistensi adat Minangkabau sekaligus memperkuat sektor pariwisata berbasis kearifan lokal di Kota Payakumbuh.

Berita Terkait

Satu Tahun Tiga Bulan Belum Tuntas, Kuasa Hukum Wartawan Pertanyakan Penerapan Pasal Penghinaan di Media Sosial
Viral Konvoi Geng Motor Bawa Senjata Tajam, Afviandi Datuak Itam Minta Pemko Payakumbuh Turun Tangan
Perumda Tirta Sago Klarifikasi Isu Pelibatan Kejaksaan dalam Penagihan Tunggakan
Gienno Soundana Borong Empat Medali di Malaysia, Wali Kota Payakumbuh Instruksikan Disparpora Lebih Proaktif Dampingi Atlet
Lantik 114 Pejabat, Zulmaeta Tegaskan Trilogi Zuzema: Jujur, Loyal, dan Profesional Jadi Harga Mati Birokrasi Payakumbuh
Pemko Payakumbuh Dukung Operasi Patuh Singgalang 2026, Keselamatan Pengendara Jadi Sorotan
Tokoh Muda Eko Cahyadi Gabung PPP, Fitrayanto Sambut Hangat Momentum Baru Politik Payakumbuh
Hafis Alfarisi, S.H.: Menjadi Pengacara Bukan Sekadar Tarif Perkara, Moralitas dan Keadilan Harus Diutamakan

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 14:33 WIB

Satu Tahun Tiga Bulan Belum Tuntas, Kuasa Hukum Wartawan Pertanyakan Penerapan Pasal Penghinaan di Media Sosial

Rabu, 4 November 2026 - 00:45 WIB

Viral Konvoi Geng Motor Bawa Senjata Tajam, Afviandi Datuak Itam Minta Pemko Payakumbuh Turun Tangan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Perumda Tirta Sago Klarifikasi Isu Pelibatan Kejaksaan dalam Penagihan Tunggakan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:23 WIB

Gienno Soundana Borong Empat Medali di Malaysia, Wali Kota Payakumbuh Instruksikan Disparpora Lebih Proaktif Dampingi Atlet

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:19 WIB

Lantik 114 Pejabat, Zulmaeta Tegaskan Trilogi Zuzema: Jujur, Loyal, dan Profesional Jadi Harga Mati Birokrasi Payakumbuh

Berita Terbaru