Lima Puluh Kota – Kepemimpinan Wali Nagari Balai Panjang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Idris, dinilai berhasil membawa perubahan signifikan di berbagai sektor pembangunan nagari. Melalui serangkaian program strategis yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, Nagari Balai Panjang kini mengalami perkembangan pesat, baik dari sisi infrastruktur, ekonomi, sosial, maupun tata kelola pemerintahan.
Berbagai capaian tersebut tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas hidup masyarakat, tetapi juga memperkuat posisi Balai Panjang sebagai salah satu nagari yang aktif berinovasi dalam pembangunan berbasis potensi lokal dan partisipasi warga.
Salah satu program unggulan yang menjadi sorotan adalah pengembangan kawasan wisata Lembah Batang Mangkisi di Jorong Lurah Bukik. Kawasan yang sebelumnya belum termanfaatkan secara optimal kini berkembang menjadi destinasi wisata baru yang mulai dikenal masyarakat luas. Pemerintah Nagari Balai Panjang mengembangkan kawasan tersebut melalui konsep wisata berbasis nagari dengan melibatkan masyarakat secara langsung.
Pengembangan ini didukung oleh Program Pengembangan Objek Wisata (POW) dari Kementerian Desa serta alokasi Dana Desa untuk pembangunan berbagai fasilitas seperti kolam renang, gazebo, area kuliner, kios UMKM, serta penataan kawasan wisata. Ke depan, pemerintah nagari juga merencanakan pengembangan fasilitas tambahan seperti glamping, flying fox, dan wahana wisata alam lainnya guna meningkatkan daya tarik wisata.
Kehadiran objek wisata tersebut mulai memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Pelaku UMKM lokal mendapat ruang usaha di kawasan wisata, sementara warga sekitar turut merasakan manfaat dari tumbuhnya aktivitas ekonomi seperti perdagangan, jasa parkir, hingga usaha pendukung lainnya. Model ini menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama dalam pengembangan ekonomi berbasis pariwisata.
Selain sektor ekonomi, perhatian besar juga diberikan pada kebutuhan dasar masyarakat melalui Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas). Program ini menghadirkan jaringan air bersih dari sumber mata air menuju permukiman warga, sehingga ratusan kepala keluarga kini lebih mudah mengakses air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Pelaksanaannya melibatkan kolaborasi pemerintah pusat, nagari, dan masyarakat melalui gotong royong.
Di bidang perlindungan sosial, Pemerintah Nagari Balai Panjang meluncurkan program SINAR SENJA (Sinergi Nagari Sejahterakan Pekerja) yang memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja rentan seperti petani, guru mengaji, pengurus rumah ibadah, dan pekerja informal lainnya. Program ini mendapat apresiasi karena dinilai memperluas jangkauan perlindungan sosial hingga ke tingkat nagari.
Sementara itu, transformasi juga dilakukan dalam bidang pelayanan publik melalui digitalisasi administrasi nagari. Sistem pelayanan berbasis teknologi mulai diterapkan untuk mempercepat, mempermudah, dan meningkatkan transparansi layanan kepada masyarakat. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih modern dan responsif.
Selain pembangunan fisik dan pelayanan publik, salah satu capaian yang juga menonjol adalah keberhasilan pengembangan Kampung Pancasila di Nagari Balai Panjang. Program ini menjadi wadah penguatan nilai-nilai gotong royong, toleransi, persatuan, dan kepedulian sosial dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.
Kegiatan Kampung Pancasila diwujudkan melalui aksi nyata seperti gotong royong rutin, penataan lingkungan, serta keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan dan fasilitas umum. Program ini juga mendapat dukungan berbagai pihak, termasuk unsur TNI, yang turut bersama masyarakat dalam kegiatan sosial dan pembangunan lingkungan. Hal ini memperkuat kolaborasi antara pemerintah nagari, aparat, dan warga dalam membangun nagari berbasis nilai-nilai Pancasila.
Lebih dari sekadar program, Kampung Pancasila menjadi ruang pembentukan karakter sosial masyarakat yang solid dan partisipatif. Warga tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga terlibat aktif dalam proses perencanaan hingga pelaksanaan program nagari. Kondisi ini memperkuat rasa memiliki terhadap hasil pembangunan yang telah dicapai.
Keberhasilan berbagai program tersebut tidak terlepas dari kemampuan Pemerintah Nagari Balai Panjang dalam membangun komunikasi dan sinergi dengan pemerintah daerah, pemerintah pusat, serta berbagai pihak lainnya. Kemampuan menjemput program dan mengoptimalkan potensi pendanaan eksternal menjadi salah satu faktor penting yang mempercepat pembangunan di nagari tersebut.
Meski masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti peningkatan infrastruktur lanjutan dan pengelolaan lingkungan, arah pembangunan Nagari Balai Panjang dinilai semakin jelas. Di bawah kepemimpinan Idris, nagari ini tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga penguatan ekonomi, sosial, serta karakter masyarakat.
Berbagai capaian tersebut menunjukkan bahwa dengan kolaborasi yang kuat, perencanaan yang tepat, dan partisipasi masyarakat, sebuah nagari mampu berkembang menjadi lebih maju, mandiri, dan berdaya saing. Tangan dingin Idris sebagai Wali Nagari Balai Panjang pun dinilai berhasil menghadirkan perubahan nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat di berbagai sektor kehidupan.(rio)









