Lima Puluh Kota — PDI Perjuangan Kabupaten Lima Puluh Kota mulai menggeber mesin politiknya dari akar rumput. Pengukuhan 13 pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) di Kantor DPC, Nagari Batu Balang, Kecamatan Harau, Kamis (30/4), menjadi penanda awal konsolidasi serius menuju penguatan basis rakyat.
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni internal, melainkan sinyal kuat bahwa partai berlambang banteng tersebut tengah menyusun langkah strategis untuk kembali merebut simpati masyarakat hingga ke level paling bawah.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Lima Puluh Kota, Siska, menegaskan bahwa PAC adalah ujung tombak yang akan menentukan hidup-matinya kepercayaan rakyat terhadap partai.
“PAC bukan hanya struktur, tapi wajah partai di tengah masyarakat. Kalau PAC kuat, partai hidup. Kalau PAC lemah, partai ditinggalkan,” tegasnya lugas.
Didampingi Sekretaris Muhammad Joni Dt. Bosa Nan Panjang dan Bendahara Sastri Andiko Dt. Putiah, Siska mengingatkan bahwa kerja politik tidak boleh lagi bersifat musiman.
“Kita tidak boleh muncul hanya saat pemilu. Rakyat sekarang cerdas. Mereka tahu siapa yang benar-benar hadir dan siapa yang hanya datang saat butuh suara,” ujarnya.
Ia bahkan secara tegas meminta seluruh kader turun langsung menghadapi realitas sosial di tengah masyarakat mulai dari persoalan ekonomi, pertanian, hingga ruang bagi generasi muda.
“Kalau rakyat kesulitan, kader harus ada di sana. Kalau petani menjerit, kita tidak boleh diam. Kalau anak muda kehilangan arah, kita harus hadir memberi ruang. Politik itu kerja nyata, bukan sekadar retorika,” katanya.
Dalam arahannya, Siska menekankan tiga kata kunci: soliditas, disiplin, dan keberanian turun ke lapangan. Ia mengingatkan bahwa ego sektoral dan konflik internal hanya akan melemahkan partai dari dalam.
“Tidak ada ruang untuk ego pribadi. Yang ada hanya kepentingan rakyat. Kalau tidak siap bekerja dan berkorban, lebih baik mundur dari barisan,” tegasnya.
Sementara itu, perwakilan DPD PDI Perjuangan Sumatera Barat, Yenny S. Tanjung, memperkuat pesan konsolidasi dengan menekankan pentingnya kekompakan total antar kader.
Ia mengingatkan arahan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri bahwa kekuatan partai terletak pada soliditas yang tidak bisa ditawar.
“Satu rasa, satu langkah. Tidak boleh ada yang berjalan sendiri. Ketika satu bergerak, semua harus bergerak. Kalau solid, kita kuat. Kalau terpecah, kita kalah,” ujarnya, didampingi Dina Safitri.
Pengukuhan PAC ini menjadi titik awal konsolidasi besar yang diarahkan hingga ke nagari dan jorong, bahkan menyentuh langsung rumah-rumah warga.
Dengan mesin yang mulai dipanaskan dan barisan yang dirapatkan, PDI Perjuangan Lima Puluh Kota kini bersiap tampil lebih agresif di tengah masyarakat menguji sejauh mana kerja nyata mampu mengembalikan dan memperkuat kepercayaan rakyat.(rio)









