Lima Puluh Kota — Sejumlah warga terdampak bencana tanah bergerak di Aie Angke, Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunuang Omeh, mengeluhkan belum menerima bantuan meski distribusi disebut telah beberapa kali dilakukan di wilayah mereka.
Keluhan itu disampaikan langsung kepada Bupati Lima Puluh Kota, Safni, saat kunjungan dan dialog bersama warga, Jumat (24/4/2026).
Salah seorang warga mengaku hingga kini belum pernah memperoleh bantuan, meski saat ini tinggal di hunian sementara (huntara).
“Saya tinggal di huntara, Pak. Tapi belum pernah dapat bantuan sekalipun. Padahal bantuan sudah beberapa kali masuk ke jorong kami,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Safni menyatakan akan segera mengambil langkah konkret untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
Ia menginstruksikan seluruh jajaran terkait untuk melakukan sinkronisasi serta pemutakhiran data penerima bantuan.
“Saya instruksikan pemutakhiran data terhadap 76 korban terdampak melalui Disdukcapil. Per hari ini, seluruh data sudah dimasukkan setelah melalui proses verifikasi,” kata Safni.
Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas persoalan yang terjadi dalam penyaluran bantuan tersebut.
Lebih lanjut, Safni menegaskan tidak akan mentolerir kelalaian aparatur dalam penanganan bencana. Ia bahkan mengancam akan mencopot pihak-pihak yang terbukti lalai dalam menjalankan tugas.
“Jika ini terbukti murni kesalahan dan kelalaian Satgas Bencana mulai dari BPBD, Dinas Perkim, Dinas Sosial hingga pihak kecamatan maka siap-siap akan saya berhentikan,” tegasnya.
Pemerintah daerah, lanjut Safni, berkomitmen untuk memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan haknya secara adil dan merata, terutama di tengah kondisi darurat yang masih dihadapi masyarakat di wilayah tersebut.(rio)









