Aksi Berulang di Sungai Kamuyang: Mandeknya Tindak Lanjut Temuan Inspektorat dan Lemahnya Pengawasan Nagari Disorot

- Editor

Rabu, 15 April 2026 - 13:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lima Puluh Kota — Aksi damai yang kembali digelar puluhan warga Nagari Sungai Kamuyang, Rabu (15/4/2026), membuka kembali pertanyaan besar: mengapa temuan Inspektorat terkait dugaan persoalan tata kelola keuangan nagari belum juga dituntaskan?

Aksi yang merupakan kali kedua ini tidak sekadar menjadi ruang penyampaian aspirasi, tetapi juga mencerminkan akumulasi kekecewaan publik terhadap lambannya respons institusi terkait. Massa yang mengatasnamakan Anak Nagari Sungai Kamuyang secara tegas mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) segera mengambil langkah konkret, termasuk memanggil pihak pelapor maupun terlapor.

Sorotan utama mengarah pada temuan Inspektorat yang disebut mencapai sekitar Rp500 juta dalam rentang tahun 2024 hingga 2026. Hingga kini, publik belum mendapatkan kejelasan sejauh mana proses pengembalian kerugian maupun potensi penindakan hukum berjalan.

Baca Juga :  Wakil Ketua Komisi B Afviandi : Hari Pers Nasional Momentum Penting untuk Mengokohkan Pilar Demokrasi

“Kalau memang ada temuan, di mana tindak lanjutnya? Apakah sudah dikembalikan, atau justru berhenti di meja pengawasan?” menjadi pertanyaan yang mengemuka di tengah massa aksi.

Selain itu, peran BAMUS (Badan Musyawarah) Nagari juga menjadi titik kritik. Sebagai lembaga yang memiliki fungsi pengawasan, BAMUS dinilai belum menunjukkan langkah tegas maupun transparansi kepada publik terkait perkembangan persoalan tersebut. Minimnya komunikasi dan sikap terbuka justru memperlebar ruang spekulasi di tengah masyarakat.

Di sisi lain, belum adanya pernyataan resmi dari Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota maupun pihak Wali Nagari Sungai Kamuyang memperkuat kesan bahwa persoalan ini berjalan tanpa kepastian arah penyelesaian.

Baca Juga :  Jejak Panjang Asrial Gindo: Dari Aktivis Reformasi, Pimpinan BAZNAS, Hingga Kembali Nahkodai PWI Bukittinggi

Pengamat tata kelola pemerintahan desa menilai, kondisi seperti ini berpotensi memperlemah kepercayaan publik terhadap sistem pengawasan internal pemerintah daerah. “Jika temuan Inspektorat tidak ditindaklanjuti secara transparan dan akuntabel, maka fungsi pengawasan menjadi kehilangan makna,” ujarnya.

Aksi yang berlangsung tertib di bawah pengawalan aparat kepolisian ini juga membawa tuntutan politis: desakan agar Wali Nagari Sungai Kamuyang mundur dari jabatannya. Namun lebih dari itu, yang mengemuka adalah tuntutan atas kejelasan, transparansi, dan akuntabilitas.

Kasus Sungai Kamuyang kini menjadi ujian bagi komitmen pemerintah daerah dan aparat penegak hukum dalam menindaklanjuti hasil pengawasan. Tanpa langkah nyata, aksi serupa berpotensi terus berulang menandakan bahwa persoalan yang ada belum benar-benar diselesaikan.(rio)

Berita Terkait

Yuliansof Soroti Persoalan Sampah di Tigo Balai, Pemkab Lima Puluh Kota Diminta Segera Berikan Solusi
Nagari Balai Panjang Masuk Penjaringan Nasional 2026, Wali Nagari Idris Optimistis Tunjukkan Inovasi dan Potensi Nagari
Baru Selesai Diperbaiki, Kualitas Aspal Jalan Koto Tangah–Simalanggang Dipertanyakan, Dinas PUPR dan Bupati Disorot
Sampah Menggunung, Kejelasan Menghilang! Beni Murdani Desak Pemkab Lima Puluh Kota Buka-Bukaan!
Lindungi Kekayaan Lokal, Pemkab Limapuluh Kota Siapkan Kopi Robusta dan Tembakau Bersertifikat Indikasi Geografis
Rehabilitasi SDN 02 Sialang Bernilai Rp471,5 Juta, CV Ulakten Targetkan Rampung Tepat Waktu
HUT ke-62 Partai Golkar, Datuak Safar dan Anggota DPRD, Kunjungi Panti Jompo dan Panti Asuhan
Sampah Tutupi Jalan di Tigo Balai, Warga Hadang Truk: 19 Tahun Menunggu, Janji TPST Tak Kunjung Terwujud

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 19:11 WIB

Yuliansof Soroti Persoalan Sampah di Tigo Balai, Pemkab Lima Puluh Kota Diminta Segera Berikan Solusi

Rabu, 4 November 2026 - 17:18 WIB

Nagari Balai Panjang Masuk Penjaringan Nasional 2026, Wali Nagari Idris Optimistis Tunjukkan Inovasi dan Potensi Nagari

Rabu, 4 November 2026 - 16:33 WIB

Baru Selesai Diperbaiki, Kualitas Aspal Jalan Koto Tangah–Simalanggang Dipertanyakan, Dinas PUPR dan Bupati Disorot

Selasa, 3 November 2026 - 21:05 WIB

Sampah Menggunung, Kejelasan Menghilang! Beni Murdani Desak Pemkab Lima Puluh Kota Buka-Bukaan!

Selasa, 3 November 2026 - 12:18 WIB

Rehabilitasi SDN 02 Sialang Bernilai Rp471,5 Juta, CV Ulakten Targetkan Rampung Tepat Waktu

Berita Terbaru