Payakumbuh — Proses pemilihan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia Kota Payakumbuh mulai menjadi sorotan publik. Sejumlah kalangan menilai dinamika yang berkembang berpotensi memunculkan polemik, bahkan disebut-sebut menyerupai “drama” pada proses seleksi pejabat daerah sebelumnya.
Kekhawatiran itu menguat di tengah perbincangan masyarakat yang membandingkan pemilihan KONI dengan proses penentuan pimpinan di PDAM Tirta Sago beberapa waktu lalu. Saat itu, publik menilai proses seleksi sarat kepentingan dan dinilai tidak sepenuhnya transparan, meski pihak terkait telah membantah tudingan tersebut.
“Jangan sampai terulang lagi. KONI ini menyangkut masa depan olahraga, bukan kepentingan segelintir orang,” ujar salah seorang pemerhati olahraga di Payakumbuh yang enggan disebutkan namanya, Kamis (23/4).
Menurutnya, kekhawatiran publik bukan tanpa alasan. Minimnya informasi terkait tahapan pemilihan, kriteria calon, hingga mekanisme pengambilan keputusan dinilai membuka ruang spekulasi di tengah masyarakat.
Isu keterlibatan kelompok tertentu atau yang kerap disebut “elit istana” juga menjadi pembahasan. Meski belum ada bukti konkret, narasi tersebut berkembang seiring munculnya nama-nama yang dianggap memiliki kedekatan dengan lingkaran kekuasaan.
Sejumlah pengurus cabang olahraga (cabor) juga mulai mempertanyakan sejauh mana mereka dilibatkan dalam proses pemilihan. Padahal, secara struktur, KONI merupakan wadah yang menaungi berbagai cabor dan semestinya menjunjung tinggi prinsip partisipatif.
Di sisi lain, sejumlah pihak mengingatkan agar publik tidak terburu-buru menarik kesimpulan. Mereka menilai proses pemilihan masih berjalan dan semua pihak sebaiknya mengedepankan asas praduga tak bersalah.
“Perlu kita kawal bersama, tapi juga harus objektif. Jangan sampai opini berkembang tanpa dasar yang jelas,” kata seorang tokoh masyarakat setempat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari panitia atau pihak terkait mengenai mekanisme final pemilihan Ketua KONI Payakumbuh. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan.
Transparansi dan akuntabilitas dinilai menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan publik. Banyak pihak berharap, proses pemilihan kali ini dapat berjalan terbuka, adil, dan benar-benar menghasilkan figur yang mampu memajukan olahraga di Kota Payakumbuh.(rio)









