Nenan Terjebak Janji: Infrastruktur Rusak, Pemerintah Sibuk Pencitraan

- Editor

Minggu, 19 April 2026 - 16:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Riki Hidayat

Ketua Setwil FPII Sumbar

Pembangunan kerap dipromosikan sebagai simbol kehadiran negara hingga ke pelosok. Namun di Jorong Nenan, Nagari Maek, Kecamatan Bukit Barisan, Kabupaten Limapuluh Kota, narasi itu terasa kontras dengan realitas di lapangan.

Sebagai wilayah dengan mayoritas penduduk berprofesi sebagai petani, akses jalan menjadi kebutuhan utama yang menentukan kelancaran distribusi hasil tani. Sayangnya, hingga kini kondisi infrastruktur di Nenan masih jauh dari layak. Jalan yang rusak dan sulit dilalui menjadi hambatan nyata bagi warga dalam menjalankan aktivitas ekonomi sehari-hari.

Situasi ini bukan sekadar persoalan teknis, melainkan menyangkut efektivitas kebijakan pembangunan yang selama ini digaungkan pemerintah. Ketika akses dasar seperti jalan belum terpenuhi, maka wajar jika muncul pertanyaan tentang prioritas dan pemerataan pembangunan di daerah.

Baca Juga :  Wirman Putra ; Pasa Pabukoan Kuliner Khas danTradisi Ramadhan

Di satu sisi, pemerintah kerap menyampaikan komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan infrastruktur. Namun di sisi lain, kondisi yang dialami warga Nenan menunjukkan masih adanya kesenjangan antara perencanaan dan implementasi.

Petani sebagai tulang punggung ekonomi lokal seharusnya mendapatkan dukungan konkret, terutama dalam hal akses distribusi. Tanpa infrastruktur yang memadai, potensi ekonomi yang ada justru terhambat dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga :  Bank Nagari Resmi Luncurkan Super Apps Ollin by Nagari

Momentum ini semestinya menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah maupun pihak terkait. Evaluasi terhadap program pembangunan perlu dilakukan secara menyeluruh, agar tidak ada wilayah yang tertinggal atau terabaikan.

Pembangunan yang ideal bukan hanya terlihat di pusat-pusat kota atau proyek-proyek besar, tetapi juga dirasakan secara nyata oleh masyarakat di tingkat paling bawah. Nenan adalah pengingat bahwa masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.

Jika pemerataan pembangunan benar-benar menjadi tujuan, maka memastikan akses jalan yang layak bagi warga Nenan bukan lagi pilihan, melainkan keharusan.

Berita Terkait

Kejari Payakumbuh Selidiki Dugaan Korupsi Pengadaan Tanah Rp41 Miliar di Pakan Sinayan
Muhammad Iqbal Pimpin DPW PPP Sumbar 2026–2031, Susunan Pengurus Resmi Ditetapkan
Polsek Harau Amankan Tersangka Pencurian Mesin Jahit di Lubuak Batingkok
Kunker DPRD Meranti, Satpol PP Lima Puluh Kota Jadi Rujukan Penguatan Kinerja
Pemulihan Pascabencana Dikebut, 47 Huntap Mulai Dibangun di Lima Puluh Kota
Aksi Berulang di Sungai Kamuyang: Mandeknya Tindak Lanjut Temuan Inspektorat dan Lemahnya Pengawasan Nagari Disorot
Wakil Wali Kota Payakumbuh Hadiri Paripurna HUT ke-185 Lima Puluh Kota, Perkuat Ikatan Luhak Limo Puluah
Wali Nagari Balai Panjang Idris Ajak Warga Bergerak Nyata di Hari Bumi 2026

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 16:22 WIB

Nenan Terjebak Janji: Infrastruktur Rusak, Pemerintah Sibuk Pencitraan

Sabtu, 18 April 2026 - 16:54 WIB

Kejari Payakumbuh Selidiki Dugaan Korupsi Pengadaan Tanah Rp41 Miliar di Pakan Sinayan

Kamis, 16 April 2026 - 15:23 WIB

Muhammad Iqbal Pimpin DPW PPP Sumbar 2026–2031, Susunan Pengurus Resmi Ditetapkan

Kamis, 16 April 2026 - 10:28 WIB

Polsek Harau Amankan Tersangka Pencurian Mesin Jahit di Lubuak Batingkok

Kamis, 16 April 2026 - 09:45 WIB

Pemulihan Pascabencana Dikebut, 47 Huntap Mulai Dibangun di Lima Puluh Kota

Berita Terbaru

Lima Puluh Kota

Nenan Terjebak Janji: Infrastruktur Rusak, Pemerintah Sibuk Pencitraan

Minggu, 19 Apr 2026 - 16:22 WIB

Lima Puluh Kota

Polsek Harau Amankan Tersangka Pencurian Mesin Jahit di Lubuak Batingkok

Kamis, 16 Apr 2026 - 10:28 WIB