Sekolah Nyaris Runtuh, Elite Asyik Berkilau: Siapa yang Sebenarnya Dilayani?

- Editor

Selasa, 21 April 2026 - 15:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Riki Hidayat

Ketua Setwil FPII Sumbar

Di Nagari Galugua, Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Limapuluh Kota, berdiri sebuah ironi yang menampar nurani: SMPN 4 Kapur IX. Sekolah ini bukan sekadar bangunan pendidikan. ia adalah potret nyata bagaimana negara bisa abai terhadap masa depan anak-anaknya sendiri.

Di saat siswa belajar dalam keterbatasan fasilitas, bergulat dengan jaringan sinyal yang nyaris tak ada, dan menjalani proses pendidikan jauh dari kata layak, publik justru disuguhi kabar yang mencederai akal sehat: dugaan pembelian mobil dinas mewah oleh pimpinan DPRD.

Pertanyaannya sederhana: untuk siapa sebenarnya kekuasaan itu dijalankan?

Jika anggaran daerah masih mampu membiayai kendaraan mewah, tetapi tak sanggup menghadirkan ruang belajar yang layak, maka yang bermasalah bukan sekadar kebijakan, melainkan moral pengambil keputusan. Ini bukan lagi soal prioritas yang keliru, tapi indikasi nyata dari matinya empati dalam birokrasi.

Baca Juga :  BEJAT! Pria di Situjuh Setubuhi Anak Kandung hingga Hamil 7 Bulan, Tersangka Telah Diamankan Polisi

Pendidikan selalu dielu-elukan sebagai kunci masa depan. Namun di Kapur IX, kata-kata itu terasa kosong. Bagaimana mungkin kita berbicara tentang generasi emas, sementara anak-anak di pelosok masih belajar dalam kondisi yang nyaris tak manusiawi?

Pemerintah daerah dan DPRD tidak bisa terus berlindung di balik dalih prosedur dan keterbatasan anggaran. Fakta di lapangan menunjukkan ada yang timpang. Ketika kebutuhan dasar seperti pendidikan terabaikan, sementara gaya hidup pejabat justru meningkat, maka publik berhak curiga: ada yang salah dalam tata kelola.

Lebih dari itu, ini adalah soal keberpihakan. Apakah kekuasaan digunakan untuk melayani rakyat, atau justru untuk melayani kenyamanan segelintir elite?

Kondisi SMPN 4 Kapur IX harus menjadi alarm keras. Bukan sekadar untuk diperbaiki secara fisik, tetapi juga untuk menggugah kesadaran para pemegang kebijakan. Bahwa jabatan bukan fasilitas, melainkan amanah. Bahwa setiap rupiah anggaran adalah tanggung jawab moral, bukan ruang untuk kemewahan.

Baca Juga :  Dampingi Wakil Gubernur Safari di Andiang, Bupati Safni dan Wabup Rito Puji Perhatian Pemprov ke Lima Puluh Kota

Jika hari ini sekolah dibiarkan dalam kondisi memprihatinkan, maka sesungguhnya kita sedang membiarkan masa depan ikut runtuh.

Dan jika para pemimpin masih memilih diam, maka publik tidak boleh ikut bungkam. Kritik harus terus disuarakan, karena dalam diam, ketidakadilan justru menemukan ruangnya untuk tumbuh.

Sudah saatnya DPRD dan Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota menjawab dengan tindakan nyata, bukan sekadar klarifikasi normatif. Transparansi anggaran harus dibuka, prioritas pembangunan harus ditata ulang, dan yang paling penting: kembalikan hati nurani dalam setiap kebijakan.

Sebab ketika sekolah dibiarkan rusak, sesungguhnya yang hancur bukan hanya bangunan tetapi juga harapan.

Berita Terkait

Borong Tiga Penghargaan! BPTU HPT Padang Mengatas Tunjukkan Kinerja Keuangan Berkelas
Dinas TPHP Lima Puluh Kota Matangkan Pelaksanaan Program Pertanian APBN dan APBD 2026, Siapkan Berbagai Bantuan untuk Petani
Tim Wasev Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol Tinjau Pelaksanaan TMMD ke-129 Kodim 0306/50 Kota
Ketika TNI dan Rakyat Membangun Harapan di Sarilamak: Kisah TMMD yang Mengubah Wajah Nagari
Rp13,8 Miliar Digelontorkan ke Sejumlah Ruas Jalan Akabiluru, Warga Jalan Rusak Pertanyakan Skala Prioritas Pemkab
Pohon Pisang Jadi Simbol Protes, Jalan Rusak di Lima Puluh Kota Kian Mempermalukan Kinerja Pemkab
Di Bawah Tebing Harau, Kader Demokrat Memungut Sampah dan Menanam Harapan untuk Alam
Digerebek di Homestay, Satresnarkoba Polres 50 Kota Amankan Tiga Terduga Pelaku Penyalahgunaan Sabu dan Ganja

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 19:32 WIB

Borong Tiga Penghargaan! BPTU HPT Padang Mengatas Tunjukkan Kinerja Keuangan Berkelas

Selasa, 4 Agustus 2026 - 15:44 WIB

Dinas TPHP Lima Puluh Kota Matangkan Pelaksanaan Program Pertanian APBN dan APBD 2026, Siapkan Berbagai Bantuan untuk Petani

Minggu, 2 Agustus 2026 - 18:10 WIB

Ketika TNI dan Rakyat Membangun Harapan di Sarilamak: Kisah TMMD yang Mengubah Wajah Nagari

Minggu, 2 Agustus 2026 - 16:08 WIB

Rp13,8 Miliar Digelontorkan ke Sejumlah Ruas Jalan Akabiluru, Warga Jalan Rusak Pertanyakan Skala Prioritas Pemkab

Minggu, 2 Agustus 2026 - 15:02 WIB

Pohon Pisang Jadi Simbol Protes, Jalan Rusak di Lima Puluh Kota Kian Mempermalukan Kinerja Pemkab

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page