PPP Soroti PAD, SILPA dan Kesejahteraan Guru Nonformal dalam Pertanggungjawaban APBD 2025

- Editor

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAYAKUMBUH – Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD Kota Payakumbuh melalui juru bicaranya, H. Irman, Dt. Pangulu Sati, menyampaikan sejumlah catatan kritis terhadap Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 dalam rapat paripurna DPRD Kota Payakumbuh, Selasa (23/6/2026).

Meski pada akhirnya Fraksi PPP menyatakan menerima dan menyetujui Ranperda tersebut untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah, fraksi tersebut menegaskan masih terdapat berbagai persoalan yang perlu menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Payakumbuh ke depan.

Dalam pandangan akhirnya, Fraksi PPP mengapresiasi penyusunan laporan keuangan Pemerintah Kota Payakumbuh yang dinilai telah disajikan secara transparan dan akuntabel. Namun, menurut PPP, capaian administrasi tersebut harus sejalan dengan peningkatan kualitas pelayanan publik yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Salah satu sorotan utama PPP adalah masih belum optimalnya realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Fraksi PPP menilai masih banyak potensi pendapatan yang belum tergarap maksimal sehingga pemerintah daerah perlu lebih kreatif dan inovatif dalam menggali sumber-sumber pendapatan baru.

Selain itu, PPP juga meminta pengawasan terhadap sektor pajak dan retribusi daerah diperkuat agar target pendapatan yang telah ditetapkan dapat tercapai tanpa membebani masyarakat kecil.

Baca Juga :  Dandim 0306/50 Kota Pererat Sinergi dengan Insan Pers, Kunjungi Balai Wartawan Luak Limopuluah

Kritik berikutnya diarahkan pada besarnya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) Tahun 2025. Menurut Fraksi PPP, tingginya SILPA menunjukkan adanya program yang tidak berjalan secara maksimal atau perencanaan yang belum matang.

PPP menilai anggaran yang tidak terserap seharusnya dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan masyarakat yang lebih mendesak. Karena itu, evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program kerja di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dinilai perlu dilakukan.

Dalam sektor pembangunan, Fraksi PPP juga menekankan pentingnya mengarahkan belanja modal pada program-program yang memiliki dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat. Infrastruktur yang dibangun harus mampu mendorong aktivitas ekonomi rakyat, sementara kualitas pelayanan kesehatan dan pendidikan juga harus terus ditingkatkan.

Tidak hanya itu, PPP turut menyoroti kesejahteraan tenaga pendidik nonformal seperti guru PAUD, guru TPA/TPQ dan gharim masjid. Fraksi PPP meminta pemerintah daerah menyusun kebijakan yang dapat meningkatkan kesejahteraan mereka tanpa bertentangan dengan regulasi yang berlaku.

Baca Juga :  Fitrayanto,SE., Mengucapkan Selamat Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H / 2025 M

Pada sektor ekonomi kerakyatan, PPP menilai program pemberdayaan UMKM harus mendapat perhatian lebih besar. Bantuan permodalan, pelatihan usaha dan perluasan akses pasar dinilai harus memperoleh dukungan anggaran yang memadai serta pengawasan yang ketat agar benar-benar memberikan manfaat kepada pelaku usaha kecil.

Fraksi PPP juga mendorong Pemerintah Kota Payakumbuh memperkuat program pendidikan berbasis nilai-nilai agama dan budaya Minangkabau melalui konsep Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK). Selain itu, pemerintah juga diminta meningkatkan program pemberdayaan sosial dan kepemudaan guna menekan kenakalan remaja serta memperkuat pengawasan di lingkungan masyarakat dan ruang publik.

Menutup pandangannya, H. Irman, Dt. Pangulu Sati menegaskan bahwa seluruh catatan yang disampaikan Fraksi PPP merupakan bentuk fungsi pengawasan DPRD agar pengelolaan keuangan daerah semakin efektif, akuntabel dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.

“Pertanggungjawaban APBD tidak boleh berhenti pada laporan administrasi semata. Yang lebih penting adalah sejauh mana anggaran yang telah dibelanjakan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjawab kebutuhan rakyat,” tegasnya.(rio)

Berita Terkait

Hujan Iringi Pelepasan Jenazah Kadisnakerin Payakumbuh Yasril, Birokrat Senior Tutup Usia 57 Tahun
Kontrak PPPK Paruh Waktu Payakumbuh Tak Lagi Sekadar Formalitas, Kinerja Jadi Penentu
Petani Berdasi Mulai Bergerak, Pemko Payakumbuh Libatkan ASN Kendalikan Inflasi dari Halaman Kantor
Tinggal Sepekan, Panitia Konfercab dan OKK PWI Payakumbuh–Lima Puluh Kota Gaspol Matangkan Persiapan
Zulmaeta Tegaskan ASN Bukan Pemburu Sertifikat: Kompetensi Harus Dibuktikan dengan Kinerja Nyata
BPK Soroti Tata Kelola Sampah Payakumbuh, Open Dumping dan Risiko Gas Metana Jadi Perhatian
Pemko Payakumbuh Bongkar Masalah Pupuk Bersubsidi: Data Bermasalah hingga Dugaan Pungutan Tambahan
Pemko Payakumbuh Perketat Pengawasan Dana Revitalisasi Pendidikan, 250 Pengelola Anggaran Diberi Peringatan

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 22:03 WIB

Hujan Iringi Pelepasan Jenazah Kadisnakerin Payakumbuh Yasril, Birokrat Senior Tutup Usia 57 Tahun

Jumat, 18 September 2026 - 21:58 WIB

Kontrak PPPK Paruh Waktu Payakumbuh Tak Lagi Sekadar Formalitas, Kinerja Jadi Penentu

Jumat, 18 September 2026 - 21:50 WIB

Petani Berdasi Mulai Bergerak, Pemko Payakumbuh Libatkan ASN Kendalikan Inflasi dari Halaman Kantor

Kamis, 17 September 2026 - 21:51 WIB

Zulmaeta Tegaskan ASN Bukan Pemburu Sertifikat: Kompetensi Harus Dibuktikan dengan Kinerja Nyata

Kamis, 17 September 2026 - 21:49 WIB

BPK Soroti Tata Kelola Sampah Payakumbuh, Open Dumping dan Risiko Gas Metana Jadi Perhatian

Berita Terbaru