Nagari Balai Panjang Jadi Tuan Rumah Peringatan Hari Bumi 2026, Dorong Aksi Nyata Selamatkan Lingkungan

- Editor

Minggu, 26 April 2026 - 15:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lima Puluh Kota — Nagari Balai Panjang, Kecamatan Lareh Sago Halaban (LASAHAN), Kabupaten Lima Puluh Kota menjadi tuan rumah peringatan Hari Bumi Sedunia 2026 yang digelar di kawasan Camping dan Pemandian Lembah Mangkisi, Minggu (26/4/2026) pagi.

Kegiatan ini dihadiri ratusan masyarakat dari berbagai unsur, mulai dari jajaran pemerintah daerah, Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat, SAR, Dinas Lingkungan Hidup, unsur FORKOPIMCA, hingga tokoh masyarakat.

Walinagari Balai Panjang Idris dalam laporannya menyampaikan bahwa peringatan Hari Bumi ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan di tingkat nagari. Ia menegaskan pentingnya kesadaran bersama dalam menjaga bumi sebagai tempat hidup manusia.

“Bumi adalah tempat kita hidup dan berpijak. Momentum ini harus menjadi pengingat untuk terus menjaga, memelihara, dan mengembangkan lingkungan,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan rencana penyusunan Peraturan Nagari sebagai langkah konkret dalam menyelamatkan hutan dan lingkungan. Menurutnya, kesadaran masyarakat sangat penting agar tidak tergiur mengeksploitasi alam demi keuntungan jangka pendek.

“Jangan sampai hutan kita rusak hanya karena nilai ekonomi sesaat. Mari kita jaga lingkungan untuk masa depan,” tegasnya.

Baca Juga :  Kodim 0306/50 Kota Pastikan Tidak Ada Kasus Keracunan MBG di Kota Payakumbuh dan Kabupaten 50 Kota

Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat yang diwakili Kabid PDAS RHL, Bambang Suyono, menyoroti kondisi kerusakan lingkungan yang semakin mengkhawatirkan dan berdampak pada perubahan iklim global.

“Kerusakan bumi memicu perubahan iklim. Karena itu, perlu langkah adaptasi dan mitigasi, salah satunya melalui penanaman pohon,” jelasnya.

Ia menambahkan, upaya menjaga lingkungan membutuhkan keterlibatan semua pihak. Pemerintah, katanya, telah menyiapkan berbagai program berbasis masyarakat untuk mendukung pelestarian lingkungan.

Bupati Lima Puluh Kota yang diwakili Camat Lareh Sago Halaban, Wahyu Marmora, juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian lingkungan demi keberlanjutan generasi mendatang.

“Peringatan Hari Bumi ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Pemerintah daerah berkomitmen menjaga lingkungan,” ujarnya.

Mengusung tema “Bumi Kita, Tanggung Jawab Kita, Masa Depan Kita”, kegiatan ini ditandai dengan aksi penanaman berbagai jenis pohon di kawasan Lembah Mangkisi.

Selain itu, dalam sesi sosialisasi, disampaikan bahwa perubahan iklim merupakan isu global yang membutuhkan aksi bersama. Upaya pengendalian kenaikan suhu bumi secara internasional ditargetkan tidak melebihi 1,5 derajat Celsius, sehingga peran daerah menjadi sangat penting.

Baca Juga :  Zigo Rolanda: Enam Daerah Irigasi di Kabupaten Limapuluh Kota Bakal Direhabilitasi

Dalam menghadapi perubahan iklim, terdapat dua pendekatan utama, yakni adaptasi dan mitigasi. Namun, mitigasi dinilai sebagai langkah paling strategis, terutama melalui peningkatan cadangan karbon.

Penanaman pohon disebut sebagai solusi paling efektif dan terjangkau dalam menyerap karbon dibandingkan teknologi lain yang membutuhkan biaya tinggi.

Untuk mendukung hal tersebut, Dinas Kehutanan menyediakan sejumlah program bagi masyarakat, seperti Kebun Bibit Rakyat (KBR) dengan dukungan dana hingga Rp50 juta per kelompok, bantuan bibit unggul produktif seperti durian, jengkol, dan petai, serta program penanaman berbasis kelompok dengan pemanfaatan lahan 20–30 hektare.

Masyarakat yang ingin mengikuti program tersebut dapat mengajukan proposal ke Dinas Kehutanan sesuai persyaratan yang berlaku.

Kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari gerakan berkelanjutan dalam menjaga lingkungan, sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi tantangan perubahan iklim di masa depan.(rio)

Berita Terkait

Yuliansof Soroti Persoalan Sampah di Tigo Balai, Pemkab Lima Puluh Kota Diminta Segera Berikan Solusi
Nagari Balai Panjang Masuk Penjaringan Nasional 2026, Wali Nagari Idris Optimistis Tunjukkan Inovasi dan Potensi Nagari
Baru Selesai Diperbaiki, Kualitas Aspal Jalan Koto Tangah–Simalanggang Dipertanyakan, Dinas PUPR dan Bupati Disorot
Sampah Menggunung, Kejelasan Menghilang! Beni Murdani Desak Pemkab Lima Puluh Kota Buka-Bukaan!
Lindungi Kekayaan Lokal, Pemkab Limapuluh Kota Siapkan Kopi Robusta dan Tembakau Bersertifikat Indikasi Geografis
Rehabilitasi SDN 02 Sialang Bernilai Rp471,5 Juta, CV Ulakten Targetkan Rampung Tepat Waktu
HUT ke-62 Partai Golkar, Datuak Safar dan Anggota DPRD, Kunjungi Panti Jompo dan Panti Asuhan
Sampah Tutupi Jalan di Tigo Balai, Warga Hadang Truk: 19 Tahun Menunggu, Janji TPST Tak Kunjung Terwujud

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 19:11 WIB

Yuliansof Soroti Persoalan Sampah di Tigo Balai, Pemkab Lima Puluh Kota Diminta Segera Berikan Solusi

Rabu, 4 November 2026 - 17:18 WIB

Nagari Balai Panjang Masuk Penjaringan Nasional 2026, Wali Nagari Idris Optimistis Tunjukkan Inovasi dan Potensi Nagari

Rabu, 4 November 2026 - 16:33 WIB

Baru Selesai Diperbaiki, Kualitas Aspal Jalan Koto Tangah–Simalanggang Dipertanyakan, Dinas PUPR dan Bupati Disorot

Selasa, 3 November 2026 - 21:05 WIB

Sampah Menggunung, Kejelasan Menghilang! Beni Murdani Desak Pemkab Lima Puluh Kota Buka-Bukaan!

Selasa, 3 November 2026 - 12:18 WIB

Rehabilitasi SDN 02 Sialang Bernilai Rp471,5 Juta, CV Ulakten Targetkan Rampung Tepat Waktu

Berita Terbaru