Tamparan Keras: Pemerintah Sibuk Seremoni, Rakyat Dipaksa Bertahan Sendiri

- Editor

Kamis, 23 April 2026 - 10:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Riki Hidayat

Ketua Setwil FPII Sumbar

Kalau pemerintah daerah masih punya rasa malu, tulisan ini seharusnya cukup untuk membuat mereka berhenti sejenak lalu bertanya: apa yang sebenarnya sedang kami kerjakan?

Di Kabupaten Lima Puluh Kota, panggung kekuasaan tampak lebih hidup daripada kehidupan rakyatnya sendiri. Seremoni digelar, spanduk dibentangkan, pidato disampaikan seolah semuanya baik-baik saja. Padahal, di wilayah seperti Galugua, Maek, dan Nenan, kenyataannya telanjang: negara nyaris tidak hadir.

Anak-anak di sana tidak sedang menunggu seremoni. Mereka mempertaruhkan keselamatan hanya untuk sampai ke sekolah. Mereka belajar dalam keterbatasan yang seharusnya sudah lama diselesaikan. Ini bukan cerita dramatis ini potret kegagalan yang dibiarkan berlangsung setiap hari.

Dan pemerintah? Masih sibuk memoles wajah.

Ini bukan lagi soal lalai. Ini pembiaran yang disengaja. Ketika masalah sudah jelas terlihat, sudah berulang kali disuarakan, namun tetap tidak menjadi prioritas, maka itu bukan ketidaktahuan itu pilihan. Pilihan untuk tidak peduli.

Baca Juga :  Bupati H. Safni Apresiasi Peserta Bimtek Guru Pembina Tahfizh SD di Guguak dan Akabiluru

DPRD yang seharusnya menjadi penyeimbang justru kehilangan taring. Fungsi pengawasan seakan hanya formalitas, tidak lebih dari stempel yang mengesahkan rutinitas tanpa arah. Tidak ada tekanan, tidak ada keberanian, tidak ada keberpihakan yang nyata.

Sementara itu, rakyat di pelosok terus dipaksa bertahan dengan cara mereka sendiri. Mereka memperbaiki jalan seadanya, mencari sinyal ke bukit, menyekolahkan anak dengan segala risiko. Mereka bekerja keras, sementara pemerintah sibuk bertepuk tangan untuk dirinya sendiri.

Ini ironi yang memalukan.

Jangan lagi bicara keterbatasan anggaran. Masalahnya bukan pada jumlah uang, tapi pada keberanian menentukan prioritas. Ketika yang didahulukan adalah seremoni dan pencitraan, maka jelas rakyat hanya menjadi latar belakang bukan tujuan pembangunan.

Baca Juga :  HUT TNI dan PMI ke 80, Kodim 0306/50 Kota Bersama PMI Kabupaten 50 Kota Gelar Baksos Donor Darah dan pemeriksaan Kesehatan Gratis

Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka pemerintah daerah dan DPRD bukan hanya gagal. mereka sedang kehilangan legitimasi moral di mata rakyatnya sendiri.

Ini tamparan keras: berhenti bermain sandiwara.

Rakyat tidak butuh panggung. Mereka butuh kehadiran. Mereka butuh tindakan. Mereka butuh bukti bahwa negara tidak hanya ada di baliho, tetapi benar-benar hadir di jalan berlumpur, di sekolah yang nyaris roboh, di kehidupan yang selama ini kalian abaikan.

Kalau tidak mampu, jujurlah. Tapi kalau masih memilih diam dan sibuk dengan seremoni, maka bersiaplah, karena kesabaran rakyat tidak akan selamanya bisa dibungkam.

Berita Terkait

Borong Tiga Penghargaan! BPTU HPT Padang Mengatas Tunjukkan Kinerja Keuangan Berkelas
Dinas TPHP Lima Puluh Kota Matangkan Pelaksanaan Program Pertanian APBN dan APBD 2026, Siapkan Berbagai Bantuan untuk Petani
Tim Wasev Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol Tinjau Pelaksanaan TMMD ke-129 Kodim 0306/50 Kota
Ketika TNI dan Rakyat Membangun Harapan di Sarilamak: Kisah TMMD yang Mengubah Wajah Nagari
Rp13,8 Miliar Digelontorkan ke Sejumlah Ruas Jalan Akabiluru, Warga Jalan Rusak Pertanyakan Skala Prioritas Pemkab
Pohon Pisang Jadi Simbol Protes, Jalan Rusak di Lima Puluh Kota Kian Mempermalukan Kinerja Pemkab
Di Bawah Tebing Harau, Kader Demokrat Memungut Sampah dan Menanam Harapan untuk Alam
Digerebek di Homestay, Satresnarkoba Polres 50 Kota Amankan Tiga Terduga Pelaku Penyalahgunaan Sabu dan Ganja

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 19:32 WIB

Borong Tiga Penghargaan! BPTU HPT Padang Mengatas Tunjukkan Kinerja Keuangan Berkelas

Selasa, 4 Agustus 2026 - 15:44 WIB

Dinas TPHP Lima Puluh Kota Matangkan Pelaksanaan Program Pertanian APBN dan APBD 2026, Siapkan Berbagai Bantuan untuk Petani

Minggu, 2 Agustus 2026 - 18:10 WIB

Ketika TNI dan Rakyat Membangun Harapan di Sarilamak: Kisah TMMD yang Mengubah Wajah Nagari

Minggu, 2 Agustus 2026 - 16:08 WIB

Rp13,8 Miliar Digelontorkan ke Sejumlah Ruas Jalan Akabiluru, Warga Jalan Rusak Pertanyakan Skala Prioritas Pemkab

Minggu, 2 Agustus 2026 - 15:02 WIB

Pohon Pisang Jadi Simbol Protes, Jalan Rusak di Lima Puluh Kota Kian Mempermalukan Kinerja Pemkab

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page