125 Personel Lintas Instansi Uji Kesiapsiagaan Bencana di Payakumbuh, Wawako: Detik Awal Penentu Hidup dan Mati

- Editor

Selasa, 28 April 2026 - 10:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Payakumbuh — Sebanyak 125 personel gabungan dari berbagai instansi dan relawan kebencanaan mengikuti Apel dan Gladi Kesiapsiagaan Bencana dalam rangka peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN), di kawasan samping Jembatan Surabaya, Balai Wilayah Sungai Sumatera V Batang Agam, Kota Payakumbuh, Ahad (26/4/2026).

Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, yang bertindak sebagai pembina apel menegaskan bahwa kesiapsiagaan bencana tidak boleh dimaknai sekadar seremoni tahunan, melainkan harus menjadi budaya yang tertanam dalam setiap lini.

“Kesiapsiagaan bukan sekadar slogan. Ini upaya antisipasi dan respons efektif yang harus dibangun sejak dini. Detik-detik awal saat bencana datang adalah penentu antara hidup dan mati,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat risiko bencana tertinggi di dunia. Berdasarkan The World Risk Report 2023, Indonesia berada di peringkat kedua dari 193 negara dengan tingkat kerentanan tinggi terhadap bencana.

Menurutnya, Kota Payakumbuh termasuk wilayah yang rawan bencana hidrometeorologi seperti cuaca ekstrem, banjir, hingga angin puting beliung. Karena itu, kegiatan gladi ini difokuskan untuk menguji kesiapan personel, kelayakan peralatan, serta efektivitas koordinasi lintas instansi.

Baca Juga :  Ratusan Gram Sabu Diamankan Polisi Saat Ungkap Kasus di Payakumbuh

Elzadaswarman meminta seluruh peserta menjadikan simulasi tersebut sebagai kondisi nyata.

“Ketajaman insting dan kecepatan koordinasi saudara akan menjadi tumpuan keselamatan warga Payakumbuh,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mitigasi bencana. Menurutnya, kesiapsiagaan tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah.

“Setiap keluarga minimal harus memiliki rencana evakuasi mandiri,” tambahnya.

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB itu dilanjutkan dengan simulasi penanganan darurat yang melibatkan berbagai peralatan dan armada operasional. Tercatat, dua unit ambulans dari Dinas Kesehatan, tiga motor trail dan satu armada pemadam dari Satpol PP dan Damkar, serta dua motor patroli dari Dinas Perhubungan turut dikerahkan dalam latihan tersebut.

Sebanyak 19 unsur terlibat dalam kegiatan ini, di antaranya BPBD Kota Payakumbuh, BASARNAS, PMI, ORARI, RAPI, TAGANA dari Dinas Sosial, Pramuka, hingga Koordinator Kampung Siaga Bencana (KSB) dari lima kecamatan.

Baca Juga :  Wawako Payakumbuh Hadiri Khatam Quran di TPA Musala Lakuang

BPBD menjadi penyumbang personel terbanyak dengan 33 orang, disusul TAGANA (17 orang), Satpol PP dan Damkar (10 orang), serta Pramuka (10 orang).

Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan mengenakan pakaian dinas lapangan (PDL) atau atribut sesuai ketentuan masing-masing, termasuk kaus oranye bagi unsur KSB.

Sebagai informasi, pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana menetapkan 26 April sebagai Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional. Penetapan ini merujuk pada disahkannya Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, yang menjadi dasar sistem penanggulangan bencana di Indonesia.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kesiapsiagaan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi benar-benar terinternalisasi sebagai budaya kolektif demi meminimalkan risiko dan dampak bencana di tengah masyarakat.

Berita Terkait

Aspon Dedi “Popon” Ambil Formulir Calon Ketua PWI Payakumbuh–Lima Puluh Kota, Siap Bertarung untuk Periode Kedua
Hujan Iringi Pelepasan Jenazah Kadisnakerin Payakumbuh Yasril, Birokrat Senior Tutup Usia 57 Tahun
Kontrak PPPK Paruh Waktu Payakumbuh Tak Lagi Sekadar Formalitas, Kinerja Jadi Penentu
Petani Berdasi Mulai Bergerak, Pemko Payakumbuh Libatkan ASN Kendalikan Inflasi dari Halaman Kantor
Tinggal Sepekan, Panitia Konfercab dan OKK PWI Payakumbuh–Lima Puluh Kota Gaspol Matangkan Persiapan
Zulmaeta Tegaskan ASN Bukan Pemburu Sertifikat: Kompetensi Harus Dibuktikan dengan Kinerja Nyata
BPK Soroti Tata Kelola Sampah Payakumbuh, Open Dumping dan Risiko Gas Metana Jadi Perhatian
Pemko Payakumbuh Bongkar Masalah Pupuk Bersubsidi: Data Bermasalah hingga Dugaan Pungutan Tambahan

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 11:05 WIB

Aspon Dedi “Popon” Ambil Formulir Calon Ketua PWI Payakumbuh–Lima Puluh Kota, Siap Bertarung untuk Periode Kedua

Sabtu, 19 September 2026 - 22:03 WIB

Hujan Iringi Pelepasan Jenazah Kadisnakerin Payakumbuh Yasril, Birokrat Senior Tutup Usia 57 Tahun

Jumat, 18 September 2026 - 21:50 WIB

Petani Berdasi Mulai Bergerak, Pemko Payakumbuh Libatkan ASN Kendalikan Inflasi dari Halaman Kantor

Jumat, 18 September 2026 - 19:02 WIB

Tinggal Sepekan, Panitia Konfercab dan OKK PWI Payakumbuh–Lima Puluh Kota Gaspol Matangkan Persiapan

Kamis, 17 September 2026 - 21:51 WIB

Zulmaeta Tegaskan ASN Bukan Pemburu Sertifikat: Kompetensi Harus Dibuktikan dengan Kinerja Nyata

Berita Terbaru

Lima Puluh Kota

Arumi Family Kapur IX Sapu Bersih Dukate dan Liontin 3-0

Selasa, 22 Sep 2026 - 10:59 WIB