Payakumbuh — Penyerahan bantuan keuangan sebesar Rp1 miliar oleh Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta kepada Bupati Agam Benny Warlis di Rumah Dinas Wali Kota, Kamis (25/6/2026), memantik gelombang kritik di tengah masyarakat. Bukan karena semangat membantu daerah yang tertimpa bencana, tetapi karena dianggap dilakukan ketika kondisi ekonomi warga Payakumbuh sendiri masih jauh dari kata baik.
Tak hanya Kabupaten Agam, Pemko Payakumbuh juga mengalokasikan masing-masing Rp1 miliar untuk Kabupaten Lima Puluh Kota dan Kabupaten Aceh Singkil. Artinya, total Rp3 miliar uang daerah keluar dari kas Pemko Payakumbuh.
Kebijakan itu langsung memunculkan satu pertanyaan yang ramai diperbincangkan masyarakat: mengapa begitu mudah mengeluarkan miliaran rupiah untuk daerah lain, sementara masih banyak warga Payakumbuh yang mengeluhkan sulitnya ekonomi, lesunya usaha kecil, hingga minimnya program yang benar-benar menyentuh kebutuhan rakyat?
“Solidaritas memang penting. Tetapi pemerintah jangan sampai lebih sibuk menjadi pahlawan di daerah lain, sementara rakyatnya sendiri masih menunggu perhatian,” ujar salah seorang warga.
Menurut sejumlah masyarakat, persoalan utama bukan pada bantuan itu sendiri, melainkan pada skala prioritas. Di tengah tantangan ekonomi yang masih dirasakan masyarakat, pemerintah dinilai seharusnya lebih dulu memastikan pelaku UMKM bangkit, lapangan kerja bertambah, pasar rakyat bergairah, dan kesejahteraan warga meningkat.
Dengan nilai mencapai Rp3 miliar, anggaran tersebut dinilai dapat dimanfaatkan untuk program yang langsung menyentuh masyarakat, seperti bantuan modal usaha, pemberdayaan UMKM, pengurangan angka kemiskinan, hingga penciptaan lapangan kerja.
Keputusan tersebut pun memunculkan kritik tajam bahwa kepedulian kepada daerah lain tidak boleh membuat pemerintah lupa terhadap “rumahnya sendiri”. Sebab, masyarakat akan selalu menilai apakah pemerintah lebih mengutamakan pencitraan di luar daerah atau benar-benar fokus menyelesaikan persoalan yang dihadapi warganya.
Bencana memang mengajarkan arti kebersamaan. Namun bagi sebagian warga Payakumbuh, ada harapan yang lebih sederhana: sebelum membantu tetangga, pastikan dapur sendiri tidak sedang kekurangan.(rio)









