Saat Ekonomi Warga Masih Lesu, Pemko Payakumbuh Malah Gelontorkan Rp3 Miliar ke Daerah Lain

- Editor

Jumat, 26 Juni 2026 - 13:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Payakumbuh — Penyerahan bantuan keuangan sebesar Rp1 miliar oleh Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta kepada Bupati Agam Benny Warlis di Rumah Dinas Wali Kota, Kamis (25/6/2026), memantik gelombang kritik di tengah masyarakat. Bukan karena semangat membantu daerah yang tertimpa bencana, tetapi karena dianggap dilakukan ketika kondisi ekonomi warga Payakumbuh sendiri masih jauh dari kata baik.

Tak hanya Kabupaten Agam, Pemko Payakumbuh juga mengalokasikan masing-masing Rp1 miliar untuk Kabupaten Lima Puluh Kota dan Kabupaten Aceh Singkil. Artinya, total Rp3 miliar uang daerah keluar dari kas Pemko Payakumbuh.

Kebijakan itu langsung memunculkan satu pertanyaan yang ramai diperbincangkan masyarakat: mengapa begitu mudah mengeluarkan miliaran rupiah untuk daerah lain, sementara masih banyak warga Payakumbuh yang mengeluhkan sulitnya ekonomi, lesunya usaha kecil, hingga minimnya program yang benar-benar menyentuh kebutuhan rakyat?

Baca Juga :  Afviandi, S.Pt.Datuak Itam, Mengucapkan Selamat Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H / 2025 M

“Solidaritas memang penting. Tetapi pemerintah jangan sampai lebih sibuk menjadi pahlawan di daerah lain, sementara rakyatnya sendiri masih menunggu perhatian,” ujar salah seorang warga.

Menurut sejumlah masyarakat, persoalan utama bukan pada bantuan itu sendiri, melainkan pada skala prioritas. Di tengah tantangan ekonomi yang masih dirasakan masyarakat, pemerintah dinilai seharusnya lebih dulu memastikan pelaku UMKM bangkit, lapangan kerja bertambah, pasar rakyat bergairah, dan kesejahteraan warga meningkat.

Baca Juga :  Optimalkan Posyandu 6 SPM, Payolansek Perkuat Layanan Dasar bagi Masyarakat

Dengan nilai mencapai Rp3 miliar, anggaran tersebut dinilai dapat dimanfaatkan untuk program yang langsung menyentuh masyarakat, seperti bantuan modal usaha, pemberdayaan UMKM, pengurangan angka kemiskinan, hingga penciptaan lapangan kerja.

Keputusan tersebut pun memunculkan kritik tajam bahwa kepedulian kepada daerah lain tidak boleh membuat pemerintah lupa terhadap “rumahnya sendiri”. Sebab, masyarakat akan selalu menilai apakah pemerintah lebih mengutamakan pencitraan di luar daerah atau benar-benar fokus menyelesaikan persoalan yang dihadapi warganya.

Bencana memang mengajarkan arti kebersamaan. Namun bagi sebagian warga Payakumbuh, ada harapan yang lebih sederhana: sebelum membantu tetangga, pastikan dapur sendiri tidak sedang kekurangan.(rio)

Berita Terkait

Hujan Iringi Pelepasan Jenazah Kadisnakerin Payakumbuh Yasril, Birokrat Senior Tutup Usia 57 Tahun
Kontrak PPPK Paruh Waktu Payakumbuh Tak Lagi Sekadar Formalitas, Kinerja Jadi Penentu
Petani Berdasi Mulai Bergerak, Pemko Payakumbuh Libatkan ASN Kendalikan Inflasi dari Halaman Kantor
Tinggal Sepekan, Panitia Konfercab dan OKK PWI Payakumbuh–Lima Puluh Kota Gaspol Matangkan Persiapan
Zulmaeta Tegaskan ASN Bukan Pemburu Sertifikat: Kompetensi Harus Dibuktikan dengan Kinerja Nyata
BPK Soroti Tata Kelola Sampah Payakumbuh, Open Dumping dan Risiko Gas Metana Jadi Perhatian
Pemko Payakumbuh Bongkar Masalah Pupuk Bersubsidi: Data Bermasalah hingga Dugaan Pungutan Tambahan
Pemko Payakumbuh Perketat Pengawasan Dana Revitalisasi Pendidikan, 250 Pengelola Anggaran Diberi Peringatan

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 22:03 WIB

Hujan Iringi Pelepasan Jenazah Kadisnakerin Payakumbuh Yasril, Birokrat Senior Tutup Usia 57 Tahun

Jumat, 18 September 2026 - 21:58 WIB

Kontrak PPPK Paruh Waktu Payakumbuh Tak Lagi Sekadar Formalitas, Kinerja Jadi Penentu

Jumat, 18 September 2026 - 21:50 WIB

Petani Berdasi Mulai Bergerak, Pemko Payakumbuh Libatkan ASN Kendalikan Inflasi dari Halaman Kantor

Kamis, 17 September 2026 - 21:51 WIB

Zulmaeta Tegaskan ASN Bukan Pemburu Sertifikat: Kompetensi Harus Dibuktikan dengan Kinerja Nyata

Kamis, 17 September 2026 - 21:49 WIB

BPK Soroti Tata Kelola Sampah Payakumbuh, Open Dumping dan Risiko Gas Metana Jadi Perhatian

Berita Terbaru