Duka Petani Korban Bencana di Limapuluh Kota,  Panen Padi Seminggu Lagi Tinggal Mimpi

- Editor

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Limapuluh Kota — Bencana hidrometrologi yang terjadi di Kabupaten Limapuluh Kota,  dalam beberapa hari terakhir, tidak hanya memunculkan lubang besar mirip sinkhole dan berakibat fatal terhadap sejumlah infrastruktur umum. Tapi juga merusak puluhan hektare areal pertanian. Bahkan merusak tanaman padi yang siap untuk dipanen.

Diantara kawasan pertanian yang rusak akibat bencana ini berada di Jorong Sawahlaweh dan Jorong Sialang, Nagari Tungkar, serta Jorong Lokuang dan Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari.  Selain rusak karena longsor dan tanah terban, kawasan pertanian ini juga direndam banjir bandang dan luapan air sungai Batang Sandir.

Petani di Nagari Tungkar, Efa dan Yusni Ancok, sangat berharap bantuan dari pemerintah. Sebab, sawah garapan mereka, diketahui rusak akibat dilanda banjir bandang dan direndam luapan air Sungai Batang Sandir, Kamis pagi (14/5/2026). Padahal, sawah yang ditanami padi itu, sudah diap untuk dipanen.

Baca Juga :  Penyaluran Bantuan di Jorong Aia Angek Belum Merata, Camat Apri Yulianto, S.Sos: Data dari Pusat

“Awak ka manyabik sapokan lai. Tapi, ba”a lai. Tibo banjir. Abih sadonyo (Saya mau panen seminggu lagi. Tapi mau bagaimana lagi. Datang banjir. Habis semuanya,” kata Efa berlinang air mata, saat melihat sawahnya yang direndam air, Jumat siang (15/5/2025).

Ini juga disampaikan Yusni Ancok, petani penggarap lainya. “Rencana, saya Sabtu besok mau menyabit padi (panen). Tapi, sudah duluan air yang memanen. Banyak kerugiannya. Pupuk saja habis empat karung. Belum lagj, upah membajak sawah,” kata Yusni Ancok.

Menurut tokoh masyarakat setempat, Fakhrizal atau Pak Ce, sawah yang gagal panen di Jorong Sawahlaweh, Nagari Tungkar ini,  akibat meluapnya Sungai Batang Sandir. “Luapan air sungai ini memang dasyat. Bahkan, dangau di tengah sawah, hanyut dibuatnya. Pipa Pamsimas juga putus,” kata Fakhrizal, sambil menunjukkan lokasi yang diceritakannya.

Anggota DPRD Limapuluh Kota, M Fajar Rillah Vesky yang meninjau ke lokasi kejadian, meminta pemda setempat segera menetapkan status tanggap darurat. Karena bencana alam yang terjadi, selain meluas di berbagai kecamatan, juga menganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat. Sekaligus membutuhkan tindakan segera dan memadai.

Baca Juga :  Wali Nagari Balai Panjang Idris Hadiri Rakernas APDESI Merah Putih 2026, Bawa Pulang Sejumlah Program Strategis untuk Desa

“Pemkab Limapuluh Kota harus segera menetapkan status tanggap darurat, untuk melegalisasi pengunaan Biaya Tak Terduga (BTT) sebesar Rp2,5 miliar yang terdapat dalam pos belanja APBD 2026. Sekaligus untuk memobilisasi bantuan dari berbagai pihak, seperti BNPB, Pemprov Sumbar dan BWS Sumatera V,” kata M. Fajar Rillah Vesky.

Terkait dengan areal pertanian masyarakat yang rusak akibat bencana, Fajar sudah berkomunikasi dengan Bupati Limapuluh Kota Safni Sikumbang dan Kadistanhorbun Witra Porsepwandi. Menurut Witra, petugas penyuluh lapangan di Situjuah Limo Nagari, sudah meninjau areal pertanian dan irigasi yang rusak akibat bencana alam, untuk mendata potensi kerugian dan mengambil langkah penangangan selanjutnya. (***).

Berita Terkait

Nagari Balai Panjang Tembus Seleksi Nasional, Wakili Sumbar di Ajang Desa Berprestasi 2026
Tinggal Sepekan, Panitia Konfercab dan OKK PWI Payakumbuh–Lima Puluh Kota Gaspol Matangkan Persiapan
Kabut Asap Mengkhawatirkan, Ketua Komisi III DPRD Lima Puluh Kota Dorong Langkah Pencegahan
Banjir, Longsor Hingga Angin Kencang: Dinsos Lima Puluh Kota Pastikan Warga Selalu Terlindungi dari Pra Hingga Pascabencana
Kabut Asap Kian Pekat! Safrinal Dt. Jambek Desak Pemda Siapkan Belajar Daring dan Lindungi Warga
Dampak kabut Asap karhutla, Polres 50 kota Bagikan Masker Gratis ke Masyarakat dan Pengendara Sepeda Motor
Kabut Asap Kian Pekat, Beni Murdani Dorong Pelajar di Kabupaten Lima Puluh Kota Belajar dari Rumah
204 Huntap di Koto Tinggi Mulai Dibangun, Bupati Safni: Ini Harapan Baru bagi Warga

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 21:40 WIB

Nagari Balai Panjang Tembus Seleksi Nasional, Wakili Sumbar di Ajang Desa Berprestasi 2026

Jumat, 11 September 2026 - 18:18 WIB

Kabut Asap Mengkhawatirkan, Ketua Komisi III DPRD Lima Puluh Kota Dorong Langkah Pencegahan

Rabu, 9 September 2026 - 14:56 WIB

Banjir, Longsor Hingga Angin Kencang: Dinsos Lima Puluh Kota Pastikan Warga Selalu Terlindungi dari Pra Hingga Pascabencana

Selasa, 8 September 2026 - 18:11 WIB

Kabut Asap Kian Pekat! Safrinal Dt. Jambek Desak Pemda Siapkan Belajar Daring dan Lindungi Warga

Selasa, 8 September 2026 - 11:42 WIB

Dampak kabut Asap karhutla, Polres 50 kota Bagikan Masker Gratis ke Masyarakat dan Pengendara Sepeda Motor

Berita Terbaru