Rendang Payakumbuh Disiapkan Tembus Pasar Dunia, Kemenperin Dorong IKM Go Global

- Editor

Rabu, 13 Mei 2026 - 22:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Payakumbuh — Sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) Rendang Kota Payakumbuh mulai diarahkan menjadi produk unggulan ekspor melalui Program OVOP (One Village One Product) Go Global dan adopsi Teknologi Industri 4.0 yang digelar Kementerian Perindustrian RI bersama Pemerintah Kota Payakumbuh, Selasa (12/05/2026).

Sosialisasi Program Pendampingan Sentra IKM OVOP Go Global dan Adopsi Teknologi Industri 4.0 dalam rangka Program Desa Devisa itu berlangsung di Aula Lantai II Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Payakumbuh dengan melibatkan puluhan pelaku IKM rendang.

Ketua TP-PKK Kota Payakumbuh, Eni Muis Zulmaeta mengatakan rendang bukan hanya warisan kuliner Minangkabau yang telah dikenal dunia, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi masyarakat.

“Rendang bukan hanya warisan kuliner Minangkabau yang telah dikenal dunia, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, pengembangan industri rendang perlu terus didorong agar mampu bersaing di pasar global,” katanya.

Ia meyakini kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, serta pendampingan yang tepat akan membuat IKM Rendang Kota Payakumbuh semakin maju, mandiri, dan mendunia.

Baca Juga :  Ucapan Selamat HPN ke-79 Dari Wahyudi Thamrin Dewas Perumda Tirta Sago Kota Payakumbuh

“Kita berharap IKM Rendang tidak hanya menjadi identitas daerah, tetapi juga menjadi sumber pertumbuhan ekonomi dan kebanggaan Indonesia di pasar internasional,” lanjutnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Payakumbuh, Yasril menyebut kegiatan tersebut menjadi langkah strategis untuk meningkatkan daya saing pelaku IKM melalui penguatan kualitas produk, manajemen usaha, hingga kesiapan memasuki pasar ekspor.

“Kita ingin pelaku IKM di Payakumbuh mampu berkembang dan beradaptasi dengan transformasi digital industri sehingga memiliki daya saing yang kuat di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.

Kegiatan itu turut dihadiri Sesditjen IKMA Kementerian Perindustrian RI Yedi Sabaryadi, Staf Ahli TP-PKK Kota Payakumbuh Yeni Elzadaswarman, pengurus Sentra IKM Rendang Kota Payakumbuh, serta sekitar 30 perwakilan IKM anggota sentra rendang.

Turut hadir IKM OVOP Bintang 3 Tahun 2024 Rendang Gadih dan IKM OVOP Bintang 2 Tahun 2024 Rendang Riry.

Para peserta mendapatkan materi terkait pengembangan produk unggulan daerah, peningkatan kapasitas usaha, hingga strategi memperluas akses pasar ekspor berbasis teknologi dan inovasi industri 4.0 dari Tenaga Ahli Program IKM OVOP Go Global Dika Rinakuki dan Kepala Department Export Development Advisory LPEI Nila Meidhita.

Baca Juga :  Ketua DPRD Payakumbuh: RKPD 2027 Jangan Sekadar Formalitas, Harus Jawab Kebutuhan Rakyat

“Penguatan inovasi dan pemanfaatan teknologi menjadi faktor penting agar produk IKM mampu memenuhi kebutuhan pasar global yang terus berkembang,” kata Nila.

Sementara itu, Yedi Sabaryadi menegaskan transformasi industri menjadi kebutuhan utama bagi pelaku usaha kecil dan menengah di tengah persaingan pasar global yang semakin ketat.

“Melalui program OVOP Go Global dan adopsi Teknologi Industri 4.0, kami berharap IKM tidak hanya meningkatkan kualitas dan produktivitas, tetapi juga siap memasuki pasar ekspor secara berkelanjutan. Sentra Rendang Kota Payakumbuh memiliki potensi sangat besar menjadi produk unggulan Indonesia di pasar dunia,” ujarnya.

Ia menambahkan, Kementerian Perindustrian terus mendorong penguatan sektor IKM berbasis potensi daerah melalui pendampingan usaha, digitalisasi industri, hingga pembukaan akses pasar ekspor guna meningkatkan nilai tambah produk lokal.

“Kami percaya rendang Payakumbuh memiliki kualitas, cita rasa, dan identitas kuat untuk menjadi salah satu produk unggulan Indonesia di pasar global,” pungkasnya.

Berita Terkait

Viral Konvoi Geng Motor Bawa Senjata Tajam, Afviandi Datuak Itam Minta Pemko Payakumbuh Turun Tangan
Perumda Tirta Sago Klarifikasi Isu Pelibatan Kejaksaan dalam Penagihan Tunggakan
Gienno Soundana Borong Empat Medali di Malaysia, Wali Kota Payakumbuh Instruksikan Disparpora Lebih Proaktif Dampingi Atlet
Lantik 114 Pejabat, Zulmaeta Tegaskan Trilogi Zuzema: Jujur, Loyal, dan Profesional Jadi Harga Mati Birokrasi Payakumbuh
Pemko Payakumbuh Dukung Operasi Patuh Singgalang 2026, Keselamatan Pengendara Jadi Sorotan
Tokoh Muda Eko Cahyadi Gabung PPP, Fitrayanto Sambut Hangat Momentum Baru Politik Payakumbuh
Hafis Alfarisi, S.H.: Menjadi Pengacara Bukan Sekadar Tarif Perkara, Moralitas dan Keadilan Harus Diutamakan
Fitrayanto Sampaikan Kabar Gembira, Guru TPA/MDA dan Garin Masjid Payakumbuh Direncanakan Terima Insentif pada 2027

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 00:45 WIB

Viral Konvoi Geng Motor Bawa Senjata Tajam, Afviandi Datuak Itam Minta Pemko Payakumbuh Turun Tangan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Perumda Tirta Sago Klarifikasi Isu Pelibatan Kejaksaan dalam Penagihan Tunggakan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:23 WIB

Gienno Soundana Borong Empat Medali di Malaysia, Wali Kota Payakumbuh Instruksikan Disparpora Lebih Proaktif Dampingi Atlet

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:19 WIB

Lantik 114 Pejabat, Zulmaeta Tegaskan Trilogi Zuzema: Jujur, Loyal, dan Profesional Jadi Harga Mati Birokrasi Payakumbuh

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:16 WIB

Pemko Payakumbuh Dukung Operasi Patuh Singgalang 2026, Keselamatan Pengendara Jadi Sorotan

Berita Terbaru