Hardiknas 2026, Pemko Payakumbuh Tancap Gas Reformasi Pendidikan: Digitalisasi, Deep Learning hingga Penguatan Karakter

- Editor

Sabtu, 2 Mei 2026 - 12:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Payakumbuh — Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 dimanfaatkan Pemerintah Kota Payakumbuh untuk menegaskan arah besar reformasi pendidikan daerah. Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, memimpin langsung upacara di halaman Balai Kota, Sabtu (02/05/2026), sekaligus membacakan amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti.

Dalam amanat tersebut, Hardiknas ditegaskan bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi untuk menghidupkan kembali ruh pendidikan nasional.

“Pendidikan adalah proses memanusiakan manusia dibangun dengan ketulusan, kasih sayang, dan penghormatan terhadap potensi setiap individu,” tegas Elzadaswarman.

Ia menekankan, nilai tersebut sejalan dengan ajaran Ki Hajar Dewantara melalui konsep among asah, asih, dan asuh yang menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter dan kecerdasan generasi bangsa.

Dorong Deep Learning dan SDM Unggul

Dalam arah kebijakan nasional, penguatan sumber daya manusia menjadi prioritas utama. Salah satu strategi yang didorong adalah penerapan pembelajaran mendalam (deep learning) untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara substantif, bukan sekadar administratif.

Baca Juga :  Zulmaeta Dorong Usulan Strategis Payakumbuh di Musrenbang RKPD Sumbar 2027

Menjawab tantangan itu, Pemko Payakumbuh bergerak cepat dengan langkah konkret di daerah.

Digitalisasi Sekolah hingga Lingkungan Belajar Nyaman

Elzadaswarman menegaskan, Pemko terus mengakselerasi transformasi pendidikan melalui:

Digitalisasi sekolah

Perbaikan sarana dan prasarana

Penciptaan lingkungan belajar yang aman dan inklusif

“Komitmen kami jelas, sekolah harus menjadi ruang tumbuh yang menyenangkan sekaligus adaptif terhadap perkembangan teknologi,” ujarnya.

Komitmen ini juga diperkuat bersama Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, dalam membangun sistem pendidikan yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Guru Jadi Kunci, Kompetensi Digenjot

Selain infrastruktur, kualitas guru menjadi fokus utama. Pemko mendorong:

Pelatihan berkelanjutan

Penguatan kapasitas pedagogik

Dukungan sertifikasi dan pengembangan profesional

Langkah ini dinilai krusial agar transformasi pendidikan tidak berhenti di konsep, tetapi benar-benar terasa di ruang kelas.

Pendidikan Karakter dan Akses Inklusif

Baca Juga :  Didaulat Menjadi Anggota Kehormatan VAC Indonesia, Kapolres Payakumbuh Sampaikan Pesan Kamtibmas

Tak hanya aspek akademik, pendidikan karakter juga diperkuat melalui pembiasaan:

Disiplin

Gotong royong

Kepemimpinan dan kreativitas melalui ekstrakurikuler

Di sisi lain, akses pendidikan terus diperluas, termasuk bagi anak berkebutuhan khusus melalui pendekatan inklusif.

Kolaborasi Jadi Kunci

Elzadaswarman menegaskan, keberhasilan pendidikan tidak bisa ditopang pemerintah semata.

“Sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat adalah kunci. Kemajuan daerah sangat ditentukan oleh kualitas manusianya,” katanya.

Prestasi Tembus ASEAN

Sebagai bukti capaian, dalam kesempatan itu juga disampaikan berbagai prestasi pelajar Payakumbuh yang telah menembus level nasional hingga ASEAN menjadi indikator bahwa arah kebijakan mulai menunjukkan hasil.

Hardiknas Bukan Seremoni

Menutup amanat, Elzadaswarman menekankan bahwa Hardiknas 2026 harus menjadi titik tolak, bukan sekadar rutinitas.

“Ini pijakan untuk memperkuat komitmen bersama. Dengan kerja nyata dan kolaborasi, Payakumbuh optimistis melahirkan generasi unggul yang siap bersaing,” pungkasnya.

Berita Terkait

Hujan Iringi Pelepasan Jenazah Kadisnakerin Payakumbuh Yasril, Birokrat Senior Tutup Usia 57 Tahun
Kontrak PPPK Paruh Waktu Payakumbuh Tak Lagi Sekadar Formalitas, Kinerja Jadi Penentu
Petani Berdasi Mulai Bergerak, Pemko Payakumbuh Libatkan ASN Kendalikan Inflasi dari Halaman Kantor
Tinggal Sepekan, Panitia Konfercab dan OKK PWI Payakumbuh–Lima Puluh Kota Gaspol Matangkan Persiapan
Zulmaeta Tegaskan ASN Bukan Pemburu Sertifikat: Kompetensi Harus Dibuktikan dengan Kinerja Nyata
BPK Soroti Tata Kelola Sampah Payakumbuh, Open Dumping dan Risiko Gas Metana Jadi Perhatian
Pemko Payakumbuh Bongkar Masalah Pupuk Bersubsidi: Data Bermasalah hingga Dugaan Pungutan Tambahan
Pemko Payakumbuh Perketat Pengawasan Dana Revitalisasi Pendidikan, 250 Pengelola Anggaran Diberi Peringatan

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 22:03 WIB

Hujan Iringi Pelepasan Jenazah Kadisnakerin Payakumbuh Yasril, Birokrat Senior Tutup Usia 57 Tahun

Jumat, 18 September 2026 - 21:58 WIB

Kontrak PPPK Paruh Waktu Payakumbuh Tak Lagi Sekadar Formalitas, Kinerja Jadi Penentu

Jumat, 18 September 2026 - 21:50 WIB

Petani Berdasi Mulai Bergerak, Pemko Payakumbuh Libatkan ASN Kendalikan Inflasi dari Halaman Kantor

Kamis, 17 September 2026 - 21:51 WIB

Zulmaeta Tegaskan ASN Bukan Pemburu Sertifikat: Kompetensi Harus Dibuktikan dengan Kinerja Nyata

Kamis, 17 September 2026 - 21:49 WIB

BPK Soroti Tata Kelola Sampah Payakumbuh, Open Dumping dan Risiko Gas Metana Jadi Perhatian

Berita Terbaru