Melukis Harapan, Menggerakkan Perubahan: Qanitha Himazova dan Misi Inklusi

- Editor

Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta — Di tengah geliat generasi muda Indonesia yang semakin dinamis, nama Qanitha Himazova muncul sebagai sosok remaja yang tidak hanya berbakat, tetapi juga membawa misi sosial yang kuat. Di usianya yang masih belia, Qanitha telah menjadikan seni sebagai medium ekspresi sekaligus alat advokasi untuk inklusi dan kesetaraan.

Lahir di Bukittinggi pada 21 April 2008 dan kini berdomisili di Jakarta, Qanitha tumbuh dalam lingkungan pendidikan yang mendorong kreativitas dan empati. Ia menempuh pendidikan di Lazuardi Companionate School, Labschool Cirendeu, hingga Sekolah Murid Merdeka (SMM) Jakarta tempat di mana minatnya terhadap seni dan isu sosial semakin berkembang.

Sejak kecil, Qanitha telah menunjukkan ketertarikan kuat pada dunia seni. Ia dikenal sebagai pelukis muda dengan gaya ekspresionisme yang khas, serta eksplorasi digital art yang banyak terinspirasi dari anime Jepang. Tidak hanya itu, ia juga memiliki ketertarikan pada dunia tarik suara, memperlihatkan spektrum kreativitas yang luas.

Karya-karya Qanitha telah dipamerkan di berbagai ruang seni, termasuk kawasan Kemang, Jakarta. sebuah pusat kreativitas urban yang menjadi barometer seni kontemporer anak muda. Beberapa karyanya bahkan turut serta dalam kompetisi seni tingkat nasional hingga internasional, menandakan pengakuan atas kualitas dan orisinalitas ekspresinya.

Baca Juga :  Legalitas Pensertifikatan Tanah Pusaka Tinggi Atas Nama Mamak Kepala Waris Kaum: Antara Adat dan Hukum Negara

Namun, kiprah Qanitha tidak berhenti pada pencapaian artistik semata. Ia mencatatkan sejarah sebagai juri termuda dalam ajang International Loving Peace Art Competition (ILPAC) Indonesia 2023, sebuah kolaborasi seni antara Korea dan Indonesia. Peran ini mempertegas posisinya sebagai figur muda yang tidak hanya berkarya, tetapi juga memberikan penilaian dan perspektif dalam dunia seni global.

Di balik prestasi tersebut, tersimpan komitmen sosial yang kuat. Qanitha pernah membuka kelas melukis gratis untuk anak-anak sejak usia enam tahun, sebuah langkah sederhana namun berdampak besar dalam memperluas akses seni bagi generasi muda. Ia juga mendirikan brand kreatif Qanitha.Co pada tahun 2020, yang menjadi wadah eksplorasi karya sekaligus identitas kreatifnya. Qanitha sering memenang kan Kompetisi Sience Nasional OSN bidang Bahasa English dan sience dan banyak mendapatkan penghargaan nasional dari kreativitas Perupa.

Lebih dari itu, Qanitha kini menginisiasi Qanitha Himazova Empowerment Center, sebuah gerakan yang berfokus pada pemberdayaan anak-anak, khususnya mereka yang memiliki kebutuhan khusus. Melalui pendekatan seni, edukasi, dan advokasi, pusat ini diharapkan menjadi ruang aman bagi anak-anak untuk berekspresi, berkembang, dan mendapatkan akses yang setara.

Dalam tulisan-tulisannya, Qanitha kerap mengangkat isu pembangunan Indonesia dari perspektif generasi muda. Ia menyoroti pentingnya penguatan IPTEK, ekonomi kreatif, serta pengembangan sumber daya manusia sebagai fondasi menuju Indonesia maju. Pemikirannya mencerminkan kedewasaan cara pandang yang melampaui usianya.

Baca Juga :  Kadiskominfo Payakumbuh Tekankan Proyek Perubahan PKA Harus Berdampak Nyata untuk Masyarakat

Secara personal, Qanitha dikenal sebagai sosok yang kreatif, visioner, dan memiliki empati tinggi. Jiwa kepemimpinan yang dimilikinya sejak muda terlihat dari berbagai inisiatif yang ia bangun mulai dari kegiatan sosial hingga gerakan inklusi.

Bagi Qanitha, inklusi bukan sekadar konsep, melainkan prinsip hidup. Ia percaya bahwa setiap anak, tanpa terkecuali, berhak untuk tumbuh, belajar, dan berkarya. Melalui karya dan aksinya, ia ingin membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang, melainkan bagian dari keunikan yang perlu dirayakan.

Ke depan, Qanitha bercita-cita mendirikan yayasan sosial berbasis seni yang mampu menjadi rumah bagi anak-anak berbakat, termasuk mereka yang berkebutuhan khusus. Tujuannya sederhana namun bermakna: menghadirkan ruang ekspresi, melindungi hak anak, serta mengapresiasi karya generasi muda Indonesia.

Di era di mana suara generasi muda semakin diperhitungkan, Qanitha Himazova hadir sebagai representasi harapan bahwa kreativitas, ketika dipadukan dengan kepedulian sosial, mampu menjadi bahasa universal untuk menciptakan dunia yang lebih inklusif dan berkeadilan. (**)

Berita Terkait

Viral Konvoi Geng Motor Bawa Senjata Tajam, Afviandi Datuak Itam Minta Pemko Payakumbuh Turun Tangan
Sampah Menggunung, Kejelasan Menghilang! Beni Murdani Desak Pemkab Lima Puluh Kota Buka-Bukaan!
Lindungi Kekayaan Lokal, Pemkab Limapuluh Kota Siapkan Kopi Robusta dan Tembakau Bersertifikat Indikasi Geografis
Rehabilitasi SDN 02 Sialang Bernilai Rp471,5 Juta, CV Ulakten Targetkan Rampung Tepat Waktu
HUT ke-62 Partai Golkar, Datuak Safar dan Anggota DPRD, Kunjungi Panti Jompo dan Panti Asuhan
Sampah Tutupi Jalan di Tigo Balai, Warga Hadang Truk: 19 Tahun Menunggu, Janji TPST Tak Kunjung Terwujud
Sampah Timbun Badan Jalan hingga 30 Meter, Warga Tigo Balai Pertanyakan Perhatian DLH dan Pemkab Lima Puluh Kota
HUT ke-62 Partai Golkar, DPD Golkar Lima Puluh Kota Santuni Panti Jompo dan Panti Asuhan

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 00:45 WIB

Viral Konvoi Geng Motor Bawa Senjata Tajam, Afviandi Datuak Itam Minta Pemko Payakumbuh Turun Tangan

Selasa, 3 November 2026 - 21:05 WIB

Sampah Menggunung, Kejelasan Menghilang! Beni Murdani Desak Pemkab Lima Puluh Kota Buka-Bukaan!

Selasa, 3 November 2026 - 15:37 WIB

Lindungi Kekayaan Lokal, Pemkab Limapuluh Kota Siapkan Kopi Robusta dan Tembakau Bersertifikat Indikasi Geografis

Selasa, 3 November 2026 - 12:18 WIB

Rehabilitasi SDN 02 Sialang Bernilai Rp471,5 Juta, CV Ulakten Targetkan Rampung Tepat Waktu

Senin, 2 November 2026 - 13:02 WIB

HUT ke-62 Partai Golkar, Datuak Safar dan Anggota DPRD, Kunjungi Panti Jompo dan Panti Asuhan

Berita Terbaru