Lagi, Usai MBG Siswa Selipkan Surat ke Presiden

- Editor

Minggu, 19 Januari 2025 - 22:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Info Publik

Foto: Info Publik

Nasional, —  “Terima kasih nasi gratisnya, Pak. Maaf kalau tahu dan sayurnya tidak saya makan, karena saya kurang suka. Besok makanannya yang lebih enak ya, Pak,” tulis seorang siswa di secarik kertas. Ada juga kertas lain bertuliskan, “Dari Anak SD 7 Subagan, terima kasih atas makanan gratisnya. Semoga besok ada sosis, susu, sama sambal.”

Beberapa pesan serupa ditemukan terselip di tempat makan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 7 Subagan dan MTsN Karangasem, Bali, pada Jumat (17/1/2025). Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi, hadir langsung untuk mengevaluasi pelaksanaan program MBG yang baru berjalan dua pekan.

Berbagai masukan dari siswa diterima sebagai bahan evaluasi, termasuk yang disampaikan melalui surat. “Ya, tadi anak-anak ada yang menulis surat mengucapkan terima kasih kepada Pak Presiden,” ujar Menteri PPPA.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri PPPA berdialog langsung dengan para siswa mengenai menu yang disiapkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Karangasem. Salah satu tantangan yang ditemukan adalah banyak siswa tidak menghabiskan makanannya karena tidak menyukai sayur. Menteri PPPA pun menjelaskan pentingnya gizi seimbang dengan bahasa sederhana yang mudah dimengerti anak-anak. “Sayuran itu penting karena mengandung zat yang sangat dibutuhkan tubuh agar kelak menjadi generasi emas,” jelasnya.

Penelitian yang dilakukan Kementerian PPPA bersama Wahana Visi Indonesia menunjukkan pentingnya program ini. Dalam kurun waktu Desember 2023 hingga Juni 2024, penelitian terhadap 6.969 anak di 34 provinsi mengungkapkan bahwa 44% anak Indonesia tidak makan malam, 32% tidak sarapan sebelum sekolah, dan 18% pernah merasa lapar karena kehabisan makanan di rumah.

Baca Juga :  Peringatan 76 Tahun Peristiwa Situjuah, Gubernur Sumbar: Semangat Persatuan Harus Dirawat

“Hasil penelitian ini menggambarkan pentingnya program MBG untuk membangun kehidupan anak Indonesia yang lebih sehat dan cerdas. Anak Indonesia yang sehat akan memiliki masa depan yang lebih baik. Ini adalah bentuk cinta Bapak Presiden kepada anak-anak Indonesia,” ujar Menteri PPPA.

Ia menekankan bahwa program MBG adalah upaya Presiden untuk menyiapkan generasi berkualitas menuju Indonesia Emas 2045. Mengenai kurangnya minat anak-anak pada sayur, ia mengimbau guru dan orang tua untuk terus memberikan edukasi tentang pentingnya makanan bergizi. “Makanan bergizi tidak harus mahal. Indonesia kaya dengan bahan makanan bergizi,” tegasnya.

Juru Bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan, Prita Laura, mengungkapkan bahwa program MBG di Bali kali ini banyak menerima surat dari siswa, seperti penyelenggaraan sebelumnya di daerah lain. Pesan-pesan ini sebagian besar berupa ucapan terima kasih dan usulan menu. Misalnya, pesan dari Kenanga, siswa kelas 5 SDN 7 Subagan, yang menulis, “Hai Pak/Buk, makasih makanannya. Semoga menu besok dapat roti.” Ada pula Dri dari sekolah yang sama, yang menulis, “Terima kasih makanan gratisnya. Saya ingin ditambahkan teh botol.”

Prita menjelaskan bahwa pesan-pesan ini didokumentasikan sebagai bahan evaluasi program. “Ini adalah cara unik anak-anak menyampaikan apresiasi mereka. Meski mungkin terinspirasi dari berita sebelumnya, tetap saja ini gaya khas mereka,” katanya.

Baca Juga :  GEMAH Beberkan Dugaan Pemerasan Anggota DPRD DKI untuk Judi Sabung Ayam

Mengenai protes anak-anak terhadap sayuran, Prita memaklumi bahwa itu adalah hal yang biasa. Namun, menu sehat tetap akan disajikan karena makanan bergizi mendukung perkembangan optimal anak. “Program MBG ini adalah bentuk konkret negara hadir untuk menjamin masa depan anak Indonesia yang lebih baik,” ujarnya.

Di Amerika Serikat, Presiden Barack Obama pada tahun 2010 menandatangani Undang-Undang Anak Sehat dan Bebas Kelaparan, yang meningkatkan standar gizi minimum untuk Program Makan Siang Sekolah Nasional. Penelitian pada 2017 menunjukkan bahwa sekolah yang bekerja sama dengan perusahaan penyedia makanan sehat menghasilkan siswa dengan nilai akademik yang lebih baik.

Dalam Program MBG, standar gizi mengikuti Angka Kecukupan Gizi (AKG), di mana setiap menu mencakup 20-25% AKG untuk sarapan dan 30-35% AKG untuk makan siang. Prinsip “Isi Piringku” juga menjadi acuan, menekankan keseimbangan makanan pokok, sayur, lauk-pauk, dan buah sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 41 Tahun 2014.

SPPG di Karangasem menggunakan bahan baku lokal seperti ikan tuna hasil tangkapan nelayan setempat, tahu, terong, buah, dan susu dari kebun masyarakat. Dapur MBG Karangasem melayani 18 sekolah, termasuk madrasah, dengan 2.807 porsi setiap harinya yang disiapkan oleh 51 anggota SPPG, sebagian besar adalah perempuan yang sebelumnya bekerja di warung atau sebagai ibu rumah tangga. (*/Y)

Berita Terkait

Fitrayanto S.E. Ucapkan Selamat HPN 2026 dan HUT ke-4 Faktasumbar
Anggota DPRD Lima Puluh Kota Siska Ucapkan Selamat HPN 2026 dan HUT ke-4 Faktasumbar
Demokrat Tegaskan Langkah Hukum Bukan Anti-Kritik, Jemmy Setiawan: Ini Pendidikan Politik, Bukan Pembiaran Fitnah
Sekuel Kedua “Dirty Vote o3” Dirilis Hari Ini: Membaca Kartu Politik Oligarki lewat “Otot, Otak, Ongkos”
“Saya Hanya Punya Ibu”: Jeritan Hati Seorang Anak Bernama Zahira agar Sang Ibu Tak Dideportasi
Jelang Muktamar X, PPP Payakumbuh Harap Ketum Baru Bawa Partai Comeback ke Senayan
Kementerian ATR-BPN dan Pemkot Dorong Pendaftaran Tanah Ulayat Adat
Fenomena Blood Moon, Ini Penjelasan Peneliti BRIN

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 12:44 WIB

Fitrayanto S.E. Ucapkan Selamat HPN 2026 dan HUT ke-4 Faktasumbar

Rabu, 28 Januari 2026 - 12:32 WIB

Anggota DPRD Lima Puluh Kota Siska Ucapkan Selamat HPN 2026 dan HUT ke-4 Faktasumbar

Jumat, 9 Januari 2026 - 23:03 WIB

Demokrat Tegaskan Langkah Hukum Bukan Anti-Kritik, Jemmy Setiawan: Ini Pendidikan Politik, Bukan Pembiaran Fitnah

Minggu, 19 Oktober 2025 - 20:44 WIB

Sekuel Kedua “Dirty Vote o3” Dirilis Hari Ini: Membaca Kartu Politik Oligarki lewat “Otot, Otak, Ongkos”

Jumat, 26 September 2025 - 13:13 WIB

“Saya Hanya Punya Ibu”: Jeritan Hati Seorang Anak Bernama Zahira agar Sang Ibu Tak Dideportasi

Berita Terbaru

Payakumbuh

Capt. Harmen: Pers Harus Jadi Penjaga Akal Sehat Bangsa

Selasa, 3 Feb 2026 - 16:39 WIB

Lima Puluh Kota

Alia Efendi: Pers Harus Berdiri Tegak, Bukan Sekadar Menyampaikan

Senin, 2 Feb 2026 - 10:49 WIB