Kerusakan Parah di Jalan Lintas Payakumbuh-Lintau, Pengguna Jalan Terancam Bahaya

- Editor

Rabu, 29 Januari 2025 - 00:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Limapuluh Kota, — Kerusakan parah di jalan lintas  Payakumbuh – Lintau, wilayah Kabupaten lima puluh kota, telah menimbulkan ancaman serius bagi keselamatan pengendara.

Banyak titik di jalan ini yang mengalami kerusakan berat, menyulitkan, bahkan membahayakan pengguna jalan, terutama kendaraan kecil. “Risiko kecelakaan semakin tinggi, khususnya pada malam hari saat di guyur hujan,kondisi jalan semakin sulit diprediksi.

Kerusakan yang terjadi diduga akibat beban berat kendaraan tambang yang melebihi kapasitas jalan. Selain itu, kurangnya perawatan dan perbaikan berkala memperburuk kondisi jalan ini.

Baca Juga :  Wali Nagari Balai Panjang Bertakziah ke Rumah Duka Korban Tenggelam, Doakan Almarhum

Sebagai dampaknya, pengendara kerap menghadapi bahaya yang mengancam keselamatan mereka.

“Jalannya rusak sekali, apalagi kalau malam hari, sangat berbahaya,” ujar seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya, Selasa, (28/1/2025).

Kekhawatiran warga semakin mendalam, mengingat jalan tersebut merupakan akses vital bagi mobilitas sehari-hari.

Ia pun berharap pemerintah pusat dan provinsi sumatera barat segera turun tangan untuk memperbaiki kondisi jalan yang semakin mengkhawatirkan. “Sebagai masyarakat kami berharap jalan ini segera mendapat penanganan,” tambahnya.

Baca Juga :  H. Irfendi Arbi Resmikan Kantor Cabang Ajwa Tour Indonesia di Payakumbuh

Kerusakan parah pada jalan ini tidak hanya mengganggu kenyamanan pengendara, tetapi juga berpotensi menyebabkan kerugian ekonomi yang besar serta membahayakan keselamatan jiwa.

Diharapkan pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki jalan ini, meningkatkan pengawasan terhadap kendaraan dengan beban berlebih, dan mencegah agar kejadian serupa tidak terulang. (rb)

Berita Terkait

Dukungan ke Aspon Dedi Menguat! Hery Muklis dan Sardi Nefri Dorong Dua Periode
Pelajar 18 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia di Rumahnya di Andaleh, Polisi Pastikan Tidak Ada Tanda Kekerasan
Dandim 0306/50 Kota Pererat Sinergi dengan Insan Pers, Kunjungi Balai Wartawan Luak Limopuluah
Tangis Ibu Madinah Menggema: Tak Ada Anggaran atau Tak Ada Kepedulian?
Puluhan Tahun Diabaikan, Warga dan Pelajar Pertaruhkan Nyawa di Jembatan Gantung Sawahgadang, Di Mana Peran Pemerintah dan DPRD?
Indra Suriani: Prestasi Siswa SLB A Payakumbuh Bukti Keterbatasan Bukan Halangan Meraih Kesuksesan
Razia Berulang, Kafe Remang-remang Masih Beroperasi: Di Mana Ketegasan Pemerintah?
Tangis Pecah Saat Rumah Dibongkar, 6 Rumah dan 27 Makam Dieksekusi Pengadilan di Sungai Kamuyang

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 15:33 WIB

Dukungan ke Aspon Dedi Menguat! Hery Muklis dan Sardi Nefri Dorong Dua Periode

Selasa, 23 Juni 2026 - 10:03 WIB

Pelajar 18 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia di Rumahnya di Andaleh, Polisi Pastikan Tidak Ada Tanda Kekerasan

Senin, 22 Juni 2026 - 22:16 WIB

Dandim 0306/50 Kota Pererat Sinergi dengan Insan Pers, Kunjungi Balai Wartawan Luak Limopuluah

Minggu, 21 Juni 2026 - 19:53 WIB

Tangis Ibu Madinah Menggema: Tak Ada Anggaran atau Tak Ada Kepedulian?

Sabtu, 20 Juni 2026 - 17:07 WIB

Puluhan Tahun Diabaikan, Warga dan Pelajar Pertaruhkan Nyawa di Jembatan Gantung Sawahgadang, Di Mana Peran Pemerintah dan DPRD?

Berita Terbaru