24 Orang Dievakuasi dari Hutan Pauh Sangik Setelah Hilang Kontak Seharian

- Editor

Jumat, 1 Agustus 2025 - 08:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Limapuluh Kota – Sebanyak 24 orang yang sempat dilaporkan tersesat di kawasan hutan Pauh Sangik, Kecamatan Akabiluru, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, akhirnya berhasil dievakuasi tim SAR gabungan, Jumat (1/8/2025) dini hari.

Rombongan terdiri dari mahasiswa Universitas Andalas, perangkat nagari, dan warga setempat. Mereka awalnya berangkat dari Kantor Wali Nagari Pauh Sangik pukul 09.00 WIB, Kamis (31/7/2025) untuk melihat kebun kopi hutan. Namun hingga malam, rombongan tak kunjung kembali.

Baca Juga :  IDI Paliko Wujudkan Pelayanan Kesehatan yang Berkualitas, Bersinergi dengan Berbagai Pihak

“Mereka hilang kontak sejak sore, terakhir terpantau pukul 16.00 WIB,” kata Komandan Pos SAR 50 Kota, Roni Nur, Jumat pagi.

Laporan masuk ke Kantor SAR Padang pukul 22.00 WIB. Tim SAR Pos 50 Kota langsung diberangkatkan dengan 7 personel dan sejumlah perlengkapan seperti drone thermal dan alat navigasi.

Tim tiba di posko Kantor Wali Nagari Pauh Sangik pukul 22.40 WIB dan segera berkoordinasi dengan BPBD, TNI, Polsek Akabiluru, PMI, serta relawan dan masyarakat. Pukul 23.00 WIB, tim gabungan bergerak ke lokasi.

Baca Juga :  MK Patahkan Kriminalisasi Pers: Wartawan Tak Bisa Langsung Dipidana

“Pukul 00.40 WIB, survivor ditemukan dalam keadaan selamat sekitar 1,5 km dari lokasi kontak terakhir,” jelas Roni.

Seluruh korban dievakuasi ke posko pada pukul 02.45 WIB. Tiga orang dilaporkan mengalami cedera ringan akibat kelelahan dan luka fisik.

Operasi SAR resmi ditutup pada pukul 02.55 WIB setelah semua unsur terlibat melakukan debriefing dan kembali ke satuan masing-masing.(*/rb)

Berita Terkait

Dukungan ke Aspon Dedi Menguat! Hery Muklis dan Sardi Nefri Dorong Dua Periode
Pelajar 18 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia di Rumahnya di Andaleh, Polisi Pastikan Tidak Ada Tanda Kekerasan
Dandim 0306/50 Kota Pererat Sinergi dengan Insan Pers, Kunjungi Balai Wartawan Luak Limopuluah
Tangis Ibu Madinah Menggema: Tak Ada Anggaran atau Tak Ada Kepedulian?
Puluhan Tahun Diabaikan, Warga dan Pelajar Pertaruhkan Nyawa di Jembatan Gantung Sawahgadang, Di Mana Peran Pemerintah dan DPRD?
Indra Suriani: Prestasi Siswa SLB A Payakumbuh Bukti Keterbatasan Bukan Halangan Meraih Kesuksesan
Tangis Pecah Saat Rumah Dibongkar, 6 Rumah dan 27 Makam Dieksekusi Pengadilan di Sungai Kamuyang
Usai Diaudit BPK, PT ATC Tercatat sebagai Penunggak Pajak Tambang Terbesar di Lima Puluh Kota, Nilainya Tembus Rp1,2 Miliar

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 15:33 WIB

Dukungan ke Aspon Dedi Menguat! Hery Muklis dan Sardi Nefri Dorong Dua Periode

Selasa, 23 Juni 2026 - 10:03 WIB

Pelajar 18 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia di Rumahnya di Andaleh, Polisi Pastikan Tidak Ada Tanda Kekerasan

Minggu, 21 Juni 2026 - 19:53 WIB

Tangis Ibu Madinah Menggema: Tak Ada Anggaran atau Tak Ada Kepedulian?

Sabtu, 20 Juni 2026 - 17:07 WIB

Puluhan Tahun Diabaikan, Warga dan Pelajar Pertaruhkan Nyawa di Jembatan Gantung Sawahgadang, Di Mana Peran Pemerintah dan DPRD?

Sabtu, 20 Juni 2026 - 16:51 WIB

Indra Suriani: Prestasi Siswa SLB A Payakumbuh Bukti Keterbatasan Bukan Halangan Meraih Kesuksesan

Berita Terbaru