MBG Wujud Nyata Kemerdekaan di Bidang Gizi, Sudah Jangkau 8 Juta Penerima Manfaat

- Editor

Senin, 11 Agustus 2025 - 17:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nasional || Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hadir sebagai wujud nyata kemerdekaan di bidang gizi. Program yang bukan sekadar bantuan makanan, tetapi investasi bangsa untuk masa depan anak anak Indonesia.

Deputi Bidang Diseminasi dan Media Informasi, Noudhy Valdryno mengungkapkan bahwa lewat sepiring makan bergizi, negara hadir di ruang kelas, di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi, dan di hati masyarakat.

“Dengan MBG, jutaan anak sekolah, ibu hamil, Ibu menyusui dan balita di seluruh pelosok negeri kini dapat menikmati makanan bergizi setiap hari,” ujar Ryno, sapaan akrabnya, dilansir dari rilis Kantor Komunikasi Kepresidenan atau Presidential Communication Office (PCO), Jumat (8/8/2025).

Ia menyebutkan bahwa program ini tidak hanya meningkatkan konsentrasi dan prestasi anak-anak di sekolah, tetapi juga mengoptimalkan pertumbuhan fisik dan perkembangan otak.

“Dalam jangka panjang, MBG menjadi fondasi lahirnya generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045,” bebernya.

Ia mengatakan bahwa MBG merupakan investasi terbaik dalam jangka panjang yang bisa dilakukan bangsa Indonesia serta telah diakui oleh berbagai organisasi internasional.

Baca Juga :  Fraksi Nasdem DPRD Kota Payakumbuh Sampaikan Sederet Catatan Kritis soal R-APBD 2026

“Jadi seperti School Meals Coalition itu bilang bahwa ini program yang sangat tepat untuk negara-negara seperti Indonesia,” terang Ryno.

Hingga saat ini, program MBG telah menjangkau sebanyak 8 juta penerima manfaat, yang terdiri dari siswa PAUD, SD, SMP, SMA/SMK di seluruh Indonesia, ibu hamil yang terdaftar dalam layanan kesehatan, serta balita yang masuk dalam program Posyandu.

Lampiran Gambar

Terkait merdeka di bidang gizi melalui MBG, Dewan Pakar Badan Gizi Nasional (BGN) Ikeu Tanziha, mengungkapkan bahwa program ini sudah mulai menunjukan dampak positif. Hal itu terlihat antara lain dari kenaikan Indeks Massa Tubuh (IMT) pada anak-anak dan remaja di sejumlah daerah penerima MBG.

“Hasil pemantauan selama 15 minggu pelaksanaan program di Kota Bogor menunjukkan adanya peningkatan rata-rata IMT menurut umur. Ini juga terjadi di Aceh, di mana status gizi siswa sekolah dasar penerima Program MBG menunjukkan perbaikan ke arah status gizi yang lebih baik,” ucap Ikeu.

Ia menambahkan bahwa MBG memberikan manfaat pada peningkatan konsentrasi siswa di kelas. Ini sejalan dengan hasil studi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Program MBG disebut meningkatkan fokus belajar dan kemampuan kognitif siswa.

Baca Juga :  Peringatan 76 Tahun Peristiwa Situjuah, Gubernur Sumbar: Semangat Persatuan Harus Dirawat

Data tersebut diperoleh dari kota-kota seperti Bogor dan Papua, khususnya bagi siswa yang sebelumnya tidak sarapan. Studi di SMK Negeri 6 Medan menunjukkan bahwa MBG secara signifikan meningkatkan motivasi kehadiran dan konsentrasi belajar siswa.

Tak hanya berdampak pada kesehatan dan pendidikan, MBG juga menggerakkan roda ekonomi masyarakat. Program ini menciptakan lapangan kerja baru melalui dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta memberdayakan UMKM dan BUMDes dalam hal penyediaan bahan baku MBG.

Suratina misalnya, nenek berusia 63 tahun, pekerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Seyegan 01, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Ia mengaku senang mendapatkan pekerjaan ini.

Selain mendapatkan upah untuk keperluan sehari-hari, dia juga memiliki teman baru di dapur SPPG. “Saya suka teringat cucu saya di rumah. Teringat saat menyediakan bekal untuk saya dulu,” kata nenek lima cucu ini. (*)

Berita Terkait

Jejak Pengabdian Kombes Pol Ricardo Condrat Yusuf di Lima Puluh Kota: Kepemimpinan Humanis yang Meninggalkan Kesan Mendalam
Afviandi Resmi Dikukuhkan, PKB Payakumbuh Siap Perkuat Konsolidasi
Cak Imin Lantik Afviandi sebagai Ketua DPC PKB Kota Payakumbuh Periode 2026–2031
Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik Syamsul Mikar Masuki Babak Penentuan, Penetapan Tersangka Dinanti
Puluhan Tahun Diabaikan, Warga dan Pelajar Pertaruhkan Nyawa di Jembatan Gantung Sawahgadang, Di Mana Peran Pemerintah dan DPRD?
Pemko Payakumbuh Tingkatkan Literasi Hukum ASN, Antisipasi Korupsi dan Pelanggaran Digital
Dana Talangan Rp593,5 Juta Baru Dikembalikan Setelah Diperiksa, Di Mana Pengawasan Selama Ini?
Kapolres Sijunjung AKBP Willian Harbensyah Terima Ansor Awards atas Kepemimpinan Humanis dan Berintegritas

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 08:17 WIB

Jejak Pengabdian Kombes Pol Ricardo Condrat Yusuf di Lima Puluh Kota: Kepemimpinan Humanis yang Meninggalkan Kesan Mendalam

Kamis, 23 Juli 2026 - 19:14 WIB

Afviandi Resmi Dikukuhkan, PKB Payakumbuh Siap Perkuat Konsolidasi

Kamis, 23 Juli 2026 - 11:44 WIB

Cak Imin Lantik Afviandi sebagai Ketua DPC PKB Kota Payakumbuh Periode 2026–2031

Jumat, 10 Juli 2026 - 20:03 WIB

Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik Syamsul Mikar Masuki Babak Penentuan, Penetapan Tersangka Dinanti

Sabtu, 20 Juni 2026 - 17:07 WIB

Puluhan Tahun Diabaikan, Warga dan Pelajar Pertaruhkan Nyawa di Jembatan Gantung Sawahgadang, Di Mana Peran Pemerintah dan DPRD?

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page