LIMAPULUH KOTA — Bursa calon Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Payakumbuh–Lima Puluh Kota semakin menghangat. Hingga batas akhir pengambilan formulir, tiga nama telah menyatakan kesiapan untuk bertarung dalam proses pemilihan Ketua PWI Payakumbuh–Lima Puluh Kota.
Salah satunya adalah Aspon Dedi, yang akrab disapa Popon. Ketua petahana tersebut resmi mengambil formulir pendaftaran calon Ketua PWI Payakumbuh–Lima Puluh Kota pada Minggu (20/9/2026).
Langkah itu sekaligus menandai keseriusannya untuk kembali memimpin organisasi profesi wartawan tersebut untuk periode kedua.
Aspon Dedi bukan sosok baru dalam tubuh PWI. Ia telah menjalankan amanah sebagai Ketua PWI Luak Limapuluh Kota selama satu periode. Kini, ia kembali menawarkan gagasan dan program untuk melanjutkan kepemimpinan organisasi ke depan.
Salah satu program yang disampaikannya adalah memperkuat hubungan antarsesama anggota sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan dan kebersamaan wartawan melalui berbagai kegiatan.
“Kami akan mengusahakan kegiatan kunjungan atau perjalanan keluar kota minimal dua kali dalam satu tahun, guna mempererat tali silaturahmi antaranggota serta menambah wawasan dan pengalaman persaudaraan kita,” ujar Aspon Dedi.
Menurutnya, kegiatan bersama tersebut tidak semata-mata menjadi agenda rekreatif, tetapi juga diharapkan menjadi ruang membangun komunikasi, solidaritas, dan kekompakan di antara anggota PWI.
Dengan berakhirnya tahapan pengambilan dan pengisian formulir, tercatat tiga nama yang masuk dalam bursa calon Ketua PWI Payakumbuh–Lima Puluh Kota.
Aspon Dedi (Popon) — Ketua petahana, satu periode.
Wandi Samsir
Syafri Ario
Ketiganya merupakan wartawan yang telah lama berkiprah di dunia jurnalistik daerah dan kini memiliki kesempatan yang sama untuk menyampaikan visi, misi, serta gagasan dalam menentukan arah organisasi ke depan.
Masuknya tiga nama tersebut membuat proses pemilihan Ketua PWI Payakumbuh–Lima Puluh Kota dipastikan berlangsung kompetitif. Masing-masing kandidat akan diuji melalui gagasan, visi kepemimpinan, serta dukungan anggota dalam forum pemilihan nantinya.
Bagi Aspon Dedi, pencalonan kembali ini menjadi momentum untuk menawarkan keberlanjutan program yang telah dijalankan selama masa kepemimpinannya. Sementara bagi dua kandidat lainnya, pencalonan tersebut menjadi ruang untuk menawarkan gagasan dan arah baru bagi organisasi.
Proses pemilihan Ketua PWI Payakumbuh–Lima Puluh Kota menjadi salah satu agenda penting organisasi. Selain menentukan sosok yang akan memimpin, forum tersebut juga akan menentukan arah kebijakan organisasi dalam memperkuat profesionalisme wartawan, meningkatkan kompetensi anggota, menjaga kemerdekaan pers, serta memperjuangkan kepentingan dan kesejahteraan anggota.
Hingga kini, tahapan selanjutnya terkait penetapan calon dan jadwal pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) masih menunggu keputusan sesuai mekanisme organisasi.
Persaingan tiga kandidat ini diharapkan tetap berlangsung dalam suasana demokratis, sehat, dan menjunjung tinggi persaudaraan sesama wartawan.
Siapa pun yang nantinya memperoleh mandat anggota, tantangan utamanya tetap sama: membawa PWI Payakumbuh–Lima Puluh Kota menjadi organisasi yang semakin solid, profesional, dan mampu menjawab tantangan dunia pers yang terus berubah.(rio)









