Afviandi: PKB Harus Makin Solid, Musancab Jadi Momentum Perkuat Mesin Partai hingga 2029

- Editor

Minggu, 13 September 2026 - 14:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAYAKUMBUH — Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Payakumbuh, Afviandi, S.Pt., Dt. Itam, menegaskan pentingnya memperkuat struktur dan kaderisasi partai hingga tingkat kecamatan. Penegasan itu disampaikan saat PKB Kota Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota menggelar Musyawarah Anak Cabang (Musancab) secara serentak, Minggu (13/9/2026).

Menurut Afviandi, Musancab bukan sekadar agenda pergantian atau penataan kepengurusan. Lebih jauh, forum tersebut menjadi momentum untuk melakukan penyegaran organisasi sekaligus memastikan mesin partai di tingkat bawah semakin kuat dan solid.

“Musancab ini merupakan bagian dari penyegaran organisasi dan regenerasi kepengurusan. Kami ingin memastikan struktur partai di tingkat kecamatan semakin kuat, solid, dan memiliki semangat baru,” ujar Afviandi.

Afviandi yang juga menjabat Ketua Fraksi PKB DPRD Kota Payakumbuh dan Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Payakumbuh menilai kekuatan partai sangat ditentukan oleh sejauh mana struktur di tingkat bawah mampu bergerak.

Karena itu, kepengurusan baru Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) diharapkan tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi benar-benar menjadi penggerak kaderisasi, konsolidasi dan komunikasi dengan masyarakat.

“Semangat muda harus menjadi energi baru bagi PKB Kota Payakumbuh. Kami berharap dari Musancab ini lahir kader-kader militan yang memiliki loyalitas, integritas, dan komitmen kuat terhadap perjuangan partai,” tegasnya.

Afviandi menekankan, setelah Musancab selesai, pekerjaan sesungguhnya justru dimulai. Pengurus baru dituntut membuktikan bahwa struktur yang dibentuk mampu bekerja dan hadir di tengah masyarakat.

Baca Juga :  Komisi A DPRD Kota Payakumbuh Gelar RDP Bersama Pekerja Sosial Masyarakat

“Struktur di tingkat kecamatan harus benar-benar hidup. Jangan hanya ada nama dan kepengurusan, tetapi harus ada aktivitas, kaderisasi dan komunikasi dengan masyarakat,” katanya.

Menurutnya, konsolidasi organisasi harus dilakukan secara berkelanjutan. Kader tidak boleh hanya aktif ketika momentum politik tiba, tetapi harus mampu membangun kedekatan dengan masyarakat dalam keseharian.

Ia juga melihat regenerasi kader sebagai investasi jangka panjang bagi PKB. Ruang yang lebih besar harus diberikan kepada generasi muda untuk berproses dan mengambil tanggung jawab dalam organisasi.

Sementara itu, Ketua DPC PKB Kabupaten Lima Puluh Kota, Pidika Anantatur, S.Pd., Dt. Pado Kotik Nan Genggang, menegaskan Musancab menjadi bagian penting dalam memperkuat struktur PKB hingga tingkat kecamatan.

Ia berharap kepengurusan yang terbentuk tidak berhenti sebagai struktur administratif, tetapi mampu menggerakkan kader, memperluas basis keanggotaan dan membangun komunikasi dengan masyarakat.

Pidika menilai konsolidasi dari tingkat bawah merupakan fondasi penting untuk menjaga soliditas partai menghadapi dinamika politik ke depan.

Konsolidasi tersebut turut dihadiri Koordinator Wilayah TPK DPW PKB Sumatera Barat, Erlindawati, S.Pd., M.Pd.

Dalam kesempatan itu, Erlindawati menegaskan PKB merupakan partai yang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama maupun kelompok.

“PKB ini solid dan terbuka untuk siapa pun. PKB bukan hanya untuk kita yang Muslim, tetapi juga terbuka bagi saudara-saudara kita yang non-Muslim,” tegasnya.

Ia menyebut keberadaan kader dan anggota legislatif PKB di sejumlah daerah dengan masyarakat yang mayoritas non-Muslim menjadi bukti bahwa PKB terbuka bagi seluruh kelompok masyarakat.

Baca Juga :  Wirman Putra Ajak Masyarakat Teladani Nilai Perjuangan Pahlawan Dengan Berkontribusi Bagi Kemajuan Bangsa dan Negara

Erlindawati juga menekankan pentingnya peran PAC sebagai akar perjuangan partai. Menurutnya, pengurus di tingkat kecamatan harus aktif merekrut anggota dan memperluas basis PKB.

“PAC itu adalah akar perjuangan. PAC harus bergerak dan harus merekrut siapa pun untuk menjadi anggota PKB,” ujarnya.

Ia pun menyampaikan optimisme terhadap target PKB menghadapi 2029.

“Harapan kita, kembangkan PKB dan majukan PKB di daerah kita masing-masing. Insyaallah, 2029 nanti PKB lebih berjaya lagi,” katanya, yang langsung disambut “amin” oleh peserta.

Musancab tersebut turut dihadiri jajaran pengurus DPC PKB Kota Payakumbuh, yakni Ketua DPC Afviandi, S.Pt., Dt. Itam, Sekretaris Capt. Harmen, M.Mar, Bendahara Anjasmara, Ketua Dewan Syura Drs. Hasmeldi, didampingi Taufik, B.Ac. selaku Sekretaris Dewan Syura.

Dari DPC PKB Kabupaten Lima Puluh Kota hadir Ketua DPC Pidika Anantatur, S.Pd., Dt. Pado Kotik Nan Genggang, bersama Sekretaris Yuliansof.

Musancab serentak ini menjadi langkah konsolidasi penting bagi PKB di dua wilayah tersebut. Bagi Afviandi, kekuatan organisasi harus dibangun dari bawah dengan struktur yang aktif, kader yang militan dan hubungan yang kuat dengan masyarakat.

“Musancab bukan akhir. Setelah kepengurusan terbentuk, seluruh kader harus bergerak. Kita perkuat PKB dari tingkat bawah untuk menghadapi tantangan politik ke depan,” demikian semangat yang menjadi garis besar konsolidasi PKB menuju 2029.(rio)

Berita Terkait

Satu Tahun Tiga Bulan Belum Tuntas, Kuasa Hukum Wartawan Pertanyakan Penerapan Pasal Penghinaan di Media Sosial
Viral Konvoi Geng Motor Bawa Senjata Tajam, Afviandi Datuak Itam Minta Pemko Payakumbuh Turun Tangan
Perumda Tirta Sago Klarifikasi Isu Pelibatan Kejaksaan dalam Penagihan Tunggakan
Gienno Soundana Borong Empat Medali di Malaysia, Wali Kota Payakumbuh Instruksikan Disparpora Lebih Proaktif Dampingi Atlet
Lantik 114 Pejabat, Zulmaeta Tegaskan Trilogi Zuzema: Jujur, Loyal, dan Profesional Jadi Harga Mati Birokrasi Payakumbuh
Pemko Payakumbuh Dukung Operasi Patuh Singgalang 2026, Keselamatan Pengendara Jadi Sorotan
Tokoh Muda Eko Cahyadi Gabung PPP, Fitrayanto Sambut Hangat Momentum Baru Politik Payakumbuh
Hafis Alfarisi, S.H.: Menjadi Pengacara Bukan Sekadar Tarif Perkara, Moralitas dan Keadilan Harus Diutamakan

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 14:33 WIB

Satu Tahun Tiga Bulan Belum Tuntas, Kuasa Hukum Wartawan Pertanyakan Penerapan Pasal Penghinaan di Media Sosial

Rabu, 4 November 2026 - 00:45 WIB

Viral Konvoi Geng Motor Bawa Senjata Tajam, Afviandi Datuak Itam Minta Pemko Payakumbuh Turun Tangan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Perumda Tirta Sago Klarifikasi Isu Pelibatan Kejaksaan dalam Penagihan Tunggakan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:23 WIB

Gienno Soundana Borong Empat Medali di Malaysia, Wali Kota Payakumbuh Instruksikan Disparpora Lebih Proaktif Dampingi Atlet

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:19 WIB

Lantik 114 Pejabat, Zulmaeta Tegaskan Trilogi Zuzema: Jujur, Loyal, dan Profesional Jadi Harga Mati Birokrasi Payakumbuh

Berita Terbaru