Lima Puluh Kota – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Lima Puluh Kota terus mematangkan pelaksanaan berbagai program strategis sektor pertanian yang bersumber dari APBN Kementerian Pertanian dan APBD Tahun Anggaran 2026.
Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Percepatan dan Pemantapan Pelaksanaan Kegiatan APBN Kementerian Pertanian dan APBD 2026 yang melibatkan pemerintah daerah, pemerintah nagari, penyuluh pertanian, kelompok tani, serta PT PLN (Persero). Selasa, (4/8/2026) bertempat di aula kantor bupati lima puluh kota.
Rapat koordinasi tersebut dihadiri Bupati Lima Puluh Kota H. Safni Sikumbang, Asisten III, Kepala Dinas TPHP Kabupaten Lima Puluh Kota Witra Porsepwandi, S.Pi., Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa/Nagari Drs. Rahmad Hidayat, M.Si., Manager PT PLN (Persero) ULP Lima Puluh Kota Rafi Fernandes, Ketua Porwaliko Idris, para camat, wali nagari, serta kelompok tani.
Kepala Dinas TPHP Kabupaten Lima Puluh Kota, Witra Porsepwandi, menjelaskan pada tahun 2026 pemerintah akan merealisasikan berbagai program pembangunan pertanian, mulai dari pembangunan irigasi perpompaan, irigasi perpipaan, dam parit, optimasi lahan, bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga pengembangan komoditas perkebunan.
Untuk sektor perkebunan, program pengembangan kelapa akan dilaksanakan di lahan seluas sekitar 1.250 hektare dan dijadwalkan mulai didistribusikan pada September 2026 setelah dokumen calon penerima dan calon lokasi (CPCL) dinyatakan lengkap.
Sementara itu, program pengembangan kakao seluas 2.000 hektare telah memiliki sekitar 850 hektare CPCL yang lengkap, ditambah usulan sekitar 350 hektare dari sejumlah nagari. Distribusi tahap pertama direncanakan dimulai pada Agustus, sedangkan bantuan bibit kopi untuk lahan seluas 250 hektare akan mulai disalurkan pada Oktober mendatang.
Witra menjelaskan penyaluran bantuan bibit masih menunggu penyelesaian pembukaan rekening kelompok tani serta proses pelabelan bibit sesuai ketentuan agar seluruh bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran.
Selain itu, Kabupaten Lima Puluh Kota juga memperoleh tambahan alokasi program dari Kementerian Pertanian berupa 57 unit irigasi perpompaan dengan anggaran sekitar Rp8,7 miliar, 35 unit irigasi perpipaan senilai sekitar Rp4,23 miliar, 23 unit dam parit dengan anggaran sekitar Rp2,7 miliar, serta program optimasi lahan seluas 1.000 hektare dengan nilai sekitar Rp4,5 miliar.
Tidak hanya itu, daerah ini juga menerima 14 paket alat dan mesin pertanian berupa traktor roda empat, traktor roda dua, cultivator, dan peralatan pendukung lainnya yang akan ditempatkan di 13 kecamatan sebagai pusat layanan alsintan bagi petani.
Menurut Witra, keberhasilan seluruh program tersebut sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah nagari, penyuluh pertanian, kelompok tani, serta seluruh pemangku kepentingan agar seluruh bantuan benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan produksi dan kesejahteraan petani.
Dalam kesempatan itu, Bupati Lima Puluh Kota H. Safni Sikumbang mengapresiasi keberhasilan Dinas TPHP yang terus membangun koordinasi dengan Kementerian Pertanian sehingga Kabupaten Lima Puluh Kota memperoleh berbagai program strategis pada tahun 2026.
Bupati meminta seluruh jajaran penyuluh dan kelompok tani menjaga amanah pelaksanaan program, menggunakan anggaran secara transparan, serta merawat seluruh infrastruktur dan bantuan alsintan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Sementara itu, Manager PT PLN (Persero) ULP Lima Puluh Kota Rafi Fernandes menyampaikan PLN siap mendukung pembangunan pertanian melalui program Electrifying Agriculture yang terintegrasi dengan program Listrik Masuk Sawah.
PLN telah melakukan survei jaringan listrik untuk mendukung 51 unit irigasi perpompaan. Saat ini 20 unit telah memasuki tahap pelaksanaan, satu unit telah beroperasi, sedangkan 19 unit lainnya masih menunggu penyelesaian pembangunan rumah pompa.
Menurut Rafi, penggunaan pompa listrik mampu mengurangi ketergantungan petani terhadap bahan bakar solar sehingga biaya operasional menjadi lebih hemat dan efisien. Program tersebut juga mendukung penggunaan sprinkler listrik, pendingin hasil pertanian, penerangan pertanian, hingga elektrifikasi sektor peternakan.
Melalui kolaborasi antara Dinas TPHP, pemerintah daerah, Kementerian Pertanian, PLN, pemerintah nagari, penyuluh, dan kelompok tani, berbagai program strategis pertanian Tahun Anggaran 2026 diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan produktivitas pertanian, serta mendorong kesejahteraan petani di Kabupaten Lima Puluh Kota.(rio)









