Satgas TNI Terus Kebutan Pembangunan 60 Unit Huntara di Nagari Koto Tinggi

- Editor

Jumat, 2 Januari 2026 - 15:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LIMA PULUH KOTA || Percepatan pembangunan 60 unit Hunian Sementara (Huntara) bagi warga terdampak bencana di Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunuang Omeh, Kabupaten Limapuluh Kota, terus berlanjut pada Jumat (2/1/2026).

Meski memasuki awal tahun baru, proses pengerjaan tetap dikebut demi memastikan warga segera mendapatkan tempat tinggal yang layak dan aman.

Pembangunan Huntara ini dilaksanakan oleh Satgas TNI dengan melibatkan unsur pemerintah daerah serta dukungan masyarakat setempat. Sejumlah unit telah memasuki tahap penyelesaian struktur, sementara pekerjaan lainnya terus berlangsung secara bertahap.

Camat Gunuang Omeh menyampaikan apresiasi atas konsistensi dan kedisiplinan Satgas TNI dalam menjalankan tugas kemanusiaan tersebut.

Baca Juga :  Senator RI Jelita Donal Dorong Pemerataan Penerimaan Siswa Baru, Sekolah Swasta Perlu Menjadi Perhatian

“Kami melihat langsung bagaimana anggota Satgas bekerja disiplin, tepat waktu, dan penuh tanggung jawab. Ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi bentuk kepedulian negara terhadap masyarakat yang terdampak bencana,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Wali Nagari Koto Tinggi. Ia menilai percepatan pembangunan Huntara sangat membantu proses pemulihan psikologis dan sosial warga.

“Warga kami sudah cukup lama menunggu hunian yang layak. Kehadiran Huntara ini memberi harapan baru dan rasa aman bagi masyarakat untuk kembali menjalani aktivitas sehari-hari,” katanya.

Baca Juga :  Anggota DPR RI Nevi Zuairina dan Irsyad Syafar Beri Bantuan Untuk Bencana Kebakaran Pasar Payakumbuh

Sementara itu, Dansatgas TNI menegaskan bahwa pembangunan Huntara merupakan bagian dari tugas kemanusiaan yang harus dilaksanakan secara optimal.

“Kami berkomitmen menyelesaikan 60 unit Huntara ini sesuai target. Disiplin, kerja sama, dan semangat kemanusiaan menjadi kunci utama agar warga terdampak bencana dapat segera menempati hunian sementara yang layak,” tegasnya.

Pemerintah daerah berharap pembangunan Huntara ini dapat segera rampung dan dimanfaatkan oleh warga, sembari menunggu proses pembangunan hunian permanen ke depan. Upaya ini menjadi bagian penting dari pemulihan pascabencana di wilayah Nagari Koto Tinggi.(rio)

Berita Terkait

Dukungan ke Aspon Dedi Menguat! Hery Muklis dan Sardi Nefri Dorong Dua Periode
Pelajar 18 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia di Rumahnya di Andaleh, Polisi Pastikan Tidak Ada Tanda Kekerasan
Dandim 0306/50 Kota Pererat Sinergi dengan Insan Pers, Kunjungi Balai Wartawan Luak Limopuluah
Tangis Ibu Madinah Menggema: Tak Ada Anggaran atau Tak Ada Kepedulian?
Puluhan Tahun Diabaikan, Warga dan Pelajar Pertaruhkan Nyawa di Jembatan Gantung Sawahgadang, Di Mana Peran Pemerintah dan DPRD?
Indra Suriani: Prestasi Siswa SLB A Payakumbuh Bukti Keterbatasan Bukan Halangan Meraih Kesuksesan
Tangis Pecah Saat Rumah Dibongkar, 6 Rumah dan 27 Makam Dieksekusi Pengadilan di Sungai Kamuyang
Usai Diaudit BPK, PT ATC Tercatat sebagai Penunggak Pajak Tambang Terbesar di Lima Puluh Kota, Nilainya Tembus Rp1,2 Miliar

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 15:33 WIB

Dukungan ke Aspon Dedi Menguat! Hery Muklis dan Sardi Nefri Dorong Dua Periode

Selasa, 23 Juni 2026 - 10:03 WIB

Pelajar 18 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia di Rumahnya di Andaleh, Polisi Pastikan Tidak Ada Tanda Kekerasan

Minggu, 21 Juni 2026 - 19:53 WIB

Tangis Ibu Madinah Menggema: Tak Ada Anggaran atau Tak Ada Kepedulian?

Sabtu, 20 Juni 2026 - 17:07 WIB

Puluhan Tahun Diabaikan, Warga dan Pelajar Pertaruhkan Nyawa di Jembatan Gantung Sawahgadang, Di Mana Peran Pemerintah dan DPRD?

Sabtu, 20 Juni 2026 - 16:51 WIB

Indra Suriani: Prestasi Siswa SLB A Payakumbuh Bukti Keterbatasan Bukan Halangan Meraih Kesuksesan

Berita Terbaru