Lima Puluh Kota – Suasana haru dan penuh emosi mewarnai pelaksanaan eksekusi sejumlah bangunan rumah dan lahan di Nagari Sungai Kamuyang, Kecamatan Luak, Kabupaten Lima Puluh Kota, Kamis (18/6/2026).
Proses eksekusi yang dilakukan berdasarkan perintah Pengadilan Negeri Payakumbuh tersebut sempat diwarnai ketegangan. Sejumlah warga yang menolak pelaksanaan eksekusi terlibat aksi saling dorong dengan aparat kepolisian yang melakukan pengamanan di lokasi.
Meski mendapat penolakan dari penghuni dan keluarga yang menempati objek sengketa, pelaksanaan eksekusi tetap berjalan sesuai prosedur hukum yang berlaku. Tangis dan isak haru pecah ketika alat berat mulai bergerak dan barang-barang milik penghuni dikeluarkan dari dalam rumah untuk dipindahkan ke tempat yang lebih aman.
Beberapa penghuni terlihat tak kuasa menahan kesedihan saat menyaksikan rumah yang selama ini mereka tempati harus dikosongkan dan dibongkar. Sejumlah anggota keluarga bahkan tampak menangis sambil memeluk kerabat mereka di tengah pengamanan ketat aparat.
Petugas yang berada di lokasi secara bertahap mengeluarkan perabotan rumah tangga dan barang berharga milik penghuni menggunakan kendaraan angkut sebelum proses pembongkaran dilakukan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, objek yang dieksekusi meliputi enam unit rumah serta sebidang tanah yang di dalamnya terdapat 27 makam. Pelaksanaan eksekusi berlangsung di bawah pengawasan aparat penegak hukum guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya gangguan keamanan.
Hingga proses berlangsung, situasi di lokasi tetap mendapat penjagaan ketat dari aparat kepolisian. Sementara itu, warga yang terdampak hanya bisa pasrah menyaksikan pelaksanaan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap tersebut.
Peristiwa ini menjadi perhatian masyarakat karena tidak hanya menyangkut bangunan tempat tinggal, tetapi juga lahan yang di dalamnya terdapat puluhan makam keluarga.
Berbagai pihak berharap seluruh proses dapat berjalan kondusif dan menghormati ketentuan hukum yang berlaku serta hak-hak semua pihak yang terlibat dalam sengketa tersebut.(rio)









