Limapuluh Kota — Ratusan pelajar di Nagari Batu Payuang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, terpaksa melewati jalan rusak dan berlubang setiap hari untuk menuju sekolah. Kondisi infrastruktur yang belum kunjung diperbaiki tersebut dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan, khususnya para siswa.
Kerusakan terjadi di ruas jalan penghubung antar nagari yang menjadi akses utama masyarakat setempat. Permukaan jalan yang dipenuhi lubang cukup dalam membuat pengendara harus ekstra hati-hati, terutama saat hujan turun karena genangan air menutupi kerusakan jalan.
Akibat kondisi tersebut, para pelajar yang menggunakan sepeda motor maupun kendaraan umum kerap mengalami kesulitan saat berangkat ke sekolah. Selain berisiko menyebabkan kecelakaan, jalan rusak juga membuat sebagian siswa terlambat tiba di sekolah.
Anggota Pimpinan Anak Cabang Pemuda Pancasila setempat, Oki, mengatakan kerusakan jalan tersebut telah berlangsung cukup lama. Namun hingga kini, menurutnya, belum ada perbaikan maksimal dari pihak terkait.
“Kalau hujan, lubangnya tertutup genangan air sehingga pengendara sering tidak melihat jalan yang rusak,” ujar Oki kepada media, Jumat (29/5/2026).
Hal senada disampaikan Sandi, tokoh muda sekaligus perantau asal daerah tersebut. Ia menyebut beberapa pelajar dilaporkan pernah mengalami kecelakaan akibat terperosok ke lubang jalan. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kondisi itu dinilai harus segera mendapat perhatian pemerintah.
“Kami berharap pemerintah daerah segera melakukan perbaikan jalan agar aktivitas warga, khususnya pelajar, bisa lebih aman dan lancar. Selain itu, lampu penerangan jalan umum (PJU) yang banyak tidak berfungsi juga perlu segera diperbaiki,” kata Sandi.
Selain menjadi akses pendidikan, jalan tersebut juga merupakan jalur penting penghubung antar nagari di Kecamatan Lareh Sago Halaban. Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret guna mendukung keselamatan dan kelancaran aktivitas masyarakat.(rio)









