Ratusan Pelajar di Batu Payuang Terpaksa Lewati Jalan Rusak Menuju Sekolah

- Editor

Jumat, 29 Mei 2026 - 11:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Limapuluh Kota — Ratusan pelajar di Nagari Batu Payuang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, terpaksa melewati jalan rusak dan berlubang setiap hari untuk menuju sekolah. Kondisi infrastruktur yang belum kunjung diperbaiki tersebut dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan, khususnya para siswa.

Kerusakan terjadi di ruas jalan penghubung antar nagari yang menjadi akses utama masyarakat setempat. Permukaan jalan yang dipenuhi lubang cukup dalam membuat pengendara harus ekstra hati-hati, terutama saat hujan turun karena genangan air menutupi kerusakan jalan.

Akibat kondisi tersebut, para pelajar yang menggunakan sepeda motor maupun kendaraan umum kerap mengalami kesulitan saat berangkat ke sekolah. Selain berisiko menyebabkan kecelakaan, jalan rusak juga membuat sebagian siswa terlambat tiba di sekolah.

Baca Juga :  Transfer Pusat ke Daerah Berkurang, Warga-Anggota Dewan Goro Perbaiki Jalan 

Anggota Pimpinan Anak Cabang Pemuda Pancasila setempat, Oki, mengatakan kerusakan jalan tersebut telah berlangsung cukup lama. Namun hingga kini, menurutnya, belum ada perbaikan maksimal dari pihak terkait.

“Kalau hujan, lubangnya tertutup genangan air sehingga pengendara sering tidak melihat jalan yang rusak,” ujar Oki kepada media, Jumat (29/5/2026).

Hal senada disampaikan Sandi, tokoh muda sekaligus perantau asal daerah tersebut. Ia menyebut beberapa pelajar dilaporkan pernah mengalami kecelakaan akibat terperosok ke lubang jalan. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kondisi itu dinilai harus segera mendapat perhatian pemerintah.

Baca Juga :  Ketika TNI dan Rakyat Membangun Harapan di Sarilamak: Kisah TMMD yang Mengubah Wajah Nagari

“Kami berharap pemerintah daerah segera melakukan perbaikan jalan agar aktivitas warga, khususnya pelajar, bisa lebih aman dan lancar. Selain itu, lampu penerangan jalan umum (PJU) yang banyak tidak berfungsi juga perlu segera diperbaiki,” kata Sandi.

Selain menjadi akses pendidikan, jalan tersebut juga merupakan jalur penting penghubung antar nagari di Kecamatan Lareh Sago Halaban. Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret guna mendukung keselamatan dan kelancaran aktivitas masyarakat.(rio)

Berita Terkait

Nagari Balai Panjang Tembus Seleksi Nasional, Wakili Sumbar di Ajang Desa Berprestasi 2026
Tinggal Sepekan, Panitia Konfercab dan OKK PWI Payakumbuh–Lima Puluh Kota Gaspol Matangkan Persiapan
Kabut Asap Mengkhawatirkan, Ketua Komisi III DPRD Lima Puluh Kota Dorong Langkah Pencegahan
Banjir, Longsor Hingga Angin Kencang: Dinsos Lima Puluh Kota Pastikan Warga Selalu Terlindungi dari Pra Hingga Pascabencana
Kabut Asap Kian Pekat! Safrinal Dt. Jambek Desak Pemda Siapkan Belajar Daring dan Lindungi Warga
Dampak kabut Asap karhutla, Polres 50 kota Bagikan Masker Gratis ke Masyarakat dan Pengendara Sepeda Motor
Kabut Asap Kian Pekat, Beni Murdani Dorong Pelajar di Kabupaten Lima Puluh Kota Belajar dari Rumah
204 Huntap di Koto Tinggi Mulai Dibangun, Bupati Safni: Ini Harapan Baru bagi Warga

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 21:40 WIB

Nagari Balai Panjang Tembus Seleksi Nasional, Wakili Sumbar di Ajang Desa Berprestasi 2026

Jumat, 11 September 2026 - 18:18 WIB

Kabut Asap Mengkhawatirkan, Ketua Komisi III DPRD Lima Puluh Kota Dorong Langkah Pencegahan

Rabu, 9 September 2026 - 14:56 WIB

Banjir, Longsor Hingga Angin Kencang: Dinsos Lima Puluh Kota Pastikan Warga Selalu Terlindungi dari Pra Hingga Pascabencana

Selasa, 8 September 2026 - 18:11 WIB

Kabut Asap Kian Pekat! Safrinal Dt. Jambek Desak Pemda Siapkan Belajar Daring dan Lindungi Warga

Selasa, 8 September 2026 - 11:42 WIB

Dampak kabut Asap karhutla, Polres 50 kota Bagikan Masker Gratis ke Masyarakat dan Pengendara Sepeda Motor

Berita Terbaru