Payakumbuh — Dinamika perebutan kursi Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Payakumbuh kian memanas. Fitrayanto resmi menunjukkan keseriusannya dengan mengembalikan formulir pendaftaran pada Senin (20/4/2026), menandai langkah awalnya masuk ke arena persaingan.
Pengembalian berkas dilakukan langsung oleh tim perwakilan Fitrayanto ke Kantor KONI Kota Payakumbuh. Panitia Steering Committee (SC) menerima dokumen tersebut sebagai bagian dari tahapan resmi penjaringan calon ketua. Proses berlangsung tertib, namun sarat makna sebuah sinyal dimulainya kompetisi menuju pucuk kepemimpinan olahraga daerah.
Di tengah sorotan para pengurus dan pemerhati olahraga, langkah ini bukan sekadar administratif. Ini adalah “kick-off” dari sebuah kontestasi yang akan menentukan arah pembinaan dan prestasi olahraga Payakumbuh ke depan.
Fitrayanto datang dengan membawa narasi perubahan. Ia menegaskan pentingnya pembenahan organisasi yang lebih profesional, sistem pembinaan atlet yang berkelanjutan, serta penguatan sinergi antar cabang olahraga dan pemangku kepentingan. Dalam pandangannya, tanpa fondasi manajemen yang kuat, mustahil prestasi bisa lahir secara konsisten.
“Olahraga bukan hanya soal kompetisi di lapangan, tapi bagaimana kita membangun sistem yang melahirkan atlet-atlet berprestasi,” menjadi garis besar komitmen yang diusungnya.
Namun, jalan menuju kursi Ketua KONI tidak akan mudah. Bursa pencalonan masih terbuka, dan potensi munculnya kandidat lain membuat persaingan diprediksi berlangsung ketat. Pertarungan ini bukan hanya soal figur, tetapi juga adu gagasan, rekam jejak, dan kemampuan membangun jaringan dalam ekosistem olahraga.
Sejumlah pihak menilai momentum ini menjadi titik krusial bagi masa depan olahraga Payakumbuh. Dalam beberapa tahun terakhir, tuntutan terhadap peningkatan prestasi semakin tinggi, seiring harapan publik agar daerah mampu bersaing di level provinsi hingga nasional.
Dengan dikembalikannya formulir ini, Fitrayanto resmi melangkah ke fase berikutnya fase verifikasi dan penetapan calon. Tahapan demi tahapan akan menjadi “babak penyisihan” sebelum memasuki penentuan akhir.
Publik kini menunggu, siapa saja yang akan masuk gelanggang dan bagaimana peta kekuatan akan terbentuk. Satu hal yang pasti, kontestasi Ketua KONI Payakumbuh bukan sekadar pergantian kepemimpinan, tetapi pertarungan arah masa depan olahraga daerah.
Apakah Fitrayanto mampu menjadi motor perubahan, atau justru akan muncul penantang kuat yang mengguncang peta persaingan? Arena sudah dibuka, dan pertandingan baru saja dimulai.(rio)









