Lima Puluh Kota — Dalam rangka memperingati Hari Bumi 2026, Wali Nagari Balai Panjang, Idris, mengajak masyarakat untuk tidak hanya memperingati secara seremonial, tetapi ikut terlibat langsung dalam aksi menjaga lingkungan.
Menurut Idris, kondisi lingkungan saat ini semakin mengkhawatirkan, mulai dari persoalan sampah plastik hingga perubahan cuaca yang berdampak pada kehidupan masyarakat, termasuk sektor pertanian.
“Hari Bumi ini bukan sekadar peringatan, tapi ajakan untuk berubah. Kita mulai dari hal kecil, dari diri sendiri dan lingkungan sekitar,” ujarnya.
Libatkan Pelajar dan Masyarakat
Kegiatan bertajuk World Earth Day 2026 ini akan melibatkan pelajar, guru, serta masyarakat umum. Fokusnya adalah membangun kebiasaan hidup ramah lingkungan, seperti mengurangi sampah plastik, hemat energi, dan menjaga kebersihan lingkungan.
Tidak hanya di lingkungan sekolah, kegiatan ini juga diharapkan memberi dampak ke masyarakat sekitar melalui kampanye dan aksi langsung di lapangan.

Digelar di Empat Lokasi
Rangkaian kegiatan akan berlangsung pada 24 hingga 26 April 2026 di beberapa lokasi, yakni Sikabu Kabu, Mangkisi Valley, Aua Sarumpun, dan Pantai Padang.
Adapun kegiatan yang dilaksanakan meliputi:
Penanaman pohon di sejumlah titik lokasi
Diskusi lingkungan hidup tentang pengurangan sampah plastik
Camping dan api unggun bersama pegiat alam
Setiap peserta nantinya akan menanam satu bibit pohon sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap lingkungan.
Dorong Kepedulian Bersama
Idris berharap kegiatan ini bisa menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan, sekaligus menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kalau bukan kita yang menjaga, siapa lagi. Lingkungan ini milik kita bersama,” katanya.
Harapan ke Depan
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Nagari Balai Panjang berharap lingkungan menjadi lebih bersih, hijau, dan sehat. Selain itu, masyarakat juga diharapkan semakin sadar pentingnya menjaga alam demi masa depan generasi mendatang.(rio)









