Sekuel Kedua “Dirty Vote o3” Dirilis Hari Ini: Membaca Kartu Politik Oligarki lewat “Otot, Otak, Ongkos”

- Editor

Minggu, 19 Oktober 2025 - 20:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim pembuat Dirty Vote kembali mengguncang panggung dokumenter politik dengan merilis sekuel kedua bertajuk “Dirty Vote o3” hari ini. Film yang berdurasi sekitar 4 jam ini hadir tepat sehari menjelang genapnya satu tahun pemerintahan Prabowo–Gibran, membawa analisis mendalam soal dinamika oligarki dan potensi arah otoritarianisme di Indonesia.

Sutradara Dandhy Dwi Laksono menyatakan film ini tak sekadar merangkum kegelisahan yang beredar di media sosial atau pemberitaan. “Kami memaparkan analisis berbasis riset untuk membaca arah perilaku rezim Prabowo–Gibran dan koalisinya di masa depan,” ujar Dandhy.

Film ini menempatkan pembacaan politik pada kerangka o3, otot (politik), otak (hukum), dan ongkos (ekonomi), sebagai kunci penguatan kendali oligarki.

Baca Juga :  Pemko Payakumbuh Serahkan LKPD 2025 ke BPK, Zulmaeta Tekankan Transparansi dan Akuntabilitas

Menurut produser Joni Aswira, format film masih melanjutkan gaya explanatory documentary yang menjadi ciri khas Dirty Vote: presentasi akademik dikonversi menjadi visual yang naratif dan mudah diikuti. “Secara teknis tidak jauh berbeda dari film pertama, namun persiapan kali ini lebih panjang karena kami merumuskan temuan dari refleksi satu tahun pemerintahan Prabowo–Gibran,” jelas Joni, Minggu (19/10/2025).

Satu kejutan di sekuel ini adalah hadirnya wajah baru: seorang peneliti dan ekonom muda yang berperan sebagai ‘bintang’ analisis.

Dirty Vote o3 dikerjakan kolaboratif, menggabungkan jurnalis, peneliti, akademisi, aktivis, dan tim kreatif. Sehingga walau panjang, film dirancang agar tetap menarik dan edukatif. Film pertama yang mengusung genre serupa tercatat ditonton puluhan juta kali di beberapa kanal YouTube; berdasarkan itu, Joni optimis sekuel empat jam ini akan tetap dinanti publik sebagai tontonan edukasi politik kewargaan.

Baca Juga :  Persiapan Sudah 100 Persen, HPN 2025 di Riau Siap Dilaksanakan

Sekuel kedua dapat disaksikan mulai hari ini di kanal YouTube Dirty Vote. Dengan tajuk kuat dan momentum strategis, Dirty Vote o3 menantang publik untuk membaca lebih awal dan kritis kartu-kartu politik yang mungkin menentukan wajah demokrasi Indonesia mendatang. (*)

Berita Terkait

Jejak Pengabdian Kombes Pol Ricardo Condrat Yusuf di Lima Puluh Kota: Kepemimpinan Humanis yang Meninggalkan Kesan Mendalam
Afviandi Resmi Dikukuhkan, PKB Payakumbuh Siap Perkuat Konsolidasi
Cak Imin Lantik Afviandi sebagai Ketua DPC PKB Kota Payakumbuh Periode 2026–2031
Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik Syamsul Mikar Masuki Babak Penentuan, Penetapan Tersangka Dinanti
Puluhan Tahun Diabaikan, Warga dan Pelajar Pertaruhkan Nyawa di Jembatan Gantung Sawahgadang, Di Mana Peran Pemerintah dan DPRD?
Pemko Payakumbuh Tingkatkan Literasi Hukum ASN, Antisipasi Korupsi dan Pelanggaran Digital
Dana Talangan Rp593,5 Juta Baru Dikembalikan Setelah Diperiksa, Di Mana Pengawasan Selama Ini?
Kapolres Sijunjung AKBP Willian Harbensyah Terima Ansor Awards atas Kepemimpinan Humanis dan Berintegritas

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 08:17 WIB

Jejak Pengabdian Kombes Pol Ricardo Condrat Yusuf di Lima Puluh Kota: Kepemimpinan Humanis yang Meninggalkan Kesan Mendalam

Kamis, 23 Juli 2026 - 19:14 WIB

Afviandi Resmi Dikukuhkan, PKB Payakumbuh Siap Perkuat Konsolidasi

Kamis, 23 Juli 2026 - 11:44 WIB

Cak Imin Lantik Afviandi sebagai Ketua DPC PKB Kota Payakumbuh Periode 2026–2031

Jumat, 10 Juli 2026 - 20:03 WIB

Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik Syamsul Mikar Masuki Babak Penentuan, Penetapan Tersangka Dinanti

Sabtu, 20 Juni 2026 - 17:07 WIB

Puluhan Tahun Diabaikan, Warga dan Pelajar Pertaruhkan Nyawa di Jembatan Gantung Sawahgadang, Di Mana Peran Pemerintah dan DPRD?

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page