Transfer Pusat ke Daerah Berkurang, Warga-Anggota Dewan Goro Perbaiki Jalan 

- Editor

Minggu, 12 Oktober 2025 - 11:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Limapuluh Kota || Buntut berkurangnya transfer keuangan pusat ke daerah, Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota, sepanjang tahun 2025 ini, tidak bisa memperbaiki jalan dan jembatan yang rusak di daerah tersebut.

Ini terjadi karena tidak adanya Dana Alokasi Umum (DAU) maupun Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Bina Marga.

Dalam kondisi penuh keprihatinan itu,  masyarakat Jorong Bumbuang, Nagari Situjuah Batua, yang kebanyakan hidup di bawah garis kemiskinan, berinisiatif memperbaiki sendiri, ruas jalan kabupaten di kampung mereka. Jalan kabupaten penghubung Situjuah Limo Nagari, dengan Subarangparik, Akabiluru itu sudah bertahun-tahun rusak parah.

Warga dipelopori Kepala Jorong Bumbuang, Delfitra,  bergotong-royong mengumpulkan semen, kerekel, dan pasir, untuk memperbaiki jalan tersebut. Setelah material terkumpul, warga bergotong-royong mengerjakannya. Anggota DPRD Limapuluh Kota, M. Fajar Rillah Vesky, ikut hadir dan mendukung ggotong-royong tersebut pada Sabtu (11/10/2025).

Delfitra menyebut, warga Jorong Bumbuang dan Pemerintah Nagari Situjuah Batua, setiap tahun selalu mengusulkan dalam Musrenbang, agar ruas jalan kabupaten penghubung Bumbuang dengan Subarangparik, dapat diperbaiki pemda. Namun, bertahun-tahun diusulkan, namun tak pernah juga direalisasikan.

Baca Juga :  APBD Limapuluh Kota 2026 Disahkan, Golkar Kritisi Silfa yang Tembus Rp92 Miliar

“Sambil menunggu bantuan pemerintah, kami angsur dengan bergotong-royong. Kami kumpulkan bantuan dari perantau, peternak ayan, masyarakat,  dan anggota dewan, untuk beli semen, kerekel, dan pasir. Setelah terkumpul, dilakukan gotong-royong. Namun, ini belum menyelesaikan masalah, harapan kami, ada anggaran dari pemerintah,” kata Delfitra bersama Kepala Jorony Tepi Salmi.

Sementara, anggota DPRD Limapuluh Kota, M. Fajar Rillah Vesky menyebut, ruas jalan kabupaten penghubung Bumbuang, Situjuah Batua, Situjuah Limo Nagari dengan Subarangparik, Akabiluru, memang rusak parah. Jalan ini, tidak hanya jalur utama masyarakat untuk mengantar anak pergi ke sekolah. Tapi juga urat nadi perekonomian. Karena merupakan akses utama ke areal perkebunan, pertanian dan peternakan.

Baca Juga :  Personel Polsek Luhak Bersama Masyarakat Goro Bersihkan Meterial Longsor dan Pohon Tumbang di Jalan Payakumbuh–Lintau KM 13

“Melihat banyaknya jalan-jalan kabupaten yang kondisinya seperti di Jorong Bumbuang ini, makanya Fraksi Golkar  APBD 2026, meminta pemda merasionalisasi belanja pegawai, termasuk belanja DPRD, serta belanja rutin lain dalam RAPBD 2026. Hasil rasionalisasi itu dapat digunakan untuk perbaikan jalan dan jembatan secara merata. Karena tahun 2026, transfer pusat ke daerah semakin berkurang. Dan Limapuluh Kota juga tak kebagian DAU Jalan ataupun Jembatan,” kata Fajar Rillah Vesky.

Melihat kemungkinan anggaran daerah masih seret tahun depan, Fajar Vesky menyebut, perbaikan jalan dan jembatan perlu dilakukan, dengan melobby pemerintah pusat. “Syukur-syukur, kita dapat Inpres jalan. Namun, jika nanti Inpres jalan pun, belum menyasar jalan-jalan kabupaten seperti di Jorong Bumbuang ini, tentu selain partisipasi warga lewat goro, harus ada kebijakan anggaran di APBD. Genjot pendapatan, efektifikan belanja daerah. Dan perbanyak padat-padat karya,” kata Fajar Rillah Vesky.(*/rel)

Berita Terkait

Dukungan ke Aspon Dedi Menguat! Hery Muklis dan Sardi Nefri Dorong Dua Periode
Pelajar 18 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia di Rumahnya di Andaleh, Polisi Pastikan Tidak Ada Tanda Kekerasan
Dandim 0306/50 Kota Pererat Sinergi dengan Insan Pers, Kunjungi Balai Wartawan Luak Limopuluah
Tangis Ibu Madinah Menggema: Tak Ada Anggaran atau Tak Ada Kepedulian?
Puluhan Tahun Diabaikan, Warga dan Pelajar Pertaruhkan Nyawa di Jembatan Gantung Sawahgadang, Di Mana Peran Pemerintah dan DPRD?
Indra Suriani: Prestasi Siswa SLB A Payakumbuh Bukti Keterbatasan Bukan Halangan Meraih Kesuksesan
Tangis Pecah Saat Rumah Dibongkar, 6 Rumah dan 27 Makam Dieksekusi Pengadilan di Sungai Kamuyang
Usai Diaudit BPK, PT ATC Tercatat sebagai Penunggak Pajak Tambang Terbesar di Lima Puluh Kota, Nilainya Tembus Rp1,2 Miliar

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 15:33 WIB

Dukungan ke Aspon Dedi Menguat! Hery Muklis dan Sardi Nefri Dorong Dua Periode

Selasa, 23 Juni 2026 - 10:03 WIB

Pelajar 18 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia di Rumahnya di Andaleh, Polisi Pastikan Tidak Ada Tanda Kekerasan

Senin, 22 Juni 2026 - 22:16 WIB

Dandim 0306/50 Kota Pererat Sinergi dengan Insan Pers, Kunjungi Balai Wartawan Luak Limopuluah

Minggu, 21 Juni 2026 - 19:53 WIB

Tangis Ibu Madinah Menggema: Tak Ada Anggaran atau Tak Ada Kepedulian?

Sabtu, 20 Juni 2026 - 17:07 WIB

Puluhan Tahun Diabaikan, Warga dan Pelajar Pertaruhkan Nyawa di Jembatan Gantung Sawahgadang, Di Mana Peran Pemerintah dan DPRD?

Berita Terbaru