Motif Batik Jeruji jadi icon filosofi keren dalam Peragaan Busana di HUT PIPAS Ke-21

- Editor

Sabtu, 25 Januari 2025 - 15:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, — Rangkaian Hari Ulang Tahun Paguyuban ibu-ibu Pemasyarakatan (PIPAS) ke-21 Tahun 2025 melaksanakan berbagai kegiatan yang diikuti serentak oleh PIPAS pusat dan PIPAS Daerah Sumatera Barat berbarengan dengan Pipas cabang se-Indonesia, dimulai dari Bakti sosial, Tabur bunga di makam pahlawan, Seminar Nasional dan Acara Puncak HUT PIPAS peragaan busana karya Warga binaan se-Indonesia.

Kegiatan yang dihadiri langsung oleh Penasehat PIPAS Ny. Evi Agus, Dirjen Pemasyarakatan Drs Mashudi, Ketua PIPAS Pusat Ny, Desi Mashudi,  Pengurus Inti DWP Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan serta jajarannya.

Sorak Gembira mewarnai puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-21 Paguyuban Ibu-Ibu Pemasyarakatan (PIPAS) di Graha Bakti Pemasyarakatan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas), Jakarta, Jumat (24/1). Mengusung tema “PIPAS Berkarya Perempuan Berdaya Untuk Indonesia Emas 2045.

Kegiatan dibuka langsung oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan sekaligus Pembina Utama PIPAS, Mashudi. “Peran PIPAS tidak sekadar organisasi perempuan Pemasyarakatan, tapi turut serta menjadi wadah berkarya dan menjadi perempuan berdaya untuk menyongsong Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

Baca Juga :  Sukseskan Program Syiar Dzulhijjah 1446 H, DPD PKS Lima Puluh Kota Gelar Penyembelihan Hewan Kurban Dihadiri Bupati Dan Wakil Bupati

Selanjutnya, Ketua Umum PIPAS, Deasy Mashudi, menyampaikan perjalanan PIPAS hingga usia 21 tahun bukanlah hal yang mudah. Dengan kerja keras, kekompakan, dan dedikasi, PIPAS berhasil menciptakan berbagai program yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Sebagai organisasi perempuan yang menginspirasi, PIPAS memiliki tanggung jawab untuk menciptakan dampak positif. PIPAS adalah rumah bagi kita sendiri dalam belajar, berkarya, dan menjadi perempuan berdaya,” ucap Deasy.

Pada kesempatan yang sama, Ketua DWP Kemenimipas, Evi Agus Andrianto, turut menyampaikan apresiasinya dalam acara tersebut. “Hari ini adalah pengingat bahwa perempuan-perempuan Pemasyarakatan memiliki kekuatan besar untuk menciptakan perubahan.

Semangat yang ditunjukkan PIPAS bukan hanya untuk organisasi ini, tetapi juga bangsa dan negara. Jadikan peringatan ini sebagai pijakan dalam terus menciptakan inovasi dan kontribusi nyata bagi masyarakat,” pesannya.

Selanjutnya kegiatan Peragaan busana oleh perwakilan PIPAS daerah Masing-masing Provinsi berlenggak lenggok bergaya dengan mengenakan karya dari Warga Binaan masing-masing dari produk unggulan pembinaan di Lapas.

Baca Juga :  Alia Efendi Dt. Bijayo Nan Mudo: Berkurban Adalah Bentuk Cinta dan Ketaatan kepada Allah SWT

Perwakilan PIPAS Daerah Sumatera Barat diwakili oleh Ketua PIPAS cabang Lapas Kelas III Suliki, mengikuti peragaan busana serta memperkenalkan produk hasil karya warga binaan yaitu produk unggulan “batik tulis motif jeruji” yang di padukan dengan berbagai aksesoris pendukung.

Dalam sesi tersebut Penasehat PIPAS Ny. Evi Agus sangat memberi apresiasi dan berdialog langsung untuk mengenal produk hasil warga binaan di Lapas Suliki.

Ny. Noy Kames memberikan penjelasan mengenai busana yang dipakai Motif jeruji besi menjadi icon yang sangat keren dengan filosofi yang mendalam yaitu gambaran Peringatan, kenangan dan kesadaran di buatlah sebuah seni yang indah.

Penasehat PIPAS Ny. Evi Agus memberikan Apresiasi untuk motif jeruji yang diangkat oleh lapas Suliki dan memberikan support untuk terus di maksimalkan dalam pemasarannya.

Kegiatan diakhiri dengan do’a bersama dan ramah tamah.(*)

Berita Terkait

Dukungan ke Aspon Dedi Menguat! Hery Muklis dan Sardi Nefri Dorong Dua Periode
Pelajar 18 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia di Rumahnya di Andaleh, Polisi Pastikan Tidak Ada Tanda Kekerasan
Dandim 0306/50 Kota Pererat Sinergi dengan Insan Pers, Kunjungi Balai Wartawan Luak Limopuluah
Tangis Ibu Madinah Menggema: Tak Ada Anggaran atau Tak Ada Kepedulian?
Puluhan Tahun Diabaikan, Warga dan Pelajar Pertaruhkan Nyawa di Jembatan Gantung Sawahgadang, Di Mana Peran Pemerintah dan DPRD?
Indra Suriani: Prestasi Siswa SLB A Payakumbuh Bukti Keterbatasan Bukan Halangan Meraih Kesuksesan
Tangis Pecah Saat Rumah Dibongkar, 6 Rumah dan 27 Makam Dieksekusi Pengadilan di Sungai Kamuyang
Usai Diaudit BPK, PT ATC Tercatat sebagai Penunggak Pajak Tambang Terbesar di Lima Puluh Kota, Nilainya Tembus Rp1,2 Miliar

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 15:33 WIB

Dukungan ke Aspon Dedi Menguat! Hery Muklis dan Sardi Nefri Dorong Dua Periode

Selasa, 23 Juni 2026 - 10:03 WIB

Pelajar 18 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia di Rumahnya di Andaleh, Polisi Pastikan Tidak Ada Tanda Kekerasan

Minggu, 21 Juni 2026 - 19:53 WIB

Tangis Ibu Madinah Menggema: Tak Ada Anggaran atau Tak Ada Kepedulian?

Sabtu, 20 Juni 2026 - 17:07 WIB

Puluhan Tahun Diabaikan, Warga dan Pelajar Pertaruhkan Nyawa di Jembatan Gantung Sawahgadang, Di Mana Peran Pemerintah dan DPRD?

Sabtu, 20 Juni 2026 - 16:51 WIB

Indra Suriani: Prestasi Siswa SLB A Payakumbuh Bukti Keterbatasan Bukan Halangan Meraih Kesuksesan

Berita Terbaru