Kolaborasi TNI dan Pemda, Huntara Koto Tinggi Dikebut untuk 60 KK Korban Bencana

- Editor

Senin, 5 Januari 2026 - 13:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LIMAPULUH KOTA || Pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi warga terdampak bencana di Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunuang Omeh, Kabupaten Lima Puluh Kota terus berjalan. Dari total 60 kepala keluarga (KK) penerima manfaat, progres pembangunan huntara saat ini telah mencapai sekitar 35 persen.

Camat Gunuang Omeh, Apri Tanjung, mengatakan bahwa pengerjaan akan terus dimaksimalkan agar hunian tersebut dapat segera ditempati oleh masyarakat terdampak dalam bulan Januari 2026.

“Saat ini progres pembangunan huntara sudah sekitar 35 persen. Insyaallah dalam bulan ini akan kita maksimalkan agar 60 KK yang terdampak bencana bisa segera menempati hunian sementara tersebut,” ujar Apri Tanjung, Senin (5/1/2026).

Ia menjelaskan, keterlambatan pembangunan tidak terlepas dari kendala mobilisasi material serta kondisi akses jalan menuju lokasi huntara yang mengalami kerusakan cukup berat akibat bencana.

Baca Juga :  Porwaprov PWI Sumbar – Bank Nagari Open 2025 Segera Dimulai; Widya Navies: Bukan Sekadar Fisik, Tapi Disiplin dan Kerjasama

Sementara itu, Wali Nagari Koto Tinggi Insanul Rijal menyampaikan apresiasi atas keterlibatan berbagai pihak, khususnya Satgas TNI, yang terus bekerja di tengah keterbatasan medan.

“Kami mewakili masyarakat Nagari Koto Tinggi sangat berterima kasih atas kerja keras Satgas TNI,BPBD dan semua pihak. Kondisi jalan yang rusak memang menjadi tantangan, namun semangat gotong royong membuat pembangunan tetap berjalan,” ungkapnya.

Peran aktif Satgas TNI di lapangan turut menjadi faktor penting dalam percepatan pembangunan huntara. Selain membantu pengerjaan fisik, kehadiran TNI juga memberikan rasa aman dan semangat bagi warga terdampak.

“Satgas TNI bersama unsur terkait terus berupaya mempercepat pembangunan huntara meskipun dihadapkan pada medan yang cukup berat. Ini adalah bagian dari tugas kemanusiaan untuk memastikan warga terdampak segera memiliki tempat tinggal yang layak,” ujar perwakilan Satgas TNI di lokasi kegiatan.

Baca Juga :  Jembatan Gantung Roboh Akibat Bencana di Sungai Rimbang Dibangun Kembali Kodim 0306/50 Kota

Di sisi lain, pemerintah memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama masa transisi. Camat Gunuang Omeh menegaskan bahwa stok pangan bagi warga terdampak telah disiapkan dan mencukupi untuk beberapa bulan ke depan.

“Untuk kebutuhan pangan, stok tersedia dan cukup hingga sekitar tiga bulan ke depan. Pemerintah memastikan masyarakat tetap terlayani sambil menunggu huntara rampung,” tegas Apri Tanjung.

Pembangunan Huntara Nagari Koto Tinggi merupakan bagian dari langkah percepatan pemulihan pascabencana di Kecamatan Gunuang Omeh, sekaligus wujud kolaborasi pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat dalam menghadirkan solusi nyata bagi warga terdampak.(rio)

Berita Terkait

Dukungan ke Aspon Dedi Menguat! Hery Muklis dan Sardi Nefri Dorong Dua Periode
Pelajar 18 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia di Rumahnya di Andaleh, Polisi Pastikan Tidak Ada Tanda Kekerasan
Dandim 0306/50 Kota Pererat Sinergi dengan Insan Pers, Kunjungi Balai Wartawan Luak Limopuluah
Tangis Ibu Madinah Menggema: Tak Ada Anggaran atau Tak Ada Kepedulian?
Puluhan Tahun Diabaikan, Warga dan Pelajar Pertaruhkan Nyawa di Jembatan Gantung Sawahgadang, Di Mana Peran Pemerintah dan DPRD?
Indra Suriani: Prestasi Siswa SLB A Payakumbuh Bukti Keterbatasan Bukan Halangan Meraih Kesuksesan
Tangis Pecah Saat Rumah Dibongkar, 6 Rumah dan 27 Makam Dieksekusi Pengadilan di Sungai Kamuyang
Usai Diaudit BPK, PT ATC Tercatat sebagai Penunggak Pajak Tambang Terbesar di Lima Puluh Kota, Nilainya Tembus Rp1,2 Miliar

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 15:33 WIB

Dukungan ke Aspon Dedi Menguat! Hery Muklis dan Sardi Nefri Dorong Dua Periode

Selasa, 23 Juni 2026 - 10:03 WIB

Pelajar 18 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia di Rumahnya di Andaleh, Polisi Pastikan Tidak Ada Tanda Kekerasan

Minggu, 21 Juni 2026 - 19:53 WIB

Tangis Ibu Madinah Menggema: Tak Ada Anggaran atau Tak Ada Kepedulian?

Sabtu, 20 Juni 2026 - 17:07 WIB

Puluhan Tahun Diabaikan, Warga dan Pelajar Pertaruhkan Nyawa di Jembatan Gantung Sawahgadang, Di Mana Peran Pemerintah dan DPRD?

Sabtu, 20 Juni 2026 - 16:51 WIB

Indra Suriani: Prestasi Siswa SLB A Payakumbuh Bukti Keterbatasan Bukan Halangan Meraih Kesuksesan

Berita Terbaru