Capaian Imunisasi Bayi di Payakumbuh Baru 18,9 Persen, Pemko Gencarkan Program Imunisasi Kejar

- Editor

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Payakumbuh – Capaian imunisasi dasar lengkap pada bayi di Kota Payakumbuh baru menyentuh angka 18,9 persen hingga September 2026. Angka ini masih terpaut jauh dari target ideal yang ditetapkan sebesar 56,8 persen. Merespons kerentanan tersebut, Pemerintah Kota Payakumbuh bergerak cepat menggencarkan program Bulan Imunisasi Kejar guna menambal celah ancaman penyakit menular pada anak.

Langkah akselerasi ini diwujudkan melalui edukasi massal dan pelayanan imunisasi serentak bagi bayi serta balita yang dipusatkan di Puskesmas Payolansek, Jumat (23/10/2026). Pelaksanaannya melibatkan sinergi dari delapan puskesmas yang tersebar se-Kota Payakumbuh.

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta melalui Staf Ahli Wali Kota Erizon menegaskan bahwa imunisasi merupakan garda terdepan untuk membentengi masa depan anak dari berbagai penyakit yang sebenarnya dapat dicegah dengan vaksin. Ia mendesak seluruh orang tua untuk tidak menunda dan segera melengkapi jadwal imunisasi buah hatinya.

“Imunisasi lengkap adalah hak anak dan tanggung jawab kita bersama. Satu anak yang tidak mendapatkan imunisasi lengkap berisiko menularkan penyakit kepada anak-anak lainnya,” kata Erizon.

Turut hadir dalam pencanangan tersebut, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Payakumbuh Eni Zulmaeta menyoroti maraknya hoaks seputar medis. Ia mengingatkan para ibu dan orang tua agar tidak mudah termakan informasi negatif yang justru berpotensi menghambat pemenuhan hak kesehatan anak.

Baca Juga :  DPRD Payakumbuh Lanjutkan Pembahasan Tiga Ranperda Usai Terima Jawaban Wali Kota

“Orang tua harus bijak menyaring informasi. Imunisasi penting untuk melindungi anak dari berbagai penyakit menular,” ujarnya.

Di sisi teknis medis, Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh dr. Yanti memaparkan bahwa Bulan Imunisasi Kejar ini akan berlangsung secara intensif selama satu bulan penuh. Tujuannya adalah menyisir dan melengkapi imunisasi anak-anak yang terlewat atau belum pernah mendapatkan vaksinasi sesuai jadwal.

Program ini juga menandai perluasan pelaksanaan Pekan Imunisasi (Penari) dalam rangka menyambut Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-62, yang rentang pelaksanaannya diperpanjang dari semula hanya satu minggu menjadi satu bulan.

Yanti merinci, sasaran utama program ini difokuskan pada bayi berusia 0–11 bulan dan anak di bawah dua tahun berusia 12–23 bulan. Pemberian dosisnya disesuaikan dengan kebutuhan serta rekam riwayat vaksinasi masing-masing anak.

“Melalui pelayanan imunisasi kejar, kami berharap cakupan imunisasi dasar lengkap meningkat dan anak-anak terlindungi dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi,” kata Yanti.

Baca Juga :  Sambut HUT RI ke-80, Erlindawati,S.Pd,M.Pd Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Merawat Kemerdekaan

Dalam kegiatan di Payolansek tersebut, sebanyak 80 orang tua perwakilan dari delapan puskesmas mendapatkan edukasi mendalam terkait manfaat imunisasi. Edukasi ini terselenggara berkat kerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Paliko, yang dipadukan dengan pelayanan vaksinasi langsung oleh petugas kesehatan.

Yanti menekankan bahwa lonjakan cakupan imunisasi menuntut kolaborasi erat antara orang tua, tenaga kesehatan, pemerintah, hingga kader posyandu. Secara khusus, kehadiran kader penggerak inovasi Sahabat Bayi juga sangat diandalkan untuk menjadi agen pelurus informasi di tengah masyarakat.

Kegiatan strategis ini turut dihadiri oleh Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Payakumbuh Yeni Elzadaswarman, dokter spesialis anak dr. M. Luthfi Suhaimi, Sp.A selaku narasumber, serta jajaran pimpinan puskesmas dan penanggung jawab program imunisasi se-Kota Payakumbuh.

“Kejar sebelum usia satu tahun, tuntaskan sebelum usia dua tahun. Keberhasilan program ini membutuhkan dukungan pemerintah, tenaga kesehatan, kader, dan terutama orang tua,” pungkas Yanti. (MC)

Berita Terkait

Gienno Soundana Borong Empat Medali di Malaysia, Wali Kota Payakumbuh Instruksikan Disparpora Lebih Proaktif Dampingi Atlet
Lantik 114 Pejabat, Zulmaeta Tegaskan Trilogi Zuzema: Jujur, Loyal, dan Profesional Jadi Harga Mati Birokrasi Payakumbuh
Pemko Payakumbuh Dukung Operasi Patuh Singgalang 2026, Keselamatan Pengendara Jadi Sorotan
Tokoh Muda Eko Cahyadi Gabung PPP, Fitrayanto Sambut Hangat Momentum Baru Politik Payakumbuh
Hafis Alfarisi, S.H.: Menjadi Pengacara Bukan Sekadar Tarif Perkara, Moralitas dan Keadilan Harus Diutamakan
Fitrayanto Sampaikan Kabar Gembira, Guru TPA/MDA dan Garin Masjid Payakumbuh Direncanakan Terima Insentif pada 2027
Touring Pejabat Payakumbuh di Jam Kerja Makan Korban Jiwa, Publik Desak Walikota Beri Sanksi Tegas
Pemko Payakumbuh Kehilangan Sosok Iwan, Pengabdi Aset Daerah dan Pramuka yang Berdedikasi Tinggi

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:23 WIB

Gienno Soundana Borong Empat Medali di Malaysia, Wali Kota Payakumbuh Instruksikan Disparpora Lebih Proaktif Dampingi Atlet

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:19 WIB

Lantik 114 Pejabat, Zulmaeta Tegaskan Trilogi Zuzema: Jujur, Loyal, dan Profesional Jadi Harga Mati Birokrasi Payakumbuh

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:16 WIB

Pemko Payakumbuh Dukung Operasi Patuh Singgalang 2026, Keselamatan Pengendara Jadi Sorotan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:16 WIB

Tokoh Muda Eko Cahyadi Gabung PPP, Fitrayanto Sambut Hangat Momentum Baru Politik Payakumbuh

Minggu, 25 Oktober 2026 - 16:14 WIB

Hafis Alfarisi, S.H.: Menjadi Pengacara Bukan Sekadar Tarif Perkara, Moralitas dan Keadilan Harus Diutamakan

Berita Terbaru