Fraksi NasDem Geram! Pajak Tambang Rp1,8 Miliar Belum Tertagih, Pemkab Dinilai Kurang Tegas

- Editor

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lima Puluh Kota – Fraksi NasDem DPRD Kabupaten Lima Puluh Kota melontarkan kritik tajam terhadap Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota dalam pembahasan Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025.

Melalui juru bicaranya, H. Andri Jonpito, ST, NasDem menegaskan bahwa keberhasilan realisasi anggaran tidak boleh menutupi berbagai persoalan mendasar yang masih membelit tata kelola pemerintahan daerah.

Dalam pandangan umumnya, Fraksi NasDem memang mengapresiasi capaian pendapatan daerah tahun 2025 yang mencapai 99,36 persen dari target. Namun apresiasi tersebut dibarengi dengan sederet catatan kritis yang dinilai harus segera ditindaklanjuti pemerintah daerah.

Sorotan paling keras diarahkan pada persoalan tunggakan pajak sektor pertambangan yang hingga kini belum menunjukkan penyelesaian yang jelas. Menurut Fraksi NasDem, pemerintah daerah tidak boleh menutup mata terhadap tunggakan pajak empat perusahaan tambang yang nilainya disebut telah mencapai sekitar Rp1,8 miliar.

Baca Juga :  Korban Bencana Gunuang Omeh Terima Bantuan Rumah Tangga

“Pemerintah daerah seolah jangan tutup mata dengan pajak tambang yang belakangan ini menjadi perbincangan di tengah masyarakat. Tunggakan empat perusahaan tambang ini sudah mencapai Rp1,8 miliar. Pemerintah harus tegas menyelesaikannya,” tegas H. Andri Jonpito dalam penyampaian pandangan umum Fraksi NasDem.

Selain itu, NasDem juga mengingatkan bahwa ketergantungan daerah terhadap dana transfer dari pemerintah pusat masih terlalu besar. Pemerintah daerah diminta lebih serius menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) agar kemandirian fiskal dapat terwujud dan pembangunan tidak terus bergantung pada kucuran dana pusat.

Tak hanya soal pendapatan, Fraksi NasDem turut menyoroti lemahnya pengawasan terhadap pekerjaan fisik di lapangan. Mereka meminta seluruh OPD menjalankan fungsi pengawasan sesuai standar operasional prosedur dan tidak terkesan berpihak kepada kontraktor atau pemborong.

Baca Juga :  Buka Sosialisasi Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Bupati Safni Tegaskan Perlindungan Lingkungan Tanggung Jawab Bersama

NasDem menilai pengawasan yang longgar berpotensi melahirkan proyek bermasalah yang pada akhirnya merugikan masyarakat serta membebani keuangan daerah di masa mendatang.

Lebih jauh, Fraksi NasDem juga mendesak pemerintah daerah untuk segera menindaklanjuti seluruh rekomendasi hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat sistem pengendalian internal dan mencegah berulangnya temuan yang sama pada tahun-tahun berikutnya.

Dalam penutup pandangannya, H. Andri Jonpito menegaskan bahwa APBD bukan sekadar laporan administratif yang selesai dibahas setiap akhir tahun. APBD harus menjadi alat ukur keberhasilan pembangunan yang benar-benar dirasakan masyarakat, mulai dari pembangunan infrastruktur, sektor pertanian, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan UMKM hingga pertumbuhan ekonomi kerakyatan.

“Setiap rupiah yang dibelanjakan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Transparansi, akuntabilitas dan efektivitas penggunaan anggaran harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.(rio)

Berita Terkait

Yuliansof Soroti Persoalan Sampah di Tigo Balai, Pemkab Lima Puluh Kota Diminta Segera Berikan Solusi
Nagari Balai Panjang Masuk Penjaringan Nasional 2026, Wali Nagari Idris Optimistis Tunjukkan Inovasi dan Potensi Nagari
Baru Selesai Diperbaiki, Kualitas Aspal Jalan Koto Tangah–Simalanggang Dipertanyakan, Dinas PUPR dan Bupati Disorot
Sampah Menggunung, Kejelasan Menghilang! Beni Murdani Desak Pemkab Lima Puluh Kota Buka-Bukaan!
Lindungi Kekayaan Lokal, Pemkab Limapuluh Kota Siapkan Kopi Robusta dan Tembakau Bersertifikat Indikasi Geografis
Rehabilitasi SDN 02 Sialang Bernilai Rp471,5 Juta, CV Ulakten Targetkan Rampung Tepat Waktu
HUT ke-62 Partai Golkar, Datuak Safar dan Anggota DPRD, Kunjungi Panti Jompo dan Panti Asuhan
Sampah Tutupi Jalan di Tigo Balai, Warga Hadang Truk: 19 Tahun Menunggu, Janji TPST Tak Kunjung Terwujud

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 19:11 WIB

Yuliansof Soroti Persoalan Sampah di Tigo Balai, Pemkab Lima Puluh Kota Diminta Segera Berikan Solusi

Rabu, 4 November 2026 - 17:18 WIB

Nagari Balai Panjang Masuk Penjaringan Nasional 2026, Wali Nagari Idris Optimistis Tunjukkan Inovasi dan Potensi Nagari

Rabu, 4 November 2026 - 16:33 WIB

Baru Selesai Diperbaiki, Kualitas Aspal Jalan Koto Tangah–Simalanggang Dipertanyakan, Dinas PUPR dan Bupati Disorot

Selasa, 3 November 2026 - 21:05 WIB

Sampah Menggunung, Kejelasan Menghilang! Beni Murdani Desak Pemkab Lima Puluh Kota Buka-Bukaan!

Selasa, 3 November 2026 - 12:18 WIB

Rehabilitasi SDN 02 Sialang Bernilai Rp471,5 Juta, CV Ulakten Targetkan Rampung Tepat Waktu

Berita Terbaru