PKS “Semprot” Kinerja Pemko Payakumbuh, Anggaran Tak Terserap Jadi Sorotan

- Editor

Selasa, 23 Juni 2026 - 22:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAYAKUMBUH – Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kota Payakumbuh memberikan sejumlah catatan tajam terhadap pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025. Meski akhirnya menyetujui Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025 menjadi Peraturan Daerah, PKS menilai masih banyak pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi Pemerintah Kota Payakumbuh.

Dalam rapat paripurna DPRD, Selasa (23/6/2026), Fraksi PKS menyoroti masih adanya Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang belum mampu merealisasikan penggunaan anggaran hingga 90 persen. Kondisi tersebut dinilai menjadi indikator bahwa perencanaan maupun pelaksanaan program belum berjalan optimal.

“Evaluasi terhadap OPD yang realisasi anggarannya rendah harus dilakukan agar setiap rupiah uang rakyat benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” tegas juru bicara Fraksi PKS, Hamdi Agus.

Tak hanya itu, PKS juga mengkritisi kualitas perencanaan anggaran yang dinilai masih belum rinci dan akurat. Akibatnya, sejumlah pos anggaran tidak terserap maksimal, termasuk masih ditemukannya kelebihan alokasi pada belanja gaji pegawai.

Baca Juga :  Yayasan Al Huffazh Tebar Kepedulian, 350 Paket Sembako Disalurkan di Payakumbuh

Menurut PKS, persoalan tersebut menunjukkan perlunya pembenahan serius dalam penyusunan anggaran agar tidak terjadi lagi dana mengendap di tengah banyaknya kebutuhan pembangunan dan pelayanan publik yang mendesak.

Di sektor kepegawaian, Fraksi PKS mengingatkan pentingnya penempatan ASN berdasarkan kompetensi dan kapabilitas. Promosi jabatan juga diminta benar-benar diberikan kepada ASN berprestasi, bukan sekadar berdasarkan kedekatan atau pertimbangan lain yang tidak objektif.

“Jika promosi diberikan kepada pegawai yang tidak disiplin dan memiliki rekam jejak kurang baik, maka akan merusak semangat kerja dan iklim organisasi pemerintahan,” ungkap PKS dalam pendapat akhirnya.

Sorotan lainnya datang dari sektor pendapatan daerah. PKS mendesak Badan Keuangan Daerah melakukan berbagai inovasi untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), termasuk memperkuat sistem pemungutan pajak dan retribusi berbasis digital.

Selain itu, persoalan irigasi pertanian, ketersediaan pupuk bersubsidi, pengelolaan sampah, tata kelola parkir, hingga lambannya penyelesaian persoalan objek wisata Ngalau juga masuk dalam daftar evaluasi yang disampaikan fraksi tersebut.

Baca Juga :  Kepala Dinas Kominfo Kota Payakumbuh Jalin Silaturahmi dengan Balai Wartawan Luak Limopuluah

PKS juga menyinggung kesejahteraan tenaga pendidik. Fraksi ini meminta adanya kesetaraan gaji PPPK tenaga kependidikan serta solusi nyata terhadap insentif guru PAUD dan guru TPA yang hingga kini masih menjadi keluhan di lapangan.

Sementara di bidang kesehatan, pemerintah diminta mulai menyusun langkah revitalisasi sarana dan prasarana kesehatan, mulai dari RSUD, puskesmas hingga pustu agar kualitas pelayanan kepada masyarakat semakin meningkat.

Meski menyampaikan banyak catatan kritis, Fraksi PKS pada akhirnya menerima dan menyetujui Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota Payakumbuh Tahun Anggaran 2025 untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah.

Namun, persetujuan tersebut disertai pesan kuat agar seluruh rekomendasi yang disampaikan tidak hanya menjadi catatan di atas kertas, melainkan benar-benar ditindaklanjuti demi perbaikan tata kelola pemerintahan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kota Payakumbuh.(rio)

Berita Terkait

Aspon Dedi “Popon” Ambil Formulir Calon Ketua PWI Payakumbuh–Lima Puluh Kota, Siap Bertarung untuk Periode Kedua
Hujan Iringi Pelepasan Jenazah Kadisnakerin Payakumbuh Yasril, Birokrat Senior Tutup Usia 57 Tahun
Kontrak PPPK Paruh Waktu Payakumbuh Tak Lagi Sekadar Formalitas, Kinerja Jadi Penentu
Petani Berdasi Mulai Bergerak, Pemko Payakumbuh Libatkan ASN Kendalikan Inflasi dari Halaman Kantor
Tinggal Sepekan, Panitia Konfercab dan OKK PWI Payakumbuh–Lima Puluh Kota Gaspol Matangkan Persiapan
Zulmaeta Tegaskan ASN Bukan Pemburu Sertifikat: Kompetensi Harus Dibuktikan dengan Kinerja Nyata
BPK Soroti Tata Kelola Sampah Payakumbuh, Open Dumping dan Risiko Gas Metana Jadi Perhatian
Pemko Payakumbuh Bongkar Masalah Pupuk Bersubsidi: Data Bermasalah hingga Dugaan Pungutan Tambahan

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 11:05 WIB

Aspon Dedi “Popon” Ambil Formulir Calon Ketua PWI Payakumbuh–Lima Puluh Kota, Siap Bertarung untuk Periode Kedua

Sabtu, 19 September 2026 - 22:03 WIB

Hujan Iringi Pelepasan Jenazah Kadisnakerin Payakumbuh Yasril, Birokrat Senior Tutup Usia 57 Tahun

Jumat, 18 September 2026 - 21:50 WIB

Petani Berdasi Mulai Bergerak, Pemko Payakumbuh Libatkan ASN Kendalikan Inflasi dari Halaman Kantor

Jumat, 18 September 2026 - 19:02 WIB

Tinggal Sepekan, Panitia Konfercab dan OKK PWI Payakumbuh–Lima Puluh Kota Gaspol Matangkan Persiapan

Kamis, 17 September 2026 - 21:51 WIB

Zulmaeta Tegaskan ASN Bukan Pemburu Sertifikat: Kompetensi Harus Dibuktikan dengan Kinerja Nyata

Berita Terbaru

Lima Puluh Kota

Arumi Family Kapur IX Sapu Bersih Dukate dan Liontin 3-0

Selasa, 22 Sep 2026 - 10:59 WIB