Lima Puluh Kota || Wali Nagari Galugua, Wendriadi, menyampaikan langsung aspirasi masyarakat kepada Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Andre Rosiade, terkait kondisi infrastruktur di wilayahnya yang masih tertinggal.
Dalam pertemuan tersebut, Wendriadi mengungkapkan bahwa Nagari Galugua, Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Lima Puluh Kota, hingga kini masih tergolong daerah tertinggal, terluar, dan terisolir (T3). Hal ini disebabkan oleh kondisi jalan sepanjang kurang lebih 24 kilometer yang masih berupa tanah dan belum tersentuh pengaspalan.
Ruas jalan yang menghubungkan Pangkalan Koto Baru–Galugua tersebut mengalami kerusakan parah di sejumlah titik. Saat musim hujan, akses menjadi sulit dilalui bahkan sering terputus akibat banjir, sehingga menghambat aktivitas ekonomi, pendidikan, dan mobilitas sekitar 2.600 warga.
Menanggapi hal tersebut, Andre Rosiade langsung merespons dengan menghubungi Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Sumatera Barat agar ruas jalan tersebut dapat segera dimasukkan dalam program perbaikan. Ia juga meminta agar, jika belum teranggarkan, segera diusulkan ke Kementerian PUPR.
Andre turut mengajak Bupati Lima Puluh Kota, H. Safni, bersama jajaran DPRD dari Fraksi Gerindra untuk bersinergi memperjuangkan pembangunan infrastruktur tersebut.
“Mari kita sama-sama berjuang untuk masyarakat. Ini kebutuhan dasar yang harus segera ditangani,” ujar Andre.
Selain persoalan jalan, masyarakat Galugua juga mengusulkan pembangunan tower BTS guna memperlancar akses komunikasi di daerah tersebut yang hingga kini masih terbatas jaringan.
Wendriadi menjelaskan, kondisi jalan yang rusak parah bahkan membuat kendaraan biasa tidak dapat melintas di beberapa titik. Warga harus menggunakan kendaraan double gardan (4×4) untuk bisa melewati jalur tersebut.
Ia berharap perbaikan jalan dapat menjadi prioritas pada tahun 2026 hingga 2027, mengingat ruas tersebut belum pernah mendapatkan pengaspalan secara menyeluruh, hanya perbaikan terbatas berupa rabat beton di beberapa titik.
Menanggapi hal ini, Andre Rosiade menyebut bahwa ruas jalan tersebut telah masuk dalam perhatian dan prioritas pembangunan. Namun, keterbatasan anggaran yang harus dibagi dengan 19 kabupaten/kota di Sumatera Barat menjadi tantangan tersendiri.
Meski demikian, ia optimistis usulan tersebut dapat disetujui oleh pemerintah pusat sehingga pengerjaan dapat direalisasikan dalam waktu dekat.
Sementara itu, Bupati H. Safni menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota akan terus berupaya bersama DPRD untuk memperjuangkan alokasi dana, khususnya dari APBN, guna mendukung pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di Nagari Galugua.
Ia juga menekankan bahwa karena status jalan tersebut merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi, maka pihak kabupaten akan fokus pada pengusulan dan pengawalan agar pembangunan dapat segera terealisasi.(rio)









