Drs. Eriswandi Resmi Bergelar Dt. Majo Kayo, Dikukuhkan sebagai Penghulu Suku Chaniago

- Editor

Senin, 22 Desember 2025 - 14:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lima Puluh Kota || Pepatah adat Minangkabau “Ketek banamo, gadang bagala” kembali hidup dalam prosesi adat Malewakan Soko Kebesaran Suku Chaniago. Drs. Eriswandi, M.Pd., yang juga menjabat sebagai Kepala SMA Negeri 2 Kota Payakumbuh, secara resmi dikukuhkan sebagai penghulu dengan gelar Dt. Majo Kayo, melalui prosesi Batagak Pangulu Olek Gadang Balerong di Kanagarian Taeh Baruah, Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota, Senin (22/12/2025).

Prosesi sakral tersebut menandai amanah besar yang kini diemban Eriswandi sebagai pemimpin adat dalam kaum persukuan Chaniago. Mengenakan pakaian adat Minangkabau lengkap—deta, baju hitam, sarawa, sesamping, cawek, sandang, keris, hingga tungkek—ia menjalani seluruh rangkaian adat dengan khidmat.

Acara Malewakan Soko turut dihadiri Wakil Bupati Limapuluh Kota Ahlul Badrito, perwakilan LKAAM Provinsi Sumatera Barat, LKAAM Kabupaten Limapuluh Kota, Wali Nagari, Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN), serta para Niniak Mamak, Alim Ulama, Bundo Kanduang, Cadiak Pandai, dan Parik Paga Nagori.

Baca Juga :  Irsyad Maulana Beberkan Alasan Kembali Perkuat Semen Padang

Puncak prosesi ditandai dengan pamuntiangan panghulu, yakni penyisipan keris ke pinggang Dt. Majo Kayo oleh LKAAM Provinsi Sumatera Barat. Ritual ini melambangkan pengesahan seorang penghulu untuk hidup dan memimpin dengan keikhlasan serta tanggung jawab adat, yang dalam falsafah Minangkabau dikenal sebagai “Iduik Bakarelaan.”

“Selamat dan sukses atas pengukuhan gelar adat Dt. Majo Kayo. Semoga amanah dalam memimpin kaum dan menjaga marwah adat,” ucap sejumlah tamu undangan.

Usai prosesi pamuntiangan, Dt. Majo Kayo diarak keliling kampung menggunakan kereta bendi, diiringi Bundo Kanduang serta alunan musik tradisional Minangkabau. Arak-arakan ini menjadi simbol penerimaan resmi masyarakat terhadap penghulu baru yang akan memegang peran penting dalam menjaga nilai adat dan persatuan kaum.

“Gelar Dt. Majo Kayo ini bukanlah kehormatan semata, tetapi amanah besar yang harus saya jalankan dengan keikhlasan. Tugas seorang penghulu adalah menjaga persatuan kaum, menegakkan adat, serta menjadi penyeimbang dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Drs. Eriswandi, M.Pd., Dt. Majo Kayo.

Baca Juga :  Atlet Billiard PWI Luak 50 Siap Berlaga di PORWARPROV 2025

“Sebagai penghulu Suku Chaniago, saya berkomitmen menjalankan adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah. Penghulu harus hadir sebagai tempat bertanya, tempat mengadu, dan tempat menyelesaikan persoalan kaum secara arif dan bijaksana,” kata Dt. Majo Kayo.

“Amanah ini akan saya jalankan seiring dengan peran saya di dunia pendidikan. Nilai-nilai adat dan keteladanan harus berjalan seiring, agar generasi muda tetap berakar pada budaya dan siap menghadapi tantangan zaman,” ungkap Drs. Eriswandi, M.Pd.

“Saya menyadari betul, menjadi penghulu berarti mendahulukan kepentingan kaum di atas kepentingan pribadi. Semoga saya mampu menjalankan amanah ini dengan rendah hati dan penuh tanggung jawab,” tutur,” Dt. Majo Kayo. (rio)

Berita Terkait

Dukungan ke Aspon Dedi Menguat! Hery Muklis dan Sardi Nefri Dorong Dua Periode
Pelajar 18 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia di Rumahnya di Andaleh, Polisi Pastikan Tidak Ada Tanda Kekerasan
Dandim 0306/50 Kota Pererat Sinergi dengan Insan Pers, Kunjungi Balai Wartawan Luak Limopuluah
Tangis Ibu Madinah Menggema: Tak Ada Anggaran atau Tak Ada Kepedulian?
Puluhan Tahun Diabaikan, Warga dan Pelajar Pertaruhkan Nyawa di Jembatan Gantung Sawahgadang, Di Mana Peran Pemerintah dan DPRD?
Indra Suriani: Prestasi Siswa SLB A Payakumbuh Bukti Keterbatasan Bukan Halangan Meraih Kesuksesan
Tangis Pecah Saat Rumah Dibongkar, 6 Rumah dan 27 Makam Dieksekusi Pengadilan di Sungai Kamuyang
Usai Diaudit BPK, PT ATC Tercatat sebagai Penunggak Pajak Tambang Terbesar di Lima Puluh Kota, Nilainya Tembus Rp1,2 Miliar

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 15:33 WIB

Dukungan ke Aspon Dedi Menguat! Hery Muklis dan Sardi Nefri Dorong Dua Periode

Selasa, 23 Juni 2026 - 10:03 WIB

Pelajar 18 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia di Rumahnya di Andaleh, Polisi Pastikan Tidak Ada Tanda Kekerasan

Senin, 22 Juni 2026 - 22:16 WIB

Dandim 0306/50 Kota Pererat Sinergi dengan Insan Pers, Kunjungi Balai Wartawan Luak Limopuluah

Minggu, 21 Juni 2026 - 19:53 WIB

Tangis Ibu Madinah Menggema: Tak Ada Anggaran atau Tak Ada Kepedulian?

Sabtu, 20 Juni 2026 - 17:07 WIB

Puluhan Tahun Diabaikan, Warga dan Pelajar Pertaruhkan Nyawa di Jembatan Gantung Sawahgadang, Di Mana Peran Pemerintah dan DPRD?

Berita Terbaru